Bacaan : 2Korintus 8:1-15
Setelah kebakaran besar di Chicago pada tahun 1871, D.L.
Moody berangkat ke New York untuk mengumpulkan dana bagi para
korban. Setibanya di sana, ia diperkenalkan kepada seorang
laki-laki kaya yang dikenal sangat dermawan. Tergerak oleh
kebutuhan dana yang besar di Chicago, ia memberi Moody
selembar cek yang bernilai besar uang. Lalu ia memperkenalkan
penginjil itu kepada beberapa orang di daerahnya, yang juga
memberi sumbangan besar.
Saat akan meninggalkan kota New York, Moody menyalami
tangan dermawan itu dan mengucapkan kata perpisahan: "Jika
Anda datang ke Chicago, pastikan untuk menghubungi saya. Saya
akan membalas pertolongan Anda." Sang dermawan itu menjawab,
"Pak Moody, jangan menantikan kedatangan saya. Jika Anda
ingin membalas pertolongan saya, balaslah kepada orang
pertama yang Anda temui dalam perjalanan." Komentar Moody
terhadap pengalaman itu, "Saya tidak pernah melupakan kata-katanya. Ia bersikap seperti orang Samaria yang baik hati."
Orang itu adalah tipe pemberi yang menyenangkan hati
Allah. Karena hatinya tergerak melihat kebutuhan orang lain,
ia bersedia memberikan hartanya untuk meringankan penderitaan
mereka. Ia tidak memberi untuk mencari perhatian atau
memuaskan keakuannya. Ia juga tidak memberi "dengan sedih
hati atau karena paksaan," tetapi dengan sukacita (2Korintus
9:7).
Kita boleh yakin bahwa kita akan mendapatkan banyak
manfaat saat kita mau memberi, sebab Tuhan Yesus telah
berkata, "Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima"
(Kisah Para Rasul 20:35) --RWD
KEBAHAGIAAN TERBESAR ADA PADA SESEORANG
YANG MEMBERI DENGAN RELA DAN TIDAK MENGHARAPKAN BALASAN
|