Bacaan : Galatia 5:13-26
Dalam sebuah artikel di Atlanta Journal-Constitution yang
berjudul "Hassled For The Holidays" (Pertengkaran Selama
Liburan), Bill Hendrick menggambarkan ketegangan-ketegangan
yang terjadi pada masa Natal. Ia menulis bahwa bagi jutaan
orang, pulang ke rumah untuk liburan telah menjadi sesuatu
yang sulit, sebuah siksaan yang penuh ketegangan. Para pria
dan wanita dewasa tanpa sadar harus kembali pada peran mereka
sebagai anak-anak, pada orangtua yang suka memerintah seperti
raja, dan pada anggota keluarga lain . yang ikut menentukan
semua keputusan.
Bahkan dalam keluarga yang terbaik sekalipun, reuni
keluarga selama liburan dapat menjadi saat yang penuh dengan
ketegangan bila kita tidak dapat merasakan damai sejahtera.
Namun Galatia 5 menyatakan bahwa sebagai manusia baru di
dalam Kristus, kita diberi kebebasan untuk menentukan segala
pikiran dan tindakan, di mana pun kita berada. Jika kita
hidup menurut keinginan daging yang penuh dosa, hasilnya
adalah "perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah,
kepentingan diri sendiri, percideraan" (ayat 20). Namun jika
Roh Kudus menguasai kita, kita dapat menunjukkan "kasih,
sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri" (ayat 22-23).
Saat kita berkumpul bersama keluarga kita, buah Roh ini dapat
terlihat bila kita saling melayani dalam kasih (ayat 13).
Banyak orang merindukan adanya "damai di bumi dan
perbuatan baik terhadap sesama" selama masa Natal. Bawalah
semuanya itu pulang bersama kita, dan dengan kuasa Roh Kudus
bagikanlah anugerah damai sejahtera Allah kepada keluarga dan
para sahabat --DCM
BILA ANDA INGIN MENJADI PEMBAWA DAMAI
BIARKAN DAMAI KRISTUS MENGUASAI HATI ANDA
|