Bacaan : Mazmur 31:10-25
Saat saya mengerjakan riset untuk suatu tugas penulisan
makalah, saya mewawancarai 24 orang yang pernah menjadi tahanan
selama Perang Dunia II. Meskipun mereka belum pernah dianiaya
secara fisik, namun mereka menderita kelaparan, kedinginan,
perpisahan, kehilangan hak pribadi, dan suatu ketidakpastian yang
mencekam akan apa yang ada di hadapan mereka. Tak seorang pun
dari mereka dapat berbicara tentang kebebasan tanpa berurai
airmata.
Saya bertanya kepada mereka, "Bagaimana pengaruh pengalaman
Anda semasa di penjara terhadap kehidupan Anda?" Semua mengatakan bahwa selama mereka dalam penjara, Allah mengajarkan hal-hal
yang mempersiapkan mereka untuk berkarya dalam kehidupan. Namun
ketika saya bertanya apakah mereka bersedia kembali ke penjara
dengan sukarela, satu per satu mereka menjawab, "Tidak!"
Kebanyakan dari kita tidak akan memilih situasi yang sukar
untuk dapat belajar mempercayai Allah. Karena itu, dalam hikmat-Nya yang sempurna, Dia sering memimpin kita ke dalam situasi-situasi yang dapat menguatkan iman kita.
Pemazmur mengalami kasih setia Allah yang ajaib tatkala
berada di sebuah kota yang dikepung musuh (Mazmur 31:22). Ketika
ia dikepung dan dihadang musuh, ia kuatir hal yang terburuk akan
terjadi, tetapi Tuhan memberinya kekuatan dan pengharapan (ayat
23).
Allah memakai pengalaman-pengalaman "dalam penjara" untuk
mengajarkan kepada kita pelajaran-pelajaran rohani yang tidak
dapat kita pelajari dengan cara lain. Oleh karena itu, kita patut
memuji dan mempercayai-Nya dalam segala keadaan --DCM
All God\'s testings have a purpose --
Someday you will see the light;
All He asks is that you trust Him,
Walk by faith and not by sight. --Zoller
ALLAH MEMAKAI SAAT-SAAT KEJATUHAN KITA
UNTUK MEMBANGKITKAN KITA
|