Bacaan : Efesus 4:17-32
Pada awal kariernya, Dannecker, seorang pemahat dari Prancis,
terkenal karena karyanya yang menampilkan Ariadne dan dewi-dewi
Yunani lainnya. Suatu kali ia terdorong untuk mencurahkan segenap
energi dan waktunya untuk menghasilkan sebuah adikarya. Jadi, ia
bertekad untuk mengukir sosok Kristus. Dua kali usahanya gagal
sebelum akhirnya berhasil menatah patung Kristus secara prima.
Karyanya begitu elok dan agung, sehingga setiap orang yang
memandangnya tak ayal begitu mengagumi dan mencintainya.
Suatu kali ia menerima undangan dari Napoleon. "Datanglah ke Paris,"
kata Napoleon. "Tolong ukirkan bagi saya patung Venus untuk
ditempatkan di Louvre." Dannecker menolak. Jawabannya sederhana,
namun telak: "Tuan, tangan yang pernah memahat Kristus ini tak akan
dapat lagi menatah dewi kafir."
Sosok Kristus yang sejati, Adikarya yang sesungguhnya, juga tengah
"dipahat" di dalam diri setiap anak Tuhan. Kita dipanggil untuk
menanggalkan manusia lama yang duniawi dan mengenakan manusia baru
yang rohani. Kalau dahulu kita "diukir" menurut pola pikir duniawi
yang cenderung egois dan merusak, sekarang kita tengah "ditatah"
untuk menjadi manusia baru, serupa dengan karakter Kristus (ayat
22-24). Proses pembentukan ini berlangsung melalui ketaatan kepada
pimpinan Tuhan.
Proses itu belum selesai. Dunia akan berusaha merusaknya dan
"mencukil" kita kembali menurut polanya. Dannecker menantang kita
untuk menolak upaya dunia dengan menyadari bahwa sebuah Adikarya
tengah dikerjakan di dalam dan melalui kehidupan kita - ARS
KESERUPAAN DENGAN KRISTUS DAN KEDUNIAWIAN
BERGERAK KE ARAH YANG BERLAWANAN
|