Bacaan : Hagai 1
Saya mengunjungi sebuah gereja yang sudah harus diperluas
sejak beberapa tahun yang lalu. Banyak anggota dari gereja
itu keinginan untuk mulai membangun. Mereka bahkan sudah siap
mengajukan rancangannya. Namun sejumlah anggota gereja lain
merasa bahwa belum tiba saatnya mereka membangun karena
gereja belum mampu mengumpulkan dana untuk membiayai proyek
itu.
Saat mengerjakan pekerjaan Allah, kehendak-Nya dan
penentuan waktu-Nya merupakan faktor yang sangat penting.
Orang Israel pada masa Hagai menghadapi persoalan yang sama
dalam hal membangun kembali Bait Suci. Setelah bertahun-tahun
dalam pembuangan di Babel, mereka kembali ke Yerusalem.
Dengan perintah Allah, mereka memulai pembangunan itu (kira-kira 15 tahun sebelum nubuat Nabi Hagai). Namun kemudian,
karena rasa cemat dan takut, mereka berhenti (Ezra 4). Dengan
berlalunya hari-hari dan tahun-tahun, mereka beralasan bahwa
kegiatan itu berhenti karena memang belum waktunya mereka
membangun (Hagai 1:2). Omong kosong! Masalah yang sebenarnya
adalah mereka terlalu sibuk mencari kenyamanan bagi diri
sendiri, yakni membangun rumah-rumah mereka sendiri (Hagai
1:4), sehingga tidak dapat memberikan waktu atau upaya untuk
membangun rumah Allah.
Kita harus hati-hati agar jangan sampai terlalu sibuk
membangun "rumah-rumah" kita sendiri (secara fisik ataupun
keuangan) sampai-sampai kita mengabaikan pekerjaan Allah.
Marilah kita senantiasa melakukan pekerjaan-Nya menurut waktu
yang telah ditentukan-Nya, sesuai perintah-Nya --DCE
SEKARANG ADALAH WAKTU YANG TEPAT
UNTUK MELAKUKAN KEHENDAK ALLAH
|