Bacaan : Ibrani 11:1-7
Charles Haddon Spurgeon, seorang pengkhotbah yang ternama di kota
London, menemukan sebuah prinsip yang terdapat dalam kehidupan Nuh
bahwa "setiap tindakan iman menghukum dunia". "Karena iman, Nuh ...
dengan taat mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya;
dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia menjadi ahli waris
kebenaran, sesuai dengan imannya" (Ibrani 11:7).
Ketika menafsirkan ayat di atas, Spurgeon mengatakan, "Hiduplah
kudus .... Saya pernah mendengar bahwa jika ada tongkat yang bengkok
dan Anda ingin menunjukkan sebengkok apa tongkat tersebut, maka Anda
tidak perlu menggambarkannya secara panjang lebar. Letakkanlah
sebuah tongkat yang lurus di sebelah tongkat yang bengkok tersebut.
Dengan demikian Anda akan langsung mendapat jawab-annya. Nuh
menghukum dunia dan menjadi ahli waris kebenaran karena iman."
Perjanjian Baru menyebut Nuh sebagai seorang "pemberita kebenaran"
(2Petrus 2:5), meski tak satu pun "khotbah"nya ditulis dalam
Alkitab. Barangkali ketaatan Nuh kepada Allah dalam membuat bahtera
itulah yang menjadi kesaksian terbesarnya kepada generasi yang
berpusat pada diri sendiri dan kejam saat itu. "Tepat seperti yang
diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya" (Kejadian
6:22).
Betapa mudahnya kita tergoda untuk mengkritik dosa yang dilakukan
orang lain. Namun, alangkah jauh lebih luar biasa bila kita memilih
untuk menunjukkan keagungan dan kebenaran Allah dengan hidup
bagi-Nya --DCM
KEHIDUPAN KRISTIANI MERUPAKAN ALKITAB DUNIA
|