Bacaan : Lukas 16:1-15
Pengajaran Tuhan mengenai uang dalam Lukas 16 masih aktual
untuk dijadikan berita di surat kabar dewasa ini. Beberapa
orang Farisi mendengarkan Yesus saat Dia menyampaikan
perumpamaan tentang hamba yang tidak setia. Dia berkata,
"Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."
Orang-orang Farisi mencemooh hal ini, karena mereka adalah
hamba uang. Namun Yesus menanggapi, "Apa yang dikagumi
manusia, dibenci oleh Allah" (ayat 15).
Seorang penulis bernama Wayne Jacobsen menunjukkan bahwa
kata dibenci, yang digunakan Yesus di atas tidak mengacu pada
pelanggaran susila yang kotor. Dia menujukan kata itu pada
kecintaan orang-orang Farisi pada harta duniawi. Banyak orang
pada masa kini berbuat demikian, padahal itu menjijikan bagi
Allah.
Untuk membantu mengalihkan perhatian kita dari uang, Ken
Gire menulis doa berikut: "Yesus, tolonglah saya pada hari
ini untuk melihat dengan jelas bahwa pada suatu hari kelak
saya akan mati. Kini saya telah melihat dengan cukup jelas
apa yang dianggap sangat berharga bagi manusia. Berilah saya
mata yang dapat melihat apa yang Kauanggap berharga." Apakah
yang berharga di hadapan Allah? Orang-orang yang membutuhkan
-- orang miskin, orang kelaparan, orang yang tidak mempunyai
tempat tinggal, orang sakit, orang yang kesepian, dan para
narapidana (Matius 25:34-40). Menghargai seseorang berarti
mendengarkan, memahami, dan memenuhi kebutuhan mereka.
Apakah perhatian kita teruju pada nilai-nilai duniawi,
ataukah pada nilai-nilai Allah yang kekal? --JEY
LEPASKANLAH HAL-HAL YANG BERSIFAT DUNIAWI
DAN PEGANGLAH HAL-HAL YANG BERSIFAT KEKAL
|