Dear e-Reformed Netters,
Tak lama lagi, kita akan merayakan Paskah. Saya berharap artikel yang
saya kirimkan ini dapat menolong kita semua untuk mempersiapkan hati
merenungkan kasih Allah yang luar biasa bagi kita, umat pilihan-Nya.
Ada banyak orang Kristen yang mungkin merayakan Paskah sekadar sebagai
tradisi gereja saja. Kristus dipandang hanya sebagai "Pahlawan"
kemanusiaan, bahwa Ia rela mati untuk manusia secara umum. Kita ikut
senang karena kita adalah anggota dari manusia secara umum. Karena
itu, perayaan Paskah acap kali menjadi sangat "impersonal". Namun,
pernahkah Anda sungguh-sungguh merenungkan bahwa secara khusus Kristus
datang, menanggung sengsara, dan mati adalah untuk Anda secara
pribadi? Nah, artikel di bawah ini akan memaksa Anda untuk mengetahui
kebenaran ini.
Selamat merayakan Paskah. Biarlah kebenaran bahwa Kristus telah
mengalahkan maut supaya kita dapat hidup, menjadi kekuatan kita untuk
terus hidup bagi Dia.
"Hidup bagiku adalah Kristus." (Fil. 1:21)
In Christ,
Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org >
< http://reformed.sabda.org/ >
< yulia(at)in-christ.net >
======================================================================
PENEBUSAN YANG TERBATAS
(LIMITED ATONEMENT)
Hal mendasar yang paling kontroversial dalam iman Reformed adalah
doktrin tentang penebusan yang terbatas (limited atonement). Istilah
itu sendiri kontroversial karena sepertinya menyiratkan gagasan bahwa
penebusan itu terbatas dalam kuasanya yang menyelamatkan. Tapi isi
doktrinnya mungkin lebih kontroversial daripada istilahnya. Karena
menurut doktrin iman Reformed -- bertentangan dengan sudut pandang
aliran teologi lain -- menyatakan bahwa Kristus mati hanya untuk
sejumlah orang saja.
Seperti halnya banyak orang, saya dulu memercayai gagasan umum bahwa
Kristus mati untuk semua manusia. Awalnya saya berpikir bahwa itulah
kebenaran paling logis untuk dipercayai, apalagi saat Anda melihat
fakta Alkitab yang mengatakan, "Karena begitu besar kasih Allah akan
dunia ini" (Yohanes 3:16). Pemikiran saya yang sederhana mengatakan
bahwa sesuatu yang baik seperti anugerah keselamatan pasti
menguntungkan semua manusia. Jika anugerah ini sifatnya selektif, maka
Allah tidak adil.
Namun, saat saya merenungkan isu penebusan dosa ini dengan lebih
dalam, saya menyadari bahwa pendapat saya tentang "Kristus mati untuk
semua manusia" sebenarnya tidak terlalu konsisten dengan apa yang
selama ini Alkitab ajarkan tentang natur dan desain penebusan dosa.
Pemahaman saya yang terbatas tentang penebusan dosa menghalangi saya
mengetahui kuasa dan tujuan kematian Kristus bagi para pendosa.
Sebelum kita masuk lebih dalam kepada kontroversi itu, kita perlu
memahami lebih dahulu konsep-konsep yang ada dalam doktrin penebusan.
ISTILAH PENEBUSAN (ATONEMENT)
Di Alkitab, istilah "penebusan" digunakan dalam dua hal. Di Perjanjian
Lama (PL), istilah ini berarti "menutupi, atau menyembunyikan".
Istilah yang digunakan di konteks ibadah PL merujuk pada makna
menutupi dosa seseorang. Penebusan dosa ini melibatkan penyembelihan
anak domba yang tidak bercela. Pada saat anak domba ini disembelih,
darahnya dipercikkan ke selubung emas Tabut Perjanjian untuk menghapus
murka Allah. Darah itu juga dipercikkan kepada anak domba kedua yang
kemudian dibiarkan bebas. Kebebasan ini mengindikasikan kebebasan
pendosa. Dia dibebaskan dari dosa karena hidupnya sudah ditebus oleh
darah anak domba.
Di Perjanjian Baru (PB), istilah "penebusan" digunakan di Roma 3:5
untuk kata "pendamaian". Pendamaian mencakup pemadaman murka Allah
sehingga seorang pendosa tidak perlu lagi mananggung penderitaan
akibat murka Allah terhadapnya. Hasil dari pendamaian ini adalah
anugerah pengampunan dan kebebasan. Pendosa dibebaskan dari dosa dan
diperdamaikan dengan Allah.
PENEBUSAN KRISTUS: PELUNASAN KEADILAN TUHAN YANG SUNGGUH MENYELAMATKAN
Alkitab mengatakan bahwa Yesus Kristus adalah Penebus kita. Dia adalah
Anak Domba yang tidak bercela yang digiring ke Kalvari untuk menutupi
dosa kita dengan darah-Nya. Kematian Yesus tidak terjadi karena Dia
melakukan tindak kriminal. Yesus mati sebagai penanggung dosa kita.
Dia mengambil dosa-dosa kita dan menjadi bersalah karena dosa-dosa
kita. Dan oleh karena hal ini, Dia menanggung murka Allah.
Dengan kematian-Nya, Kristus juga menghapus murka Allah. Dia melakukan
ini untuk memenuhi semua persyaratan yang Allah tetapkan untuk seorang
pendosa kembali kepada-Nya. Allah itu adil. Keadilan-Nya menuntut dua
hal dari pendosa agar dapat diperdamaikan dengan Allah. Pertama, semua
pendosa harus mati untuk dosanya. Tuhan tidak main-main dengan dosa.
Dia menghukum semua pendosa dengan maut. Kedua, pendosa yang ingin
diselamatkan dari murka-Nya harus memenuhi semua perintah hukum Allah
yang benar. Dosa adalah suatu pelanggaran terhadap hukum Allah. Dan
untuk diperdamaikan dengan Allah, seseorang harus menaati semua
perintah-perintah Allah. Jika kita dapat memenuhi dua persyaratan
tersebut, Allah akan mencabut murka-Nya atas kita.
Masalahnya sudah jelas. Semua orang telah berdosa. Tidak ada satu
orang pun yang dapat memenuhi persyaratan Allah yang sempurna. Manusia
harus menemukan penggantinya. Pengganti kita adalah Yesus Kristus.
Yesus Kristus pergi ke Kalvari untuk memenuhi tuntutan kebenaran Allah
dan untuk menarik murka-Nya atas kita. Yesus Kristus sangat cocok
untuk melakukan penebusan ini karena Dia adalah Manusia yang sempurna,
Manusia tak berdosa. Pada saat Yesus Kristus menawarkan diri-Nya
sebagai Penebus kita, Dia melakukannya sebagai Seseorang yang
menanggung dosa-dosa kita. Jadi, Yesus menggantikan kita menanggung
maut. Selain itu, saat Dia memberikan diri-Nya sendiri kepada Allah
sebagai Penebus dosa-dosa kita, Dia menampilkan diri-Nya sendiri
sebagai Seseorang yang telah memenuhi tuntutan kebenaran Allah demi
kita.
Allah dipuaskan dengan kematian Yesus. Di sepanjang hidup-Nya, Yesus
menaati mandat Bapa untuk menderita bagi umat-Nya dan menaati hukum
atas nama mereka. Dia tidak menyerah terhadap tekanan yang mendesak-
Nya untuk meninggalkan tugas-Nya. Dia memenuhi misi-Nya, bahkan saat
Dia mengetahui bahwa misi tersebut mengharuskan-Nya untuk menanggung
murka Bapa. Yesus berhasil menuntaskan misi tersebut. Di kayu salib,
Dia berteriak, "Sudah selesai." Penebusan telah terpenuhi. Arti
sesungguhnya dari hal ini adalah bahwa Yesus sungguh dan secara
efektif menghapuskan murka Allah dan membawa perdamaian antara Allah
dan manusia. Di kematian-Nya, Dia telah mencurahkan darah-Nya untuk
menutupi dosa-dosa kita sehingga Allah tidak lagi menghukum kita
dengan maut. Dalam kematian Kristus, kita sungguh-sungguh dibebaskan.
Kita dapat mengatakan bahwa penebusan-Nya efektif; yakni, penebusan
ini sungguh menyelamatkan kita dari murka Allah, karena kalau tidak,
kita pasti sudah masuk neraka.
Bahkan sebelum kita menjawab pertanyaan tentang arti luas penebusan,
yakni, "Untuk siapa Kristus mati?", kita harus yakin pada fakta bahwa
Kristus, dengan kematian-Nya, sesungguhnya memenuhi keadilan Allah
yang sempurna, dan akhirnya menebus kita dari kutuk maut. Bukti dari
hal ini adalah di Ibrani 9:12: "dan Ia telah masuk satu kali untuk
selama-lamanya ke dalam tempat yang kudus bukan dengan membawa darah
domba jantan dan darah anak lembu, tetapi dengan membawa darah-Nya
sendiri. Dan dengan itu Ia telah mendapat kelepasan yang kekal."
Ayat ini menunjukkan bahwa penebusan Kristus adalah tindakan
penyelamatan yang pasti. Ini adalah kematian yang sungguh
menyelamatkan. Ayat tersebut mengatakan bahwa Kristus telah "mendapat
kelepasan yang kekal". Kata "mendapatkan" berarti penebusan telah
tercapai dan terwujud. Salah satu versi terjemahan Alkitab menggunakan
kata "memperoleh".
Bagi non-Calvinis, penebusan hanyalah sebuah syarat. Kristus mati
hanya untuk membuat keselamatan menjadi mungkin. Kematian Kristus,
kata mereka, telah menyingkirkan segala halangan yang mencegah pendosa
untuk datang kepada Kristus. Tidak ada apa pun yang berdiri di antara
dirinya dan Kristus, kecuali ketidakmauannya sendiri.
Hal ini tidak benar. Nilai apa yang ada dalam penebusan semacam ini?
Jika penebusan hanya membentuk dasar dari keselamatan, namun tidak
memiliki kuasa untuk menyelamatkan, nilai apa yang terkandung di
dalamnya? Nilai apa yang didapat dari sebuah penebusan yang tidak
memberikan keselamatan?
Lebih tepat untuk mengatakan bahwa Kristus mati demi menghapus dosa
kita. Kristus tidak mati hanya untuk membuka jalan yang memungkinkan
penghapusan dosa dan keselamatan dapat dialami oleh para pendosa.
Kematian-Nya sungguh merupakan suatu penebusan dosa, yaitu, Dia benar-
benar mati untuk menghapus dosa-dosa kita. Meskipun kenyataan
pengampunan ini tidak dialami seorang pendosa hingga ia menerimanya
dengan iman, Kristus benar-benar menggantikan kita di kayu salib. Dosa
kita ditanggungkan pada Kristus, dan kebenaran-Nya diberikan kepada
kita. Perubahan pribadi tentu saja tidak terjadi hingga kita menaruh
iman kita pada Kristus. Namun, sebuah penggantian benar-benar terjadi
dalam alam spiritual saat Kristus berteriak, "Sudah selesai." Hal ini
terlihat abstrak. Saya akan menjelaskannya dengan sebuah contoh.
Jimmy berusia 7 tahun. Ayahnya mengirim juta ke rekening Jimmy.
Tapi karena dia masih terlalu muda untuk menggunakan uang sebanyak
itu, ayahnya mengatakan padanya bahwa dia hanya dapat menarik uangnya
pada saat ia berumur 25 tahun. Meskipun Jimmy hanya dapat memilikinya
di kehidupannya nanti, namun juta yang telah didepositokan di bank
itu sungguh ada dan nyata. Buku tabungan atas namanya benar-benar
menunjukkan saldo juta. Pada umur 7 tahun, Jimmy memiliki juta.
Namun, dia belum benar-benar menjadi seorang miliuner hingga ia dewasa
nanti.
Kematian Kristus sungguh-sungguh merupakan karya penyelamatan, di mana
benar-benar terjadi sebuah pertukaran. Murka Allah secara efektif
dihapuskan; dosa-dosa kita sungguh dilenyapkan, dan perdamaian
terjadi. Kematian-Nya bukanlah, saya katakan lagi, sebuah prasyarat,
di mana Dia hanya membuka jalan bagi para pendosa untuk kembali kepada
Allah. Iman Reformed mengajarkan bahwa di buku kehidupan Allah,
pertukaran terpenuhi saat Kristus mati di kayu salib. Pertukaran yang
sungguh terjadi ini menjamin perubahan sejati yang akan terjadi pada
saat pendosa secara sadar datang kepada Kristus untuk hidup yang baru.
Sekarang kita yakin (saya harap), bahwa kematian Kristus benar-benar
merupakan karya keselamatan, dan kita siap untuk menghadapi
pertanyaan, "Untuk siapa Kristus mati?" Pertanyaan ini adalah
pertanyaan logis yang mengikuti kesimpulan kita sebelumnya. Jika
Kristus sungguh melakukan sebuah karya penyelamatan di kayu salib,
untuk siapakah Dia menyerahkan diri-Nya untuk membawa keselamatan?
KEMATIAN KRISTUS ADALAH SEBUAH SUBSTITUSI
Alkitab selalu menggunakan istilah penggantian (substitusi) untuk
istilah penebusan dosa. Teologi Kristen mengatakan bahwa kematian
Kristus adalah kematian yang menggantikan. Ini merupakan faktor dasar
dalam menganalisa doktrin penebusan dosa yang terbatas. Dalam
kematian-Nya, Ia menanggung dosa. Tapi dosa siapa? Dia dihukum demi
kita. Tapi "kita" itu siapa?
Pertanyaan "untuk siapa Kristus mati?" adalah pertanyaan yang
menyinggung penebusan dalam arti luas. Kita harus menjawab pertanyaan
ini dengan terlebih dahulu menegaskan apa yang telah kita katakan
sebelumnya tentang natur penebusan dosa oleh Kristus. Anda ingat,
penebusan dosa merupakan karya nyata keselamatan yang membawa sebuah
transaksi yang benar-benar menyelamatkan antara Allah dan pendosa.
Kenyataan ini adalah kebenaran yang tidak dapat ditawar-tawar. Faktor
kedua yang harus dipertimbangkan adalah karakter penggantinya.
Iman Reformed memandang penebusan dosa sebagai sebuah penggantian
(substitution). Ini berarti bahwa Kristus mati untuk menggantikan
kita.
Kita semua tahu apa arti substitusi/penggantian itu. Dalam permainan
sepak bola, seorang pelatih kadang memanggil seorang pemain cadangan
untuk menggantikan pemain lain yang cedera atau permainannya buruk.
Pemain itu keluar dan pemain cadangan menggantikan tempatnya.
Kristus adalah pengganti kita di kayu salib. Dia mati menggantikan
kita. Alih-alih memaku kita di salib, Allah menyediakan pengganti bagi
kita di kayu salib dan mencurahkan murka-Nya atas-Nya. Namun di kayu
salib, Allah juga memberikan kepada kita kebenaran (righteousness)
Kristus.
Hal ini, seperti Rev. Carl Haak (seorang pendeta gereja Reformed
Protestan) katakan dalam salah satu pesannya melalui radio, adalah
sesuatu yang tidak biasa. Ketika seorang pemain cadangan dalam
olahraga menggantikan posisi pemain lain, skor yang diperolehnya tidak
diberikan pada orang yang dia gantikan. Namun, skor yang ia dapat
adalah untuk dirinya sendiri.
Namun, penggantian yang Kristus lakukan di kayu salib berbeda. Ketika
Dia mati di kayu salib, Tuhan memberikan kebenaran-Nya pada kita! Apa
yang Pengganti kita dapatkan untuk kita, diberikan-Nya kepada kita.
Dalam teologi Kristen, kita menyebut penebusan ini sebagai penebusan
yang dilakukan untuk orang lain. Alkitab menggunakan preposisi "untuk"
(dalam bahasa Yunani -- "atas nama") untuk menunjukkan natur penebusan
dosa yang substitusional dan dilakukan untuk orang lain ini.
"Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah
mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk (atas nama) semua
orang, maka mereka semua sudah mati." (2 Korintus 5:14)
"dan kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang
mati untuk (atas nama) bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita ini
binasa." (Yohanes 11:50)
"Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena
Kristus telah mati untuk (atas nama) kita, ketika kita masih
berdosa." (Roma 5:8)
"yang sudah mati untuk (atas nama) kita, supaya entah kita
berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia."
(1 Tesalonika 5:10)
"Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah
menderita untuk (atas nama) kamu dan telah meninggalkan teladan
bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya." (1 Petrus 2:21)
"Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa Ia telah
menyerahkan nyawa-Nya untuk (atas nama) kita; jadi kitapun wajib
menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita." (1 Yohanes 3:16)
Pengertian penggantian ini bukanlah pengertian asing yang ada dalam
agama dan budaya Ibrani. Dalam budaya Ibrani, ada sebuah praktik yang
sangat menarik yang disebut penebus kerabat yang bisa menggambarkan
aspek penggantian dalam penebusan dosa yang dilakukan Kristus.
Pada masa lalu, saat seorang wanita kehilangan suaminya, dia sangat
rawan sekali dirugikan dan berada dalam bahaya. Dalam masyarakat yang
menganut sistem patrilineal, di mana para pria yang berkuasa dan
bekerja, sulit bagi seorang janda mencari pekerjaan untuk memenuhi
kebutuhan rumah tangga. Dan lagi, dia juga menjadi mangsa yang empuk
bagi orang-orang jahat yang ingin mengambil keuntungan dari status
hidupnya yang inferior.
Untuk melindungi seorang janda, hukum Musa mengizinkan seorang kerabat
dekat untuk menikahinya. Kerabat pria yang akan menikahinya untuk
menyelamatkannya dari situasi berbahaya ini disebut penebus kerabat.
Kamus Alkitab Easton mencatat beberapa fakta mengenai penebus kerabat
dari Alkitab:
1) Bahasa Ibrani untuk kerabat adalah "goel". Akar makna goel adalah
menebus. Ini menyiratkan bahwa dalam pola pikir Ibrani, penebusan
dilakukan untuk menyelamatkan orang-orang tertentu.
2) "Goel" di antara kaum Ibrani, haruslah pria yang memiliki hubungan
darah terdekat.
3) "Goel" ini dibutuhkan untuk menyelesaikan beberapa kewajiban
pentingnya. Bila seseorang dalam keadaan miskin dan tidak dapat
menebus hartanya, adalah tugas kerabat untuk menebusnya (Imamat 25:25,
28; Rut 3:9, 12). Dia juga harus menebus kerabatnya yang telah menjual
diri sebagai budak (Imamat 25:48, 49).
4) "Goel" juga merupakan penuntut darah (Bilangan 35:21) bila
kerabatnya mati dibunuh.
Yang paling mengesankan adalah fakta bahwa Allah adalah "Goel" umat-
Nya, sebab Dia menebus mereka.
"Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan
membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari
perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan
dengan hukuman-hukuman yang berat." (Keluaran 6:6)
"Tetapi sekarang, beginilah firman TUHAN yang menciptakan engkau,
hai Yakub, yang membentuk engkau, hai Israel: "Janganlah takut,
sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan
namamu, engkau ini kepunyaan-Ku." (Yesaya 43:1)
"Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau
dengan kasih setia dan rahmat," (Mazmur 103:4)
Baca juga Yesaya 41:14; 44:6, 22; 48:20 dan Ayub 19:25.
Kristus adalah Penebus kerabat, "Goel", yang menebus umat Allah dari
dosa. Penulis Perjanjian Baru menerapkan kebenaran ini dalam banyak
cara. Salah satu pasal tentang hal ini terdapat dalam Roma 5.
Dalam Roma 5, Paulus membahas dua kepala umat manusia. Adam, katanya,
adalah kepala umat manusia yang telah jatuh dalam dosa. Kristus adalah
Kepala umat manusia yang sudah ditebus dan dibenarkan.
"Sebab itu, sama seperti oleh satu pelanggaran semua orang beroleh
penghukuman, demikian pula oleh satu perbuatan kebenaran semua orang
beroleh pembenaran untuk hidup. Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan
satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula
oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar."
(Roma 5:8, 19)
Ketidakpatuhan Adam telah membawa maut bagi semua yang berdosa. Ini
termasuk tiap-tiap manusia. Karena setiap manusia berdosa akibat dosa
asal yang diwariskan Adam.
Ketaatan Kristus membawa kehidupan bagi manusia yang dibenarkan dalam
kehidupan. Namun tentu saja, hal ini bukan untuk setiap manusia,
karena tidak setiap manusia diselamatkan di dalam dan oleh Kristus.
Alasan mengapa semua orang mati karena Adam adalah karena Adam
bertindak sebagai wakil kita di Taman Firdaus. Karena itu, dosa
pribadinya memiliki konsekuensi yang sangat luass. Dosanya itu
menghancurkan seluruh manusia. Dengan prinsip perwakilan yang sama,
ketaatan Kristus telah memberikan kehidupan bagi banyak orang. Alasan
mengapa tidak semua manusia dibenarkan dalam hidup adalah karena
Kristus bukan wakil dari setiap manusia. Dia datang dan mati sebagai
wakil dari umat pilihan Allah.
Bagaimana dengan kata "semua" di ayat 19? Kata ini jelas tidak secara
serta-merta menunjuk kepada semua orang. Kata "semua" yang digunakan
dalam teks tersebut digunakan untuk menunjukkan fakta bahwa
konsekuensi dari dosa Adam berdampak pada lebih dari satu orang.
Demikian pula, ketaatan Kristus membawa kehidupan bagi lebih dari satu
orang. Ketaatan-Nya memberikan kehidupan bagi banyak orang.
Prinsip perwakilan ini adalah sebuah prinsip umum yang berlaku dalam
banyak bidang kehidupan. Misalnya saja tragedi 11 September. Ketika
Presiden Bush mengumumkan perang terhadap terorisme, pengumuman ini
tidak hanya merupakan pernyataan pribadi. Meskipun keputusan itu
dibuat oleh presiden, pernyataan itu merupakan proklamasi nasional.
Suaranya mewakili suara seluruh rakyat Amerika.
Penebusan adalah penggantian. Penebusan juga adalah sebuah pelunasan.
Apa yang diajarkan oleh dua kebenaran ini adalah bahwa penebusan
Kristus melalui kematian-Nya benar-benar menghapuskan murka Allah
terhadap mereka yang telah ditebus melalui kematian Kristus.
TIGA KEMUNGKINAN
Kita telah mengerti dua konsep dasar mengenai penebusan ini, sekarang
marilah kita membahas tiga kemungkinan yang berhubungan dengan arti
luas dari penebusan.
1. Kristus mati untuk semua orang.
2. Kristus mati bukan untuk siapa-siapa.
3. Kristus mati untuk beberapa orang.
Apakah Kristus mati untuk semua manusia? Pernyataan pertama yang
mengatakan, "Kristus mati untuk semua", saya katakan pada Anda, adalah
hal yang mustahil. Jika Kristus benar-benar mati untuk menghapus murka
Allah terhadap semua manusia di bumi, maka tidak ada seorang pun yang
akan masuk neraka. Dan jika Kristus benar-benar menanggung kesalahan
semua manusia di atas kayu salib, maka akibatnya pasti semua manusia
akan diampuni, dibenarkan, dan diselamatkan. Pernyataan ini tentu saja
tidak sesuai dengan apa yang kita lihat dalam kehidupan yang
sebenarnya. Bahkan orang-orang non-Kristen dapat melihat bahwa tidak
setiap orang masuk surga. Malahan, di dalam kehidupan nyata, banyak
orang yang tersesat tanpa Tuhan.
Pandangan yang menyatakan bahwa Kristus mati untuk semua orang
disebut sebagai universalisme. Pandangan ini dianut oleh sedikit kaum
Kristen. Namun, kaum liberal sangat berpegang teguh memertahankan
pandangan bahwa semua manusia suatu hari nanti akan diselamatkan.
Apakah Kristus mati bukan untuk siapa-siapa? Pernyataan bahwa Kristus
mati bukan untuk siapa-siapa menunjukkan bahwa kematian Kristus
semata-mata hanya sebagai suatu syarat. Dengan kata lain, Dia mati
untuk membukakan jalan bagi para pendosa untuk diperdamaikan dengan
Allah, dan mendapatkan pengampunan dan keselamatan.
Jelas ada masalah dalam pernyataan ini. Karena untuk mengatakan bahwa
Kristus mati bukan untuk siapa-siapa benar-benar membuat penebusan itu
tidak ada artinya. Sekali lagi, kita harus menanamkan dalam pikiran
kita bahwa penebusan adalah suatu pelunasan dan penggantian yang
benar-benar terjadi. Penebusan ini benar-benar menghapuskan murka
Allah terhadap orang-orang yang ditebus melalui kematian Kristus.
Pernyataan yang pertama paling tidak mengatakan bahwa Kristus benar-
benar mati untuk manusia. Dia mati untuk semua orang. Tetapi opini
yang kedua ini menghina seluruh doktrin penebusan. Karena opini yang
kedua ini mengatakan bahwa Kristus menghapus keadilan Allah, tetapi
bukan untuk siapa-siapa. Dan Kristus bukanlah penebus dosa bagi siapa
pun. Dia juga tidak menghapus kesalahan setiap pendosa. Dan jika
Kristus tidak menanggung dosa siapa pun, lalu untuk siapa Dia mati?
Pernyataan ini membuat pernyataan di Alkitab yang menyatakan bahwa
"Kristus mati bagi orang-orang yang berdosa" menjadi tidak berarti.
Apakah Dia mati untuk semua manusia? Atau apakah Dia mati bukan untuk
siapa-siapa? Kedua pernyataan itu tidak benar.
Jika kematian Kristus bagi semua orang berarti bahwa semua manusia
akan masuk surga, maka Kristus mati bukan untuk siapa-siapa
menunjukkan bahwa tidak seorang pun akan masuk surga. Pernyataan
pertama tidaklah masuk akal, sedang pernyataan kedua adalah konyol.
Bagaimana mungkin seseorang bisa mengatakan bahwa Kristus mati untuk
pendosa bila pada saat yang sama dia menyatakan bahwa Dia mati bukan
untuk para pendosa? Hal ini seperti meminta seorang manajer bank
mengatakan bahwa Anda tidak punya uang di bank padahal sebenarnya Anda
sudah mendepositokan uang Anda seminggu yang lalu.
Pernyataan kedua membuat penebusan menjadi benar-benar tidak
diperlukan. Bila Kristus mati bukan untuk siapa-siapa, maka Dia datang
tanpa tujuan yang spesifik untuk menyelamatkan manusia yang ini atau
yang itu. Keselamatan benar-benar merupakan pilihan manusia. Kristus
mati hanya untuk membuka jalan kepada Tuhan. Di kayu salib, Dia hanya
bisa berharap bahwa manusia akan berbalik kepada-Nya. Kristus menunggu
para pendosa kembali kepada-Nya. Karya-Nya telah selesai. Kini giliran
kita. Dan Kristus tidak bisa menyelamatkan kita bila kita tidak
melakukan sesuatu dengan kehendak dan kemampuan bebas kita.
Apa yang saya lihat sangat kurang dalam pandangan Arminian tentang
penebusan ini adalah pandangan alkitabiah tentang penggantian
(substitution). Suatu penebusan pengganti yang tidak menggantikan,
menurut saya bukanlah suatu penebusan. Seorang yang tidak menebus
tidak bisa disebut sebagai penebus.
KRISTUS MATI UNTUK MEREKA YANG TERPILIH
Pernyataan terakhir yang menyatakan bahwa Kristus mati hanya untuk
beberapa orang adalah satu-satunya doktrin yang benar. Pernyataan
tersebut benar bukan karena kita telah menolak kedua pernyataan
sebelumnya, sehingga kita tinggal memiliki satu pilihan. Pernyataan
tersebut benar karena doktrin ini sesuai dengan natur alkitabiah dalam
doktrin penebusan. Kristus disalib untuk membayar lunas dosa orang-
orang pilihan-Nya.
Mari kita lihat beberapa bukti alkitabiah yang menyiratkan bahwa
Kristus mati untuk orang-orang tertentu.
Kristus mati untuk "umat-Nya":
"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia
Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa
mereka." (Matius 1:21)
Kristus mati untuk domba-domba-Nya:
"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya
bagi domba-dombanya;" (Yohanes 10:11)
Kristus mati untuk gereja-Nya:
"Hai suami, kasihilah isterimu sebagaimana Kristus telah mengasihi
jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya" (Efesus 5:25)
Kristus mati untuk orang-orang pilihan:
"Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah? Allah, yang
membenarkan mereka? Siapakah yang akan menghukum mereka? Kristus
Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang
juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi
kita?" (Roma 8:33-34)
Dari semua ayat di Alkitab yang membuktikan penebusan yang terbatas
(ada banyak lagi ayat selain yang disebutkan di atas), saya paling
suka menggunakan ayat dalam Roma 8. Di ayat 33, Paulus menguatkan
pembacanya dengan mengatakan kepada mereka bahwa tidak seorang pun
bisa menggugat orang-orang pilihan Allah dan menghukum mereka. Paulus
menjelaskan alasannya di ayat 34, bahwa Kristus adalah Pribadi yang
mati bagi mereka.
Kristus mati hanya untuk orang-orang pilihan. Ini adalah doktrin
Alkitab yang jelas dan menyakinkan. (t/dian)
======================================================================
Diterjemahkan dari:
Judul buku: The Readable Tulip: Understanding the Doctrines of Grace
Judul asli artikel: Limited Atonement
Penulis: Cheah Fook Meng
Penerbit: Genesis Book, Singapore 2003
Halaman: 29 -- 42
|