Bacaan : Wahyu 3:7-13
Bagi banyak orang, kunci kendaraan menandakan kemerdekaan
dan kebebasan. Oleh karena itu, jika seseorang tidak dapat
lagi mengendarai kendaraan sendiri, itu sangatlah memalukan.
Bayangkan betapa beratnya jika harus menyerahkan hak yang
berharga untuk bepergian kapan pun dan ke mana pun sesuka
kita.
Teman saya, Gary, tidak dapat lagi mengendarai kendaraan
sejak usia 26 tahun sendiri setelah operasi tumor di otaknya
mengakibatkan ia sering mengalami serangan epilepsi. Karena
gangguan ini pula, dalam jangka waktu enam bulan setelah itu
izinnya untuk menerbangkan pesawat jet supersonik dicabut. Ia
sangat sedih, namun imannya memampukan dirinya untuk menerima
keterbatasan itu sebagai kesempatan untuk mengenal Kristus
secara lebih dekat. Akhirnya ia memahami bahwa hubungannya
dengan Yesus lebih penting daripada hak atau harta benda apa
pun.
Dalam kitab Wahyu, Kristus yang telah dibangkitkan
memperkenalkan diri kepada jemaat di Filadelfia sebagai "yang
memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat
menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka"
(Wahyu 3:7). Tuhan Yesus-lah yang memegang kunci-kunci
keselamatan dan berkat.
Tatkala kunci-kunci kendaraan yang bersifat sementara dan
akhirnya tak dapat kita gunakan lagi dibandingkan dengan
kunci-kunci kekal yang Kristus pegang, maka kita akan sujud
di kaki-Nya dan bersyukur atas apa yang Dia buat. Yesus
sendiri yang akan membuka pintu bagi segala sesuatu yang
benar-benar berarti --DCM
MENERIMA KEHENDAK ALLAH
BERARTI MERASAKAN DAMAI SEJAHTERA-NYA
|