Bacaan : Nahum 1
Niniwe memiliki masalah dengan Allah. Masalah besar! Meskipun Nabi
Yunus yang pada mulanya merasa enggan, telah bekerja dengan baik,
Niniwe kembali ke jalannya yang jahat. Penduduk Niniwe me-nindas
negeri-negeri lain, menyembah berhala, dan melakukan berbagai
tindakan jahat.
Allah melihat kejahatan ini, dan melalui kata-kata yang diucapkan
Nahum, Dia bersabda tentang kehancuran Niniwe di masa depan, dengan
menggunakan kata-kata seperti kemurkaan dan pembalasan. Niniwe akan
segera menghadapi pengadilan.
Mengapa nabi Allah memberi tahu umat Yudea tentang hal ini? Mampukah
kata-kata Nahum yang menakutkan itu membantu mereka yang tinggal di
Tanah Perjanjian?
Dalam Nahum 1:7,8 terdapat petunjuk untuk menjawab semua pertanyaan
tersebut. Nubuatnya tentang penghancuran bagi orang yang menolak
Allah, sangat bertentangan dengan janji Allah kepada "yang percaya
kepada-Nya". Orang-orang saleh tidak akan menghadapi pengadilan,
namun akan diselamatkan. Mereka dapat berlindung kepada-Nya.
Allah bukanlah Allah yang tidak adil. Dia menyediakan perlindungan,
pertolongan, dan penghiburan bagi mereka yang percaya kepada-Nya,
tetapi Dia juga mengirimkan penghakiman terhadap mereka yang tidak
menaati perintah-Nya.
Pesan yang disampaikan untuk kita sama seperti pesan yang diberikan
kepada Yudea. Apabila kita percaya dan taat, kita dapat menikmati
penghiburan dalam perlindungan Allah-bahkan dalam masa yang sulit -JDB
SETIAP ORANG HARUS BERHADAPAN DENGAN ALLAH
SEBAGAI JURU SELAMAT ATAU SEBAGAI HAKIM
|