Bacaan : Yohanes 14:1-11
Seorang anak miskin dari desa sangat ingin pergi ke istana dan
menjumpai raja negeri itu. Ibu dan tetangga-tetangga mengatakan bahwa
niatnya itu tak masuk akal. Namun, si anak tetap nekat. Ia pun
berangkat. Sayang, penjaga istana tak mengizinkannya masuk begitu
saja. Berbagai pertanyaan dan syarat diajukan, sehingga si anak
gelagapan. Akibatnya, ia tak boleh masuk. Sambil berjalan pulang, ia
menangis tersedu-sedu. Di tengah jalan, ia bertemu seorang anak
laki-laki yang bertanya mengapa ia menangis. Setelah mendengar
ceritanya, anak laki-laki itu menggandeng tangannya dan berkata, "Ayo
ikut aku."
Maka berjalanlah mereka beriringan. Ternyata mereka kembali ke
istana. Sampai di gerbang, si anak desa sudah khawatir. Namun, ia
mendapati situasi yang berbeda. Para pengawal menunduk. Tanpa berkata
apa-apa mereka membukakan pintu, memberikan penyambutan, lalu
mempersilakan keduanya masuk. Sampai akhirnya mereka bertemu sang
raja. Di depan raja, si anak laki-laki berkata, "Ayah, perkenalkan,
ini temanku. Ia sangat ingin bertemu Ayah. Ayah mau kan berbincang
dengannya?"
Gerbang surgawi, barangkali juga serupa pintu berpalang yang dijaga
banyak pengawal. Dan, di hadapan mereka, kita adalah warga biasa,
yang tak bisa masuk begitu saja. Namun, kondisinya akan berbeda saat
kita tak datang sendiri ke sana. Apabila Yesus yang menggandeng
tangan kita, tak ada syarat diajukan (ayat 3). Sebaliknya,
penyambutan diberikan. Dan kita boleh menikmati keberadaan kita di
sana. Ya, tak ada syarat lain untuk masuk ke sana. Satu saja
syaratnya: masuk bersama Yesus! -AW
KUNCI GERBANG SURGA ADA DI TANGAN SANG ANAK KITA TAK BISA KE SANA
TANPA GANDENGAN TANGAN-NYA
|