Bacaan : Kisah Para Rasul 2:14,22-39
Artikel utama dalam majalah Life pada bulan Desember 2000
1999 memuat gambaran yang umum dan akurat mengenai
Kekristenan pada 2.000 tahun pertama. Artikel itu
menggambarkan tentang Yesus dan pelayanan-Nya yang penuh
kuasa, menyatakan pertumbuhan gereja apostolik yang luar
biasa, dan memaparkan Injil yang ditulis antara tahun 60 dan
85 Masehi. Namun artikel tersebut tidak pernah menyebutkan
mengenai kebangkitan Yesus. Padahal tanpa hal tersebut, tak
mungkin ada kekristenan.
Jika para rasul tidak percaya bahwa Yesus telah bangkit
dari kematian, mereka tak akan pernah diubahkan dari kumpulan
para pengecut menjadi para saksi yang bersedia menderita dan
mati demi memberitakan Injil.
Seseorang yang tidak percaya pernah menyatakan kepada saya
bahwa sesuatu pasti telah terjadi sehingga para rasul percaya
bahwa Yesus telah mengalahkan maut. Namun orang itu begitu
yakin bahwa kebangkitan dari kematian adalah hal yang
mustahil sehingga ia menolak untuk mempercayainya.
Sebenarnya respon seperti itu justru tidak masuk akal.
Rasul Paulus bertanya kepada orang-orang yang mempunyai
pendirian sama dengan orang tadi, "Mengapa kamu menganggap
mustahil, bahwa Allah membangkitkan orang mati?" (Kisah Para
Rasul 26:8). Mengapa? Mempercayai injil adalah langkah iman
yang masuk akal. Kita harus berkata "Amin!" dengan sungguh-sungguh terhadap ucapan Petrus yang penuh kemenangan, "Yesus
inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami
semua adalah saksi" --HVL
KUBUR KOSONG ADALAH PONDASI
TEMPAT IMAN KITA DIBANGUN
|