Bacaan : Bilangan 10:29-34
Seberapa sering Anda menerima pujian yang tulus dari kekasih Anda?"
Pertanyaan ini diajukan pada ratusan suami istri dalam sebuah
penelitian. Hasilnya mengejutkan. Ternyata banyak yang berkata, "Saya
tak pernah menerima pujian" atau "Hampir tak pernah". Seorang istri
menjawab: "Aku tidak ingat kapan terakhir kali suamiku memujiku".
Banyak orang pelit dalam memuji. Berat lidah untuk menyatakan betapa
ia menyukai, mengagumi, atau menghargai orang lain. Alasannya
macam-macam. "Ia sudah tahu!", "Kalau dipuji nanti besar kepala",
atau "Saya malu mengatakannya".
Sebuah penghargaan dapat memperkokoh hubungan. Musa menyadari hal
ini. Ketika berada di Gunung Sinai, Musa diberi tahu bahwa Hobab
tidak lagi mau melanjutkan perjalanan bersama rombongannya. Memang
Hobab bukan orang Israel. Ia orang Midian. Bukannya ikut ke tanah
perjanjian, ia justru ingin kembali ke kampungnya. Melihat hal ini,
Musa memohon Hobab tetap bersamanya. Musa menyatakan betapa
pentingnya Hobab. Dipujinya Hobab sebagai penunjuk jalan terbaik.
Orang yang paling tahu seluk-beluk padang gurun. Walaupun Musa
pemimpin tertinggi, ia tidak gengsi untuk mengakui kehebatan Hobab.
Penghargaan ini akhirnya membuat Hobab tak jadi meninggalkan Musa,
sebab ia merasa dirinya berharga.
Coba pikirkan orang-orang yang sudah banyak menolong Anda. Mereka
yang sudah membuat hidup Anda nyaman dan indah. Kapan terakhir kali
Anda memuji dan menghargai mereka? Pernahkah Anda menyatakan betapa
pentingnya mereka bagi Anda? Kalau belum, lakukanlah itu hari ini!
-JTI
PUJIAN MEMPERKAYA HIDUP ORANG YANG MENERIMANYA
TANPA MEMPERMISKIN SANG PEMBERINYA
|