Bacaan : 1Korintus 12:26-31
Dokter Paul Brand, seorang misionaris medis yang tinggal di India,
mencermati sebuah fenomena yang luar biasa pada beberapa pasiennya.
Ketika mereka sedang dalam masa pemulihan setelah menjalani operasi
di rumah sakitnya, beberapa anggota keluarga akan membawakan makanan
yang panas untuk para pasien tersebut. Malam harinya seorang kerabat
akan tidur di bawah tempat tidur sang pasien. Dan pada saat sang
pasien bangun dalam keadaan kesakitan, orang-orang terkasih itu akan
memberikan pijatan yang lembut sampai ia tidur kembali.
Mulanya dokter Brand berpikir bahwa cara ini tidak tepat dan tidak
sehat. Namun setelah beberapa waktu, ia mulai memerhatikan bahwa
para pasien yang mendapatkan perhatian penuh kasih dari keluarga,
sebenarnya membutuhkan lebih sedikit obat untuk pereda rasa sakit.
Rasa sakit mereka telah diredakan oleh orang-orang yang mengasihi
mereka. "Terapi keluarga" ini membawa kehangatan dan kepedulian
keluarga ke suatu tempat yang tidak lazim.
Kita dapat belajar dari contoh tentang kasih dan kepedulian ini dan
menerapkannya dalam keluarga. Mereka yang menjadi milik Kristus
merupakan bagian dari sebuah keluarga rohani dan perlu menyadari
rasa sakit yang diderita anggota yang lain. Rasul Paulus berkata,
"Jika satu anggota menderita, semua anggota turut men-derita"
(1Korintus 12:26). Prinsip ini meminta kita agar menemukan cara-cara
praktis untuk meredakan rasa sakit sesama. Apakah saat ini Anda
mengenal seorang saudara seiman yang membutuhkan "terapi keluarga"
dari Anda? --HDF
UNTUK MERINGANKAN BEBAN ORANG LAIN
BANTULAH MEREKA MEMBAWA BEBAN ITU
|