Bacaan : Mazmur 53
Tahun 1960-an dikenal sebagai tahun pemberontakan anak
muda. Namun sebenarnya sejak kejatuhan Adam di Taman Eden,
banyak orang dari segala tempat dan usia memberontak melawan
kekuasaan--orangtua, pemerintahan, bahkan juga terhadap
Tuhan.
Orang bodoh, yang dimaksud dalam Mazmur 53:2, adalah orang
yang menyangkal kekuasaan Allah atas hidupnya. Orang pada
masa kini juga melakukan hal yang sama dalam hati dan
perbuatan mereka.
Yang jelas, pemberontakan hanya membawa kerugian.
Pemberontakan terjadi karena kekosongan hati, dan sering kali
membawa orang pada kecanduan alkohol, obat-obat terlarang,
praktek-praktek keagamaan yang menyimpang, pelanggaran
susila, kehancuran rumah tangga, berbagai penyakit yang tak
tersembuhkan, dan keputusasaan. Yang menyedihkan, banyak
orang harus membayar mahal karena lebih mementingkan
"jalanku" daripada "jalan Allah."
Pemazmur menggambarkan bagaimana Allah melihat
pemberontakan orang-orang fasik, serta permusuhan mereka
terhadap umat-Nya, dan bagaimana Allah memporak-porandakan
mereka (Mazmur 53:6). Bagaimanapun juga, orang-orang yang
"menghina hikmat dan didikan" (Amsal 1:7) akan membayar harga
yang mahal.
Hidup dengan anggapan seolah-olah Allah tidak ada adalah
tindakan bodoh, karena hal itu akan membawa kita pada
kepedihan, keputusasaan, dan kematian kekal. Sebaliknya,
hidup dalam "takut akan Tuhan" adalah bijaksana, karena hal
ini akan membawa kita pada kepuasan, kebahagiaan, dan
kehidupan kekal. Ya, Anda harus membuat keputusan.
Tentukanlah pilihan dengan bijak! --HVL
ORANG YANG BENAR-BENAR BIJAKSANA
ADALAH ORANG YANG TUNDUK PADA HIKMAT ALLAH
|