Bacaan : Mazmur 100
Ketika para anggota Kongres Kontinental Kedua Amerika Serikat
menyepakati sebuah dokumen luar biasa yang dikenal sebagai Deklarasi
Kemerdekaan, mereka secara terus terang menyatakan keyakinan mereka
kepada Allah. Para pembuat konsep proklamasi yang mulia itu tahu
bahwa kebebasan berpengaruh besar yang mereka usulkan itu hanya
dapat berjalan dengan baik dalam masyarakat yang mengakui Sang
Pencipta. Mereka menegaskan bahwa Allah "memberi karunia" kepada
semua orang hak untuk "hidup, menikmati kebebasan, mengejar
kebahagiaan" karena Dia meng-hargai kita masing-masing.
Thomas Jefferson, yang kemudian menjadi presiden ketiga dari bangsa
baru itu, merasa sedih melihat dosa bangsanya. Ia menulis, "Aku
gemetar menyaksikan negaraku ketika aku memikirkan bahwa Allah itu
adil." Jika pada waktu itu ia gemetar, maka pasti kini ia akan
mendapat serangan jantung yang hebat!
Para pendiri Amerika Serikat mencintai konsep kebebasan individu,
tetapi mereka tidak mengacu pada gaya hidup bebas yang mengizinkan
kita melakukan apa pun yang kita sukai. Kebebasan sejati tidak akan
pernah dapat dinikmati oleh orang yang menolak untuk takut akan
Allah.
Pemazmur berkata, "Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang
menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya" (Mazmur 100:3).
Kita bertanggung jawab kepada Allah, karena Dia telah menciptakan
kita dalam kasih.
Hari ini, berkomitmenlah kembali untuk hidup sebagai seorang umat
Allah. Begitulah cara menikmati kebebasan sejati --HVL
BERBAHAGIALAH BANGSA, YANG ALLAHNYA IALAH TUHAN (Mazmur 33:12)
|