Bacaan : 2Korintus 9:6-15
Sejarah sering dilukiskan sebagai suatu rangkaian
malapetaka. Namun 7 jilid karya Thomas Cahill yang sudah
dipersiapkan dengan cermat, berjudul Hinges of History (Poros
Sejarah) mencoba "menceritakan ulang kisah tentang para
pemberi yang hebat dari dunia Barat. Bukunya yang ke-3
menceritakan tentang Yesus dari Nazaret yang oleh Cahill
disebut "tokoh utama dalam peradaban dunia Barat." Apakah
Yesus memberi pengaruh besar di dunia? Kesimpulan Cahill
adalah: ya!
Selama masa Natal, kita berusaha memberi sebuah hadiah
yang akan berpengaruh dalam kehidupan seseorang. Namun sering
kali hadiah-hadiah kita tidak cukup membawa pengaruh.
Mengapa? Mungkin karena kita belum belajar tentang seni
memberi dari Bapa surgawi.
Dalam Yohanes 3:16 tertulis, "Karena begitu besar kasih
Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang
tunggal." Ungkapan injil yang sederhana namun penuh kekuatan
itu ingin mengatakan kepada kita bahwa karena kasih-Nya,
Allah memberikan diri-Nya sendiri. Sebab itu tidaklah
mengherankan bila kita berseru, "Syukur kepada Allah karena
karunia-Nya yang tak terkatakan itu!" (2Korintus 9:15).
Apa pun yang kita berikan, baik sebuah lukisan tangan atau
masakan buatan sendiri, kita harus selalu turut memberikan
diri kita bersama hadiah itu. Inilah semangat kasih yang
mengandung kekuatan dan pengharapan yang dapat mengubahkan
kehidupan seseorang.
Jika Natal kali ini kita awali dengan kasih dan kesediaan
untuk memberi diri, maka hal ini akan membawa pengaruh dalam
kehidupan orang lain --DCM
PEMBERIAN YANG TERBAIK ADALAH
PEMBERIAN YANG DISERTAI DENGAN HATI
|