Bacaan : Roma 5:1-6
Suatu malam, sebuah gereja yang ada di desa mengadakan kebaktian
penyegaran iman dan mereka mengundang seorang pendeta untuk
berkhotbah. Desa tersebut baru saja mendapat sambungan aliran listrik
sehingga ruang kebaktian gereja mendapat penerangan dari lampu pijar.
Ketika sang pendeta tengah berkhotbah, tiba-tiba listrik mati.
Ruangan ibadah pun menjadi gelap gulita. Sang pendeta bingung; harus
terus berkhotbah atau menunggu listrik menyala. Tiba-tiba seorang
anggota majelis berbisik, "Teruslah berkhotbah, Pak Pendeta. Kami
masih bisa melihat Yesus di dalam gelap."
Hidup bisa tiba-tiba menjadi gelap saat kita menghadapi kesengsaraan;
kehilangan orang terkasih, sakit-penyakit, kegagalan bisnis. Semua
itu membuat hari-hari tampak suram. Ibarat mati lampu, keadaan di
sekeliling menjadi tampak gelap. Namun, orang yang beriman pada
Kristus dapat tetap berdiri, bahkan bermegah. Mengapa? Sebab ada
pengharapan. Kita yakin, di tengah gelapnya hidup, Yesus beserta.
Kita bisa melihat Dia dalam gelap. Oleh sebab itu, kesengsaraan tidak
perlu menjatuhkan iman, tetapi menguji iman kita untuk naik setingkat
lebih tinggi. Pengalaman membuktikan, hari-hari gelap justru
merupakan saat di mana Tuhan mendekat; saat di mana kita merasakan
pertolongan dan kuasa-Nya secara istimewa.
Apakah jalan di depan Anda tampak gelap? Jangan takut, apalagi sampai
kehilangan kegembiraan hidup. Percayalah, semakin sulit jalan hidup
Anda, semakin nyata Tuhan menyertai Anda. Seperti orangtua yang
memberi perhatian khusus saat anaknya sakit, Tuhan pun begitu. Di
topan gelap, Anda didekap -JTI
GELAPNYA JALAN TAK PERLU MENGHENTIKAN LANGKAH
SELAMA PELITA ANDA TETAP MENYALA harus dilakukan dan yang lain jangan
diabaikan (Matius 23:23)
|