Bacaan : Lukas 2:8-20
Beberapa tahun lalu istri saya dan saya mengajak cucu-cucu
kami ke Festival Pohon Natal, sebuah acara lokal yang
diramaikan oleh banyak perusahaan dan organisasi. Mereka
bersaing dalam menghias pohon Natal dengan kategori hias yang
berbeda. Pohon-pohon Natal yang ditampilkan di sana sangat
bagus.
Kami terpesona dengan keindahan hiasan pohon-pohon itu
saat berpindah dari pohon yang satu ke pohon lainnya, sambil
menunjuk-nunjuk dan berseru kagum. Namun salah satu cucu
kami, Melissa, tiba-tiba kehilangan minat dengan pohon-pohon
itu. Saat tiba pada sebuah palungan kecil, ia berhenti,
terpaku. Tidak ada hal lain yang memikat hatinya selain bayi
di dalam palungan itu.
Kami berusaha mengajaknya meneruskan perjalanan sebab kami
ingin melihat pohon-pohon yang lain. Namun ia seakan-akan tak
mau pergi, bahkan ingin mendekat walaupun ada pita terentang
di sekitar palungan agar jauh dari jangkauan tangan
pengunjung.
Akhirnya ia mau pergi juga meski dengan berat hati. Sambil
berjalan ia menoleh ke belakang untuk sekilas melihat
palungan di antara pohon-pohon Natal itu. Saat akan
meninggalkan gedung, ia meminta untuk sekali lagi "melihat
bayi itu." Akhirnya kami kembali ke pameran dan menungguinya
menatap bayi Kristus itu.
Sementara Melissa mengagumi bayi itu, saya sungguh-sungguh
mengagumi kesederhanaannya. Tidak seperti Melissa, saya
sering lalai memperhatikan Kristus karena lebih terpikat pada
keindahan pohon-pohon Natal itu. Saya berdoa: "Jadikanlah aku
anak-anak lagi ya Tuhan, paling tidak untuk malam ini" --DHR
ALLAH MEMBUKA HATI-NYA BAGI DUNIA
SAAT YESUS DILAHIRKAN
|