Bacaan : Matius 16:13-20
Pada masa kini, ada kesan kuat bahwa gereja seolah-olah hanya tempat
pertunjukan dan hiburan. "Pengunjung" datang dan pergi sesukanya demi
mencari acara yang memuaskan selera. Bila gedung gereja dipenuhi oleh
hadirin yang terpikat, entah oleh apa, itu dinilai sukses. Gereja
hanya dipahami sebagai sebuah gedung, tempat, acara, dan pertunjukan.
Atas perkenan Allah, Petrus mengaku bahwa Yesus-lah Anak Allah; dan
Tuhan mendirikan Gereja-Nya di atas dasar pengakuan iman itu.
Keberadaan gereja ditentukan oleh orang-orang yang mengaku percaya
kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Sejarah gereja
membuktikan bahwa dengan pertolongan Roh Kudus, pengakuan itu
bertahan walaupun diterjang pelbagai tantangan, siksaan,
penganiayaan, dan pembantaian. Selama kaum beriman yang tinggal masih
setia pada pengakuan imannya, gereja-dalam arti sesungguhnya-tak akan
pernah binasa, meskipun para tokohnya dibunuh, gedung-gedungnya
dibakar, kegiatan-kegiatannya dilarang, ruang gerak dan izin
pendiriannya dibatasi. Sebaliknya, gereja justru makin berkembang.
Keberadaan gereja lebih ditentukan oleh faktor orang-orang yang hidup
di atas dasar pengakuan iman, yaitu makna Yesus bagi jemaat. Bukan
dari megahnya gedung, rapinya organisasi, bervariasinya kegiatan, dan
kuatnya keuangan. Semua itu memang perlu, tetapi bukan yang utama.
Kekuatan gereja bertumpu pada karya Roh Kudus di dalam dan melalui
orang-orang yang setia pada imannya. Pada akhirnya, orang-orang tidak
hanya mencari gereja sebagai tempat ibadah, tetapi juga demi
melaksanakan hidup bergereja; terlibat aktif dalam setiap pelayanan
gereja -PAD
GEREJA BUKANLAH GEDUNGNYA
MELAINKAN ORANG-ORANGNYA
|