Bacaan : Ibrani 13:1-6
Pada awal masa krisis ekonomi, pernah terjadi orang sulit membeli
minyak goreng. Harganya meroket. Banyak orang menjadi resah. Namun,
seorang ibu malah mendapat ide kreatif. Ia mencoba menggoreng tanpa
minyak goreng! Ketika memasak telur ceplok, ditaruhnya daun pisang di
atas wajan, lalu telur diceplok di atasnya. Hasilnya cukup memuaskan.
Segera ide ini disebarluaskan ke media massa. Idenya, ketimbang
belanja melebihi kemampuan, lebih baik belajar mencukupkan diri
dengan apa yang ada.
Dalam Ibrani 13:5, penulis kitab Ibrani mengutip janji pemeliharaan
Tuhan dari Ulangan 31:6, "Ia tidak akan membiarkan engkau." Namun,
didahului dengan sebuah syarat: "cukupkan dirimu dengan apa yang ada
padamu". Tuhan tidak akan memelihara orang yang boros dan serakah.
Dia memelihara orang yang mau belajar bersyukur dengan apa yang ada.
Yakni mereka yang berjuang untuk bisa hidup dengan yang sedikit,
ketimbang terus berusaha meraup lebih banyak. Mereka yang memilih
bergaya hidup memberi dan membagi (ayat 2,3) lebih dari mengumpulkan
bagi diri sendiri. Mereka yang berusaha menikmati apa yang sudah
tersedia, ketimbang menyesali apa yang telah hilang.
Kita hidup di zaman sulit. Di satu sisi, harga BBM dan kebutuhan
pokok semakin mahal. Di sisi lain, semakin banyak tawaran untuk
membeli aneka barang yang tak kita butuhkan. Tanpa belajar
mencukupkan diri, kita bisa menjadi hamba uang yang serakah. Terjebak
utang-piutang yang menyengsarakan. Atau menjadi pribadi yang hanya
ingat diri sendiri, tak pernah memberi tumpangan. Ini saatnya kita
belajar mencukupkan diri! -JTI
ALLAH AKAN MENCUKUPKAN MEREKA YANG BELAJAR MENCUKUPKAN DIRI
|