Situs ini dibuat oleh YLSA (Yayasan Lembaga SABDA)
Utama | Alkitab | Referensi | Publikasi | Komunitas | Pendidikan
Utama > Publikasi > e-Renungan Harian > BADAI SEBELUM REDA
< Agustus
2006
>
M S S R K J S
    1 2 3 4 5
6 7 8 9 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31    


Cari di Arsip e-Renungan Harian Cari di e-RH
Lihat Arsip e-Renungan Harian Arsip
Berlangganan / Subscribe e-Renungan Harian Berlangganan
In-CHRIST.net (Indonesian Christian Network) Situs Renungan Harian

Rabu, 9 Agustus 2006

Bacaan Setahun : Mazmur 77-78; Roma 10
Nats : Jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan meng-ampuni kamu juga (Matius 6:14)

BADAI SEBELUM REDA

Bacaan : Matius 6:9-15

Gereja kecil ini sedang bergumul, dan semua orang tahu apa yang menjadi penyebab pergumulan itu. Dua penatua terhormat di gereja berselisih. Jemaat telah terpecah menjadi dua, sehingga menutup segala kemungkinan untuk maju. Mereka terang-terangan mengabaikan perintah Yesus untuk memaafkan orang lain (Matius 6:14).

Seorang pendeta baru, datang ke gereja tersebut dan menghabiskan beberapa minggu untuk mengajarkan pengampunan dan kepercayaan. Untuk beberapa saat, orang-orang tetap berkukuh untuk terpe-cah dua dan terus berjalan dengan lang-kah berat dalam kubangan ketidakyakinan mereka.

Setelah lama berdoa, pendeta itu merasa dipimpin Tuhan untuk melakukan suatu tindakan. Oleh karena itu, pada sebuah kebaktian pagi, ia memanggil kedua orang tersebut untuk berdiri dan meminta mereka untuk saling memaafkan. Ia tahu bahwa jika gereja itu mau merasakan damai kembali, maka harus terjadi sebuah badai konfrontasi. Kedua orang itu saling berhadap-an, berhenti sesaat, kemudian berpelukan. Air mata mengalir dari wajah mereka ketika mereka saling meminta maaf. Empat puluh lima menit kemudian, tangisan dan pelukan pengampunan di seluruh jemaat itu baru berhenti. Gereja itu dihidupkan kembali untuk saling melayani sebagai jemaat yang saling mengasihi demi kemuliaan Allah.

Pengampunan adalah hal yang penuh kuasa dan memberikan ketenangan yang menyejukkan. Melalui pengampunan, kita dapat menikmati kerukunan bersama anak-anak Allah. Tanpa pengampunan, badai itu akan terus berlanjut -JDB

PENGAMPUNAN ADALAH KEKRISTENAN

YANG DIWUJUDKAN DALAM PERBUATAN
Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini   Tampilan cetak (print view) untuk halaman ini  


Laporan Masalah/Saran