Bacaan : Yesaya 1:13-17
Ibu dari empat anak itu pergi menemui seorang konselor
karena ia merasa telah menjadi orang yang gagal. Mulanya ia
mengikuti pelatihan untuk melayani dan berharap dapat
melayani Tuhan sebagai seorang utusan Injil di luar negeri.
Namun ia malah jatuh cinta dan menikah dengan seorang duda
beranak empat. Kemudian karena sibuk mengurusi rumah
tangganya, ia tak dapat menunaikan pelayanan formalnya. Dan
wanita itu salah menyimpulkan dengan berpikir bahwa Allah
telah menghukumnya sehingga ia tidak jadi melayani ke luar
negeri.
Seorang konselor Kristen menunjukkan kepadanya sebuah ayat
dalam Mikha 6:8, yang berbunyi, "Apakah yang dituntut Tuhan
dari padamu?" dan secara langsung pertanyaan itu dijawab,
"Berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah
hati di hadapan Allahmu." Hal-hal itu ternyata dapat ia
lakukan tanpa harus pergi ke ladang misi di luar negri. Dan
benar, ia berhasil melakukannya.
Pengalaman tersebut mengingatkan kita pada nasihat Martin
Luther kepada orang-orang yang percaya bahwa mereka dapat
menyenangkan Allah dengan mengadakan perjalanan ke tempat-tempat suci: "Biarkanlah orang-orang pergi berziarah jika
mereka berpikir bahwa mereka harus melakukan hal itu; namun
ingatkan mereka bahwa Allah dapat dilayani 1.000 kali lebih
baik hanya dengan tinggal di rumah dan memberikan uang yang
akan dipakai untuk berziarah kepada istri dan anak-anaknya
serta memikul bebannya dengan penuh kesabaran."
Ingatlah, Allah menuntut keadilan, kesetiaan, dan
kerendahan hati-di mana pun kita berada --VCG
APA YANG ALLAH TUNTUT DARI KITA
SESUNGGUHNYA SUDAH ALLAH SEDIAKAN
|