Bacaan : Lukas 2:1-7
Pada awal abad ke-19, dunia yang telah letih berperang
memperhatikan dengan cemas barisan tentara Napoleon.
Sementara itu berlangsung, banyak bayi dilahirkan.
Pada tahun 1809, di tengah-tengah pertempuran antara
Trafalgar dan Waterloo, William E. Gladstone dilahirkan di
Liverpool, Inggris; Alfred, Lord Tennyson dilahirkan di
Somersby, Inggris; Oliver Wendell Holmes dilahirkan di
Cambridge, Massachusetts; Felix Mendelssohn dilahirkan di
Hamburg, Jerman; dan Abraham Lincoln dilahirkan di
Hodgenville, Kentucky. Saat itu pikiran semua orang
disibukkan dengan peperangan, bukan dengan kelahiran
bayi-bayi tersebut. Namun hampir 200 tahun kemudian, manakah yang
memberikan sumbangan yang lebih banyak pada sejarah --
peperangan ataukah bayi-bayi itu?
Demikian pula dengan kelahiran Yesus. Penduduk Betlehem
tidak menyangka bahwa Anak Allah sedang tertidur di kota
mereka yang kecil. Hanya beberapa gembala yang datang
melihat-Nya, kemudian mereka meninggalkan kandang tempat
kelahiran-Nya untuk memuliakan Allah.
Kita pun perlu melihat kembali beberapa hal yang
mengagumkan dan ajaib dari kedatangan bayi Yesus ke dalam
dunia! Dia datang ke dalam dunia yang telah rusak oleh
peperangan karena kepentingan diri dan dosa untuk menggenapi
satu tujuan, yakni untuk mati sebagai kurban atas dosa-dosa
kita. Pengampunan yang Dia tawarkan akan memenuhi kebutuhan
hati kita yang paling dalam. Sungguh, Yesus adalah hadiah
untuk segala zaman. Sudahkah Anda menerima hadiah itu dengan
iman? --DJD
TAK ADA HADIAH YANG LEBIH DIBUTUHKAN DUNIA YANG HAMPIR BINASA
SELAIN SANG JURUSELAMAT PEMBERI KEHIDUPAN
|