Bacaan : Kejadian 44:18-34
Saya pernah bertemu seorang anak muda yang baru sembuh dari
kecanduannya akan narkoba. Setelah dirawat di pusat rehabilitasi dan
dinyatakan sembuh, ia pun diizinkan pulang. Lembaran baru dalam
hidupnya dimulai. Ia pun kembali ke gereja. Namun, beberapa bulan
kemudian saya mendengar berita mengejutkan bahwa anak muda itu
meninggal dunia karena overdosis. Ya, mengagetkan karena seharusnya
ia sudah sembuh. Pengalaman pahit dengan obat-obatan ternyata tidak
membuat anak muda ini sungguh-sungguh berubah. Ia belum mengalami
pertobatan yang membawanya sampai ke titik perubahan.
Saudara-saudara Yusuf telah melakukan kesalahan besar dalam hidup
mereka. Dengan hati penuh dengki dan iri hati, mereka menjual Yusuf
ke tangan orang asing (37:28). Namun, akhirnya itu menjadi pengalaman
menyakitkan, bukan hanya buat Yusuf tetapi buat mereka juga. Mengapa?
Setelah melihat ayah mereka sangat berduka, mereka sadar telah
berbuat salah (37:34,35). Sebab itu, ketika mereka kembali
diperhadapkan pada sebuah tantangan untuk "menjual" Benyamin atau
membelanya, mereka memilih untuk membela Benyamin (44:16,18-34).
Mengapa? Karena mereka tidak mau melakukan kesalahan yang sama.
Sebuah pertobatan tidak cukup hanya sebuah kata yang keluar dari
mulut kita. Apabila kita pernah melakukan sebuah dosa dan kemudian
menyesalinya, kita perlu membuat perubahan yang nyata. Itu sebabnya
pertobatan harus dialami tiap-tiap hari. Atas setiap perbuatan kita
yang salah, mari bertobat dengan sungguh sampai kita benar-benar
berubah -RY
SEBUAH PERTOBATAN YANG SUNGGUH PASTI MEMBAWA KITA PADA PERUBAHAN
DIRI
|