Bacaan : Lukas 2:21-35
Cucu saya Melanie, berkeliling dan melihat-lihat di
seputar ruang tamu. Lalu ia memperhatikan seperangkat hiasan
Natal milik neneknya. Salah satunya berupa palungan kayu
zaitun kecil yang terletak di atas meja untuk minum kopi.
Melanie datang mendekat dan terdiam beberapa saat. Lalu ia
mengambil patung Yesus dalam palungan itu dengan kedua
tangannya yang mungil dan mendekapnya. Sambil memejamkan mata
ia berkata, "Bayi Yesus, tidurlah," lalu ia menimangnya.
Diantara hiasan-hiasan kecil dan kado-kado, patung Yesus
dalam palungan kecil itu paling menarik Melanie.
Airmata saya berlinang dan saya merasakan sesuatu yang
sangat aneh, suatu emosi yang sangat kuat. Saya tak dapat
menceritakan apa yang saya rasakan atau mengapa saya sangat
terharu, namun yang jelas sesuatu yang sangat berarti terjadi
dalam diri saya.
Belakangan saya menyadari mengapa saya begitu terharu saat
itu. Kejadian itu mengingatkan saya akan sikap seperti
anak-anak yang kerap muncul saat kita menerima dengan iman hadiah
Natal yang menakjubkan dari Allah, yakni Tuhan Yesus, dan
menyambut-Nya di dalam hati kita.
Ada sebuah lagu yang sering dinyanyikan anak-anak dan
orang dewasa tentang hal itu:
Mari masuk, mari masuk;
Masuk hatiku, ya Yesus;
Datang sekarang, datang tinggal,
Dalam hatiku, ya Yesus. --Clarke
Sudahkah Anda mengundang Dia masuk ke hati Anda? --DHR
NATAL MEMBAWA MAKNA BARU
SAAT KITA MELIHAT SANG JURUSELAMAT DALAM PALUNGAN
|