Bacaan : 1Korintus 11:17-34
Perjamuan Tuhan. Perjamuan Kudus. Apa pun sebutannya, tak ada ibadah
lain yang sekhidmat dan sepenting Perjamuan Kudus.
Kita bisa saja mengikuti Perjamuan tanpa memusatkan pikiran kepada
Allah. Namun dengan begitu, Perjamuan Kudus akan menjadi semacam
ritual yang penuh aksi tapi tanpa makna. Jika kita membiarkannya,
kita akan kehilangan kesempatan untuk bersyukur dan bersekutu.
Selain itu, kita juga kehilangan berkat yang semestinya kita terima
saat kita melakukan introspeksi diri yang sungguh-sungguh terhadap
kondisi rohani kita (1 Korintus 11:28).
Pada suatu Minggu pagi, saya merasa agak jengkel dengan istri saya.
Alasan detailnya tidak perlu saya utarakan di sini, tetapi yang
jelas karena kesalahan sayalah maka pagi itu kami tidak merasakan
indahnya hidup sebagai pasangan suami-istri. Sementara saya pergi ke
gereja bersama anak-anak, Sue bertugas di panti wreda, tempat ia
bekerja dengan amat rajin. Saat roti dan anggur perjamuan dibagikan,
saya sadar bahwa saya harus minta maaf kepadanya. Sikap buruk saya
telah melukai hatinya, sekaligus mengganggu hubungan saya dengan
Tuhan (Matius 5:23,24). Maka seusai kebaktian saya mampir ke tempat
kerjanya dan meminta maaf kepadanya.
Perjamuan Kudus adalah saat yang khidmat untuk mengintrospeksi diri
di hadapan Allah, serta mengingatkan tangggung jawab kita untuk
memeriksa sikap hati kita. Perjamuan Kudus juga membantu kita untuk
memperbaiki kesalahan kita di masa lalu. Pastikan diri Anda
memperoleh manfaat dari Perjamuan Kudus –Dave Branon
MENGENANG WAFAT KRISTUS BAGI KITA
SEHARUSNYA MEMBUAT KITA HIDUP BAGI-NYA
|