Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > PENGORBANAN ISTRI
< Oktober
2008
>
M S S R K J S
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31  


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Selasa, 14 Oktober 2008

Bacaan Setahun : Zakharia 13-14
Nats : Banyak wanita telah berbuat baik, tetapi kau melebihi mereka semua (Amsal 31:29)

PENGORBANAN ISTRI

Bacaan : Amsal 31:10-31

Cindy dan Chip sudah 5 tahun pisah rumah. Rencananya, mereka akan bercerai pada akhir 2007. Lagipula, Chip sudah punya kekasih baru. Pada awal tahun, sesuatu terjadi. Chip menderita gagal ginjal parah. Cindy tidak tega melihatnya. "Bagaimanapun, ia masih suamiku," ujarnya. Maka ia sumbangkan satu ginjal untuk Chip, tanpa ikatan apa pun. Rencana cerai tetap berjalan. Namun setelah keduanya pulih dari operasi, mereka jatuh cinta lagi! Sang suami berujar, "Buat apa aku mencari perempuan lain, jika di sini ada seseorang yang mau berkorban begitu besar untukku?" Akhirnya, Chip meninggalkan kekasih gelapnya dan kembali kepada Cindy.

Pengorbanan istri sanggup meluluhkan hati suami. Pengabdian istri adalah kecantikan batin yang tak ternilai. Ada banyak bentuk pengorbanan. Dalam kitab Amsal, pengorbanan istri ditunjukkan dengan perjuangannya setiap hari. Mulai dari memenuhi kebutuhan sandang pangan suami dan anak-anaknya (ayat 13-19, 21,22) sampai menjadi guru dalam keluarga (ayat 26,27). Dari pagi hingga malam ia berjerih lelah. Mengupayakan yang terbaik, demi masa depan keluarga. Ia lelah, tetapi bahagia. "Ia tertawa tentang hari depan".

Dewasa ini, banyak suami atau anak memandang sepele pengorbanan istri atau ibu. Kesibukannya mengurus rumah ataupun bekerja dianggap sudah biasa. "Memang sudah kewajibannya." Padahal di balik cerita sukses suami maupun keberhasilan anak, ada pengorbanan istri atau ibu. Istri atau ibu kita mungkin belum pernah mendonorkan ginjalnya. Namun, pengorbanannya dari hari ke hari tidak kurang. Kita patut menghargainya lebih! -JTI

ISTRI KITA MUNGKIN BUKAN ORANG TERCANTIK TETAPI IA ADALAH ORANG YANG TERBAIK
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran