Bacaan : Kisah Para Rasul 16:25-34
Selama berlangsungnya perang di Kosovo pada tahun 1999,
tiga tentara Amerika ditangkap dan disandera selama lebih
dari satu bulan. Setelah dilakukan negosiasi yang
menegangkan, didapatlah suatu kesepakatan dan tawanan pun
dibebaskan.
Roy Lloyd adalah seorang utusan yang menjamin pembebasan
ketiga tentara itu. Ia melaporkan, "Ketiga tentara muda itu
sangat religius. Salah seorang dari mereka, Christopher
Stone, tidak bersedia pergi sebelum diizinkan menemui tentara
yang menjaganya selama ia ditawan, dan berdoa untuknya."
Tentara muda tersebut memahami prinsip-prinsip yang
diajarkan Yesus. Ia bisa saja marah terhadap keadaan yang
dialaminya dan membenci orang yang menangkapnya. Ia bisa saja
memenuhi hatinya dengan kebencian dan dendam. Ia bisa saja
terbakar oleh api kemarahan karena segala kesulitan yang
dialaminya. Namun dengan menaati perintah Yesus (Matius 5:44)
serta teladan Paulus dan Silas di Filipi (Kisah Para Rasul
16:25-34), ia mengampuni orang yang menawannya bahkan
melayaninya.
Di dunia ini, balas dendam merupakan hal yang wajar. Namun
orang-orang percaya dipanggil untuk melakukan hal yang
berbeda. Kita harus berdoa untuk orang-orang yang menganiaya
kita, mengampuni mereka, dan melayani mereka.
Prinsip-prinsip Yesus memang merupakan suatu tantangan
bagi para pengikut-Nya, namun dengan pertolongan Roh Kudus
yang hidup di dalam kita, kita dapat memilih untuk memiliki
hati yang mau mengampuni --DCE
KITA TIDAK AKAN PERNAH MENJADI SERUPA DENGAN KRISTUS
JIKA KITA BELUM MAU MENGAMPUNI
|