Bacaan : Mazmur 94:16-23
Hudson Taylor (1832-1905) adalah pendiri China Inland Mission (misi
di pedalaman Cina) dan seorang pelayan Allah yang hebat. Akan tetapi,
setelah terjadi Pemberontakan "Boxer" yang ganas tahun 1900, saat
ratusan teman penginjilnya dibunuh, perasaan Taylor menjadi hancur
dan kesehatannya mulai rapuh. Menjelang akhir hidupnya, ia menulis,
"Saya begitu lemah, sehingga tidak bisa bekerja. Saya tidak bisa
membaca Alkitab; saya bahkan tidak bisa berdoa. Saya hanya dapat
berbaring diam di dalam pelukan Allah seperti kanak-kanak dan percaya
kepada-Nya."
Apakah Anda pernah mengalami kelelahan tubuh dan luka di hati? Apakah
Anda merasa sulit untuk memusatkan pikiran pada janji-janji Tuhan di
dalam Alkitab? Apakah Anda merasa sulit untuk berdoa? Janganlah
menganggap diri Anda sendiri sebagai orang yang terbuang secara
rohani. Anda tergabung dengan sejumlah besar anak Allah yang
mengalami malam kelam dalam jiwa mereka.
Apabila kita menderita di saat-saat yang seperti itu, yang dapat kita
lakukan, tepatnya, yang harus kita lakukan adalah berbaring tenang
seperti kanak-kanak di dalam pelukan Bapa surgawi kita. Tidak perlu
mengatakan apa pun. Seorang bapak yang memberi penghiburan tidak
mengharapkan anaknya berbicara. Begitu juga dengan Allah. Dia tahu
bahwa kita memerlukan perhatian-Nya yang menyejukkan. Pada saat
kesusahan datang, kasih setia-Nya akan menopang kita (Mazmur 94:18).
Kita dapat memercayai-Nya untuk mendukung kita melalui malam kelam
dalam jiwa kita menuju fajar yang menyingsing -VCG
APABILA HANYA ALLAH YANG TERSISA DALAM DIRI KITA
KITA AKAN TAHU BAHWA ALLAH CUKUP BAGI KITA
|