Bacaan : Kolose 1:19-29
Dalam zaman yang mementingkan kesenangan ini, banyak orang
berpikir bahwa orang beriman semestinya tidak mengalami
penderitaan. Namun menurut penulis George MacDonald, "Anak
Allah telah menderita hingga mati. Bukan berarti manusia
tidak mungkin menderita, tetapi mereka bisa mengalami
penderitaan seperti yang dialami-Nya."
Dalam Kolose 1:24, Rasul Paulus berkata bahwa penderitaan-penderitaannya menggenapkan "apa yang kurang pada penderitaan
Kristus." Ini bukan berarti bahwa kematian Kristus tidak
cukup untuk menyelamatkan kita. Ia menyatakan bahwa menderita
bagi Tuhan adalah bagian dari mengikut Dia. Selama kita hidup
untuk Kristus dan menyatakan pengurbanan-Nya pada dunia yang
terhilang, kita akan mengalami penderitaan.
Betapa menakjubkan teladan Rasul Paulus bagi kita! Ia
tidak mengasihani diri sendiri, tapi justru bersukacita dalam
penderitaannya bagi Kristus dan pengikut-pengikut-Nya. Ia
tahu bahwa kesakitan dan penderitaannya tidaklah terlalu
besar jika dibandingkan dengan hak istimewa yang ia terima
untuk menjadi berkat bagi orang lain.
Seorang penulis nyanyian pujian, Frances Ridley Havergal,
berbicara mengenai penyakit yang dialaminya demikian, "Setiap
orang mengasihani saya kecuali diri saya sendiri." Lalu ia
menambahkan, "Karena saya melihatnya dalam terang Kalvari."
Ya, bahkan mereka yang menderita kelemahan fisik dapat
memuliakan Allah dan mendorong orang lain untuk melakukan hal
yang sama.
Wajarlah bila kita menerima penderitaan selama melayani
Tuhan--itulah panggilan hidup dan pelayanan kita --JEY
PANGGILAN UNTUK MELAYANI KRISTUS
MENCAKUP PANGGILAN UNTUK MENDERITA BAGI KRISTUS
|