Bacaan : 2Timotius 1:8-13
Tiga orang pria yang mengaku sebagai ateis memutuskan untuk
"mencicipi" dan memberi laporan tentang beberapa gereja yang ada di
kota mereka. Salah seorang pria tersebut berkata, "Selain ajaran,
ada hal lain yang memikat orang-orang. Kami sebenarnya tidak melihat
adanya banyak doktrin .... Daya tariknya sebagian besar terletak
pada komunitas itu sendiri. Di kebanyakan gereja, isi ajaran
tidaklah sepenting apa yang tampak dari luar." Ketiga orang ateis
itu memberikan penjelasan ini untuk menjawab mengapa ribuan orang di
wilayah mereka datang ke gereja setiap hari Minggu: Daya tarik itu
ternyata berasal dari identitas kristiani seseorang, bukan dari apa
yang diajarkan agama.
Pengalaman mereka mirip dengan pengamatan penulis A.W. Tozer yang
berkata, "Jumlah orang kristiani yang meningkat menjadi sesuatu yang
memalukan apabila dicermati dari sisi kebenaran. Mereka menyatakan
percaya kepada Kristus, tetapi kepercayaan mereka itu telah begitu
menipis sehingga mustahil untuk dapat didefinisikan dengan jelas."
Rasul Paulus tahu siapa yang ia percayai, dan ia memerintahkan
pengabar Injil muda Timotius, untuk memegang teguh kebe-naran yang
telah diajarkannya (2Timotius 1:12,13). Kita pun harus memegang
teguh keyakinan kita berdasarkan Alkitab yang bersifat pasti dan
diilhami oleh Allah. Hal yang kita percayai tentang Allah lebih
menentukan daripada perasaan apa pun yang kita dapatkan ketika
berada di gereja. Tozer menyerukan kepada kita untuk tetap "teguh
pada firman Allah yang hidup dan yang ada untuk selama-nya" --AMC
JANGAN MENJADI SEORANG KRISTIANI KTP
|