Bacaan : Kejadian 1:1-31
Bioteknologi adalah sebuah bidang ilmu yang menerapkan kemajuan
teknologi ke dalam bidang ilmu biologi. Prospek kemajuan yang
ditawarkan oleh bidang ilmu yang satu ini sungguh luar biasa. Mulai
dari yang sudah kita anggap normal, seperti semangka tanpa biji,
sampai kepada yang masih terasa bagaikan mimpi seperti mengganti
anggota tubuh kita yang rusak dengan teknologi sel punca (stem cell).
Namun, perkembangan ini juga menimbulkan banyak masalah etika.
Kemajuan yang ditawarkan tersebut acap kali berbenturan dengan
batas-batas etika yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Sebagai
contoh, teknologi embryonic stem cell membutuhkan janin sebagai bahan
percobaannya. Tak heran begitu banyak perdebatan yang terjadi di
kalangan para ahli etika seputar isu-isu bioteknologi tersebut.
Disadari atau tidak, perkembangan bioteknologi memang membawa
perubahan yang besar dalam pola pikir manusia mengenai seluruh alam
dan ciptaan. Manusia, dengan perkembangan bioteknologi, seakan-akan
merasa mampu mengubah alam dan kemudian menciptakan kehidupan baru.
Dengan demikian, manusia merasa bahwa ia adalah allah. Dan karena
itu, ia tidak lagi memerlukan Allah yang sejati.
Sebagai umat percaya, kita harus berhati-hati terhadap isu ini. Sebab
seperti yang kita baca dalam bacaan Alkitab hari ini, tampak jelas
siapa Tuhan dan siapa kita. Dia adalah pencipta segala sesuatu,
sedangkan kita, betapa pun hebat dan canggihnya, tetap hanyalah
ciptaan yang penuh keterbatasan. Tanpa Dia kita tidak ada. Terlepas
dari Dia kita binasa -ALS
SEMAJU APA PUN TEKNOLOGI MANUSIA
KITA TETAP CIPTAAN YANG BERGANTUNG KEPADA SANG PENCIPTA
|