Bacaan : Yeremia 2:26-37
Pernahkah Anda memperhatikan reaksi orang-orang terhadap
tragedi? Orang-orang yang tidak beragama sekalipun akan
mencoba untuk mencari pertolongan Allah yang sebelumnya
mereka abaikan. Menurut catatan peristiwa, kecelakaan
pesawat, banjir, angin ribut, atau taufan sering kali membuat
orang berseru memohon pertolongan Tuhan.
Sungguh menyenangkan membayangkan bahwa Bapa surgawi
sedang menunggu saat-saat kepanikan seperti itu agar Dia
dapat mengirimkan pertolongan darurat dari surga untuk
menyelamatkan kita. Namun Alkitab menyatakan hal yang
berbeda. Melalui Yeremia, Tuhan menantang umat-Nya yang
sedang tertimpa malapetaka untuk meminta pertolongan kepada
berhala-berhala yang mereka sembah. Dia ingin mereka sadar
bahwa mempercayai dewa-dewa palsu adalah tindakan yang sia-sia.
Tuhan mengajukan pertanyaan yang sama kepada kita. Saat
kita dalam kesukaran, Dia seolah bertanya, "Mengapa kau
berseru kepada-Ku sekarang? Di manakah pahlawan olahraga dan
bintang film idolamu? Mengapa kau tidak mencari pertolongan
dari televisi, bergantung pada gajimu, menenangkan diri
dengan bantuan hartamu, atau mengandalkan kartu kreditmu?
Biarlah dewa-dewa yang selama ini telah kaulayani dengan
setia melayanimu sekarang!"
Allah tidak suka kita mempercayai dewa-dewa palsu
sekaligus masih mengharapkan perlindungan Allah dalam
kesukaran. Dia akan bermurah hati memberikan pengampunan jika
kita benar-benar bertobat. Dia pun menawarkan pengharapan dan
pertolongan bagi mereka yang mau belajar bergantung kepada-Nya setiap saat --MRDII
MEREKA YANG BERJALAN BERSAMA ALLAH
SELALU MENDAPATI BAHWA ALLAH DI DEKAT MEREKA
|