Bacaan : Bilangan 13:30-4:10
Bu Ima Terror dengan marah mengejar suaminya di antara kerumunan
orang di kebun binatang sambil mengacung-acungkan payungnya dan
mengumpat-umpat. Dengan ketakutan sang suami yang berkeringat dan
kehabisan napas itu tiba-tiba justr berlari ke sebuah kandang singa
yang tidak terkunci. Ia segera membuka pintunya, masuk ke dalam
kandang, mengempaskan pintu cepat-cepat, kemudian mendorong singa
yang masih keheranan disitu dengan sekuat tenaga agar singa itu
menutupi pintu kandang. Lalu ia bersembunyi di balik punggung si
singa yang buas. Istrinya yang frustrasi terus-menerus mengacungkan
payung di luar kandang, dan akhirnya dengan penuh kemarahan ia
berteriak: "Ralph, keluar kau pengecut!"
Ralph dalam kisah fiksi ini tak ubahnya seperti orang-orang Israel
yang tercatat dalam kitab Bilangan. Mereka bingung, kepada siapa
sesungguhnya mereka harus takut. Mereka melihat diri mereka seperti
belalang jika dibandingkan dengan raksasa-raksasa yang ada di tanah
yang ditunjukkan Allah (13:32,33).
Jika kita begitu takut kepada orang sehingga tidak lagi mengikuti
Tuhan, berarti kita sudah tidak mempercayai-Nya. Itu juga berarti
kita telah meragukan rencana-Nya, kuasa-Nya, dan janji-janji-Nya.
Kita lupa bahwa Dia yang di atas segalanya adalah satu-satunya
Pribadi yang mesti ditakuti-artinya yang harus dihormati,
dipercayai, dikasihi dan ditaati.
Bapa, ampunilah kami karena kami takut pada sesuatu yang seharusnya
tidak perlu kami takuti, dan malah tidak mempercayai dan tidak takut
kepada Engkau -MRD II
TAKUTLAH AKAN ALLAH
MAKA ANDA TIDAK AKAN TAKUT PADA APA PUN
|