Bacaan : Matius 1:18-25
Saat Allah menunjukkan kebaikan-Nya, Dia senang bila kita
menanggapinya dengan sukacita. Sebagai contoh, saat Allah
mengembalikan bangsa Israel dari pembuangan, Dia meminta
mereka mengadakan sebuah perayaan untuk memperingati
pembangunan kembali Bait Allah dan tembok-tembok Yerusalem
(Nehemia 8). Dan mereka benar-benar merayakannya!
Jika Allah menghendaki bangsa Israel bergembira karena
kebaikan-Nya, mungkinkah Dia menghukum kita bila kita
merayakan Natal dengan antusias? Bukankah salah satu pesan
malaikat kepada para gembala adalah "kesukaan besar"? (Lukas
2:10).
Memang benar Alkitab tidak meminta kita merayakan hari
kelahiran Yesus. Kita bahkan tidak tahu tanggal kelahiran-Nya
yang pasti, banyak hal mengenai masa itu berlatar belakang
penyembahan berhala. Namun tidaklah salah untuk merayakannya,
asalkan Kristus tetap menempati tempat yang terpenting dalam
hidup kita. Kita tidak lagi memberhalakan tumbuh-tumbuhan
tertentu yang biasa dipakai sebagai hiasan Natal seperti
halnya kita juga tidak menghubungkan hari Minggu dan Senin
dengan hari-hari penyembahan dewa matahari dan bulan.
Sekalipun orang-orang tak percaya merayakan hari itu untuk
tujuan lain, bukan berarti kita tidak dapat menikmati
perayaan itu.
Tempatkan Kristus di tempat yang terutama dalam hati Anda.
Rayakan kelahiran-Nya. Nyanyikan lagu-lagu yang riang.
Berkumpullah dan bersukacitalah dengan keluarga. Jadikanlah
waktu belanja sebagai saat untuk mengingat kebaikan Allah.
Bila kita mengasihi Yesus, Dia pun memberkati perayaan kita --HVL
KITA DAPAT MENIKMATI NATAL
SEBAB KITA MENGENAL SUKACITA DALAM KRISTUS
|