Bacaan : 2Samuel 12:1-15
Suatu hari putri saya pulang dari sekolah dengan membawa
tebakan yang merangsang otak. Mari kita lihat apakah Anda
dapat memecahkannya.
Bayangkan bahwa Anda adalah pengemudi bus sekolah. Seorang
pelajar berambut merah menaiki bus dan mulai menyisir
rambutnya dengan sisir berwarna hijau. Pada perhentian bus
berikutnya, dua pelajar lagi menaiki bus dan mengatakan bahwa
mereka menyukai topi biru sopir bus itu. Sambil berjalan ke
bagian belakang bus, anak yang lebih pendek berteriak, "Saya
tidak akan membiarkan si rambut merah itu menumpang bus ini
bila saya adalah Anda. Warna sisirnya tidak cocok dengan
rambut Anda!" Apa warna rambut sopir bus itu? Pikirkanlah.
Ingat, Andalah supir bus itu. (Jawaban: sama dengan warna
rambut Anda.)
Jika Anda tak dapat melihat diri sendiri dalam cerita itu
hingga saya harus memberitahukannya, Anda tidak sendiri. Raja
Daud juga pernah membuat kesalahan yang serupa. Ia menjadi
sangat marah saat seorang nabi Allah menceritakan cerita
tentang seorang kaya yang mencuri binatang peliharaan seorang
miskin untuk makan malamnya. Namun cerita itu menjadi sangat
jelas saat Nabi Natan dengan terus terang berkata kepada
Daud, "Engkaulah orang itu!" (2Samuel 12:7).
Kita sering membaca Alkitab tanpa melihat gambaran diri
sendiri di dalamnya. Kita cenderung melupakan bahwa Alkitab
"dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita" (1Korintus
10:11). Adakah Anda melihat gambaran diri Anda dalam bacaan-bacaan Kitab Suci? Sudah berapa lamakah Anda sadar bahwa ayat-ayat itu merupakan surat-surat pribadi dari Allah untuk Anda?
--MRDII
ALKITAB MEMBERI GAMBARAN
TENTANG SIAPA KITA SEBENARNYA
|