Bacaan : Mazmur 8
Selama berjalan-jalan menyusuri Taman Dewa yang indah di Colorado
Springs, perhatian kami beralih dari batu karang yang besar, agung,
dan terbuat dari batu pasir kepada dua orang yang sedang mengenakan
pakaian robot. Saat itu taman dijejali para turis musim panas yang
tiba-tiba ingin memotret robot tersebut, sementara anak-anak mereka
mengelilinginya untuk menyentuh dan berbicara dengan robot-robot
tersebut. Ma-syarakat yang tadinya datang ke taman itu untuk
mengagumi keindahan ciptaan Allah, kini lebih tertarik untuk
menyaksikan orang yang mengenakan kostum kardus yang disemprot
dengan cat berwarna perak.
Hal ini kemudian mengingatkan saya pada waktu saya sedang melakukan
saat teduh. Betapa seringnya saya duduk untuk mencari Tuhan dengan
membaca Alkitab dan berdoa, tetapi tiba-tiba perhatian saya beralih
ke koran, tagihan yang belum dibayar, atau daftar berbagai hal yang
harus dikerjakan. Pemazmur memusatkan perhatiannya ketika menulis,
"Ya Tuhan, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!
Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan .... Jika aku melihat
langit-Mu ... apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah
anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?" (Mazmur 8:2,4,5).
Ketika sedang merenungkan Tuhan dan ciptaan-Nya, sikap pemazmur yang
tinggi hati kemudian berubah menjadi rendah hati dan menghargai
kebaikan Allah. Kita pun dapat mengalami hal yang sama dengan sang
pemazmur apabila kita dapat meletakkan robot dan batu karang dalam
sudut pandang yang benar --DCM
MENYEMBAH ALLAH DI ALAM INI ADALAH BAIK
JIKA ITU MENUNTUN KITA UNTUK MENYEMBAH ALLAH SEMESTA ALAM
|