Bacaan : Mazmur 63
Tidak mudah bagi kita untuk menaikkan pujian tatkala sedang
bergumul dengan suatu masalah. Namun, mengagungkan Tuhan di kala
sedang bermasalah merupakan salah satu aspek penting dari pujian.
Pemazmur Daud dengan jelas memahami dan mempraktekkan hal
ini. Ia menulis Mazmur 63 di padang gurun, dalam pelariannya dari
orang-orang yang menginginkan nyawanya. Pengkhotbah Inggris
Charles Spurgeon (1834-92) menyebut pujian itu sebagai "pujian di
padang gurun." Mazmur yang menembus segala zaman itu berlaku bagi
setiap orang percaya yang mengalami keadaan yang sedemikian sulit
hingga hidupnya bagaikan di padang gurun.
Spurgeon menggambarkan nyanyian pujian Daud tersebut sebagai
berikut: Delapan ayat pertama mengungkapkan kerinduannya dan
kepercayaannya kepada Allah; dan tiga ayat berikutnya menubuatkan
kekalahan musuh-musuhnya. Dalam ayat 2-9, kita mendapati tidak
kurang dari 16 pernyataan kasih dan iman, yang menunjukkan
bagaimana Daud meyakini Allah sebagai Allahnya. Daud berkata, "Ya
Allah, Engkaulah Allahku" (ayat 2), "Kasih setia-Mu lebih baik
daripada hidup" (ayat 4), "Dalam naungan sayap-Mu aku
bersorak-sorai" (ayat 8), "Tangan kanan-Mu menopang aku"
(ayat 9).
Apakah Anda sedang terhimpit masalah dan ingin agar Allah
membebaskan Anda supaya Anda dapat memuji-Nya? Seperti Daud,
mengapa Anda tidak lebih dulu menaikkan pujian kepada Allah
sehingga Anda dapat meraih kemenangan? Pujilah Allah saat ini
juga! --JEY
Through all the changing scenes of life,
In trouble and in joy,
The praises of my God shall still
My heart and tongue employ. --Tate
TIADA WAKTU YANG LEBIH BAIK UNTUK MEMUJI ALLAH SELAIN SAAT INI
|