Bacaan : Mazmur 63:1-9
Sebagai mantan guru SMA dan dosen tidak tetap di universitas, saya
sering berpikir seperti ini: Alangkah tidak menyenangkan berdiri di
depan kelas dan tak diperhatikan oleh seorang siswa pun -- berbicara
tetapi tidak didengarkan oleh siapa pun, mengajar tetapi tidak
dipedulikan para siswa.
Tak seorang pun suka apabila dirinya diabaikan. Pada saat kita sedang
berbicara dengan seorang teman, sakit hati rasanya apabila kata-kata
kita tidak diperhatikan. Ketika kita di toko dan sedang membutuhkan
bantuan, sakit hati rasanya apabila para pegawai toko tidak
memedulikan kita. Kalau kita sedang berjuang menghadapi masalah,
sakit hati rasanya apabila tak seorang pun menawarkan bantuan.
Jadi, bayangkan betapa berdukanya Allah bila kita tidak
memedulikan-Nya. Coba pikirkan bagaimana hati-Nya yang penuh kasih
itu akan merasa sedih apabila kita bersikap seolah-olah Dia tidak
ada, padahal sebenarnya Dia tinggal di dalam hati kita melalui Roh
Kudus. Pikirkan bagaimana perasaan-Nya apabila kita mengabaikan
petunjuk-petunjuk-Nya yang terdapat di dalam Kitab Suci, yang
diberikan-Nya kepada kita.
Marilah kita berhati-hati untuk tidak mengabaikan Allah! Dalam segala
hal, besar maupun kecil, biarlah Dia tetap ada di pikiran kita setiap
saat. Kita dapat melakukannya dengan membaca Kitab Suci yang Dia
berikan kepada kita; dengan menyediakan waktu untuk berdoa dan
mendengarkan suara-Nya yang lembut dan tenang; dengan menikmati
kehadiran-Nya; dengan melayani sesama di dalam nama-Nya. Sama seperti
pemazmur, marilah kita bersama-sama berkata, "Jiwaku melekat
kepada-Mu" (Mazmur 63:9) --JDB
HANYA ORANG BEBAL YANG TIDAK MEMEDULIKAN ALLAH
|