Dear e-Reformed Netters,
Tahukah Anda bahwa sekarang ini buku-buku tentang pengembangan diri
adalah buku yang paling laris manis di pasaran? Para penerbit,
termasuk para penulis tentunya dapat membaca dengan jeli kebutuhan
pasar, yaitu kehausan akan apa yang dinamakan "penggembungan identitas
diri".
Apakah orang-orang Kristen termasuk dalam pasar ini? Sayang sekali
karena jawabannya adalah "ya". Banyak orang Kristen yang sangat giat
mengikuti seminar-seminar dan pelatihan-pelatihan seperti ini, karena
penyelenggaranya adalah juga notabene orang Kristen. Bahkan banyak
pembicara Kristen yang dengan sengaja menerjunkan diri dalam bisnis
pengembangan diri ini. Apakah salah? Ya, apabila usaha-usaha ini
didasari oleh:
1. Rasa "kurang percaya diri pada Kristus", atau lebih buruk lagi
"tidak percaya diri pada Kristus". Jadi, kehidupan Kristennya tidak
dimulai dengan mati dan bangkit dalam Kristus, bahwa sesudah itu
kita menjadi ciptaan baru di dalam Kristus, yang lama sudah berlalu
dan yang baru sekarang adalah Kristus yang hidup di dalamku.
Mengapa ini menjadi awal yang penting? Karena tanpa keselamatan di
dalam Kristus, pengembangan diri hanyalah usaha untuk memperbaiki
"manusia lama" kita. Orang yang demikian tidak akan pernah bisa
percaya penuh pada Kristus, karena ia sebenarnya belum menerima
anugerah keselamatan, di mana hanya Kristuslah yang dapat
memberikannya.
2. Rasa "kekurangan di dalam Kristus". Bahwa percaya pada Kristus
harus ditunjang dengan usaha pribadi yang dapat memenuhi kehausan
akan kenikmatan dan kefanaan duniawi. Hidup yang kelihatan dan yang
sementara di dunia ini menjadi fokus utama yang diharapkan dapat
memberi bukti bahwa Kristus ada di dalam kita. Karena itu, bagi
orang- orang seperti ini, tanpa keberhasilan materi dan tanpa
kesuksesan hidup duniawi, maka kehidupan Kristennya dirasa hanyalah
omong kosong. Orang yang selalu merasa kekurangan di dalam Kristus
adalah orang yang sebenarnya belum mengalami kekayaan anugerah
keselamatan Kristus.
Salah satu contoh pembicara Kristen yang terkenal, bahkan ia adalah
seorang pendeta yang sukses dalam bisnis memotivasi orang adalah Joel
Osteen. Berangkat dari motivasi yang mulia, yaitu menolong orang lain
agar berhasil dan mengalami hidup yang lebih baik, Joel Osteen lupa
bahwa panggilan sebagai seorang Kristen bukanlah membawa dan
menjadikan "manusia lama" kita menjadi lebih baik, tapi membawa
"manusia lama" kita kepada Kristus untuk mati sehingga bisa
dibangkitkan dan hidup sebagai "manusia baru" yang hidup dalam
kepenuhan kekayaan anugerah-Nya. Silakan mengikuti laporan tanyangan
wawancara dengan Joel Osteen di bawah ini.
Pimpinan Redaksi e-Reformed,
Yulia Oeniyati
< yulia(at)in-christ.net >
----------------------------------------------------------------------
BAGI JOEL OSTEEN, TEOLOGI BUKAN SUATU KEHARUSAN
===============================================
Oleh: Paul Edward
"Saya berusaha membuat mereka lebih berhasil daripada sebelumnya,"
begitulah Joel Esteen mengungkapkan apa yang menjadi tujuan akhir
organisasi pelayanan pengembangan diri miliknya yang bernilai jutaan
dolar dalam sebuah tayangan TV berdurasi dua belas menit di program
CBN "60 Minutes" yang berjudul "Joel Osteen Answers His Critics (Joel
Osteen Menjawab Kritik-kritik yang Ditujukan Kepadanya)". Tapi jauh
dari yang diharapkan, bukannya menjawab kritik, tayangan tersebut
kemungkinan justru membuatnya semakin dihujani kritik.
Dalam tayangan pendek berdurasi dua belas menit itu, Osteen berhasil
mengakui bahwa pelayanannya lebih kepada tentang menunjukkan daripada
mengajarkan sesuatu yang berisi substansi, bahwa ia segan untuk
berdoktrin dan berteologi, bahwa ia tidak bertalenta menjadi pengajar
firman Tuhan, bahwa ia lebih memilih untuk memberi inspirasi dan
motivasi daripada memenuhi mandat biblika yang diberikan kepada
pendeta untuk menegur dan mengajar, dan bahwa apa yang dia ajarkan
lebih dekat seperti Dr. Phil dan Oprah daripada Yesus atau Rasul
Paulus. Dengan kata lain yang lebih terang-terangan, Joel Osteen, dari
apa yang kita lihat, lebih cocok dikualifikasikan sebagai pembicara
motivator, dan kurang berkualifikasi untuk dianggap sebagai gembala
dan pendeta jemaat Tuhan.
Byron Pitts, reporter CBN News yang mewawancarai Osteen dalam tayangan
itu, terus menekankan bagian di mana pengajaran Osteen telah melenceng
dari Alkitab dan ortodoksi historis. Pada satu saat, Pitts membacakan
sebuah potongan singkat dari buku Osteen yang baru saja dirilis,
"Become a Better You", dan kemudian Pitts memberikan sanggahan, "Sama
sekali tidak ada kata Allah dalam tulisan Anda. Sama sekali juga tidak
disebutkan tentang Yesus Kristus." Dan Osteen pun menjawab, "Ada
Alkitab di sana yang mendukung semua tulisan saya itu," sebuah jawaban
yang kelihatannya tegas, tapi menunjukkan betapa bahayanya cara Osteen
memperlakukan Kitab Suci selama ini.
Osteen tidak memahami bahwa kita tidak membawa kesimpulan tentang
hidup dan kehidupan ke Alkitab dan mencari ayat-ayat Alkitab yang
mendukung kesimpulan kita itu. Kita seharusnya mengawalinya dengan
Alkitab, memelajari ayat-ayatnya dengan saksama, membiarkan Roh Kudus
-- penulis ayat-ayat itu -- memberikan kepada kita kesimpulan-Nya
mengenai hidup dan kehidupan. Alkitab bukanlah tulisan pendukung untuk
prinsip-prinsip yang Anda impikan untuk menghasilkan "kehidupan yang
terbaik" untuk saat ini.
Dengan enteng, Osteen mengakui bahwa ia tidak mampu memperlakukan
Alkitab secara tepat, katanya kepada Pitts, "... ada banyak orang yang
lebih memenuhi syarat untuk berkata, `Ini ada buku yang akan
menjelaskan kepadamu tentang Alkitab.` Saya pikir itu bukanlah
talentaku." Ia menghabiskan hari Rabu sampai Sabtu untuk belajar di
rumah menyiapkan khotbah mingguannya. Orang bisa bayangkan bahwa ia
dengan rajinnya memelajari Alkitab. Ternyata tidak juga. Ia berkata
kepada Byron Pitts, "... aku memikirkannya dalam beberapa hari dan aku
kembali ke sini memberi makan jemaat, dan melakukan yang terbaik,
menginspirasi mereka dan memberikan cerita-cerita yang bagus, dan
membuat mereka terus mendengarkanku ...."
Tidak ada di mana pun di Alkitab yang mengatakan bahwa pelayan Tuhan
diperintahkan untuk "menjadi yang terbaik" dan "menginspirasi orang
lain" dan "menceritakan kisah-kisah yang bagus" atau bahkan "membuat
mereka terus mendengarkannya". Sebaliknya, firman Tuhan jelas
mengatakan bahwa kita dari dalam diri kita tidak mampu untuk
memproklamirkan firman Tuhan (2 Kor. 3:5,6); bukanlah tujuan kita
untuk menginspirasi, tujuan kita adalah untuk "menegur, mengajar, dan
mendorong"; dan kita mencapai tujuan itu tidak dengan "kisah-kisah
yang bagus", namun dengan "segala kesabaran dan pengajaran" (2 Tim.
4:1-6).
Pengajaran atau doktrin bukanlah pusat perhatian Osteen. Osteen
berkata kepada Pitts bahwa panggilannya bukanlah untuk membuat orang-
orang terkesan dengan "kata-kata Yunani dan doktrin". Namun, ia
memandang panggilannya sebagai membantu orang untuk "memiliki pikiran
yang benar pada zaman ini". Sementara Osteen mungkin menganggap bahwa
mengajar firman Tuhan bukanlah talentanya, namun bagaimanapun Tuhan
menuntut para pemimpin gereja Tuhan untuk memiliki kemampuan mengajar
firman-Nya (1 Tim. 3:2; 2 Tim. 2:24). Dalam hal ini, Osteen telah
mendiskualifikasi diri sendiri.
Osteen mengukur kesuksesan pelayanannya bukan dari pertumbuhan
spiritual jemaatnya, namun dari "ratusan orang yang berkata kepadanya,
`Anda telah mengubahkan hidupku.`" Tragisnya, pesan yang seharusnya
mengubah begitu banyak orang itu adalah kebohongan (placebo). Osteen
menggambarkan substansi pesannya sebagai sesuatu yang mendorong orang-
orang untuk "berpikir positif dalam situasi yang buruk, dan itu akan
membantu Anda untuk terus memiliki harapan". Pitts menunjukkan pada
Osteen bahwa ada banyak teolog yang menganggap apa yang dikatakannya
itu berbahaya, yang kemudian dijawab Osteen, "Aku tidak tahu mengapa
memberi orang harapan dianggap sebagai sesuatu hal yang berbahaya."
Harapan menjadi berbahaya jika harapan itu adalah harapan palsu.
Memiliki sikap berpikir positif saat rumah sekeliling saya terbakar
mungkin akan memberi saya harapan, namun satu-satunya hal yang dapat
menyelamatkan saya adalah keluar dari rumah yang terbakar itu. Harapan
memang dapat membuat orang bertahan, namun tak akan memberikan
keselamatan. Osteen lebih menunjukkan pada orang bahwa harapan akan
menyelamatkan mereka, bukan Yesus Kristus yang adalah satu-satunya
Orang yang dapat membebaskan kita dari dosa (yang diistilahkan Osteen
sebagai "situasi buruk"). Jaminan yang sejati di tengah tragedi hidup
dan pencobaan tidak datang dengan percaya pada diri sendiri, melainkan
dengan percaya pada Sosok yang membangkitkan Kristus dari kematian,
dan menyadari bahwa kita telah dibangkitkan bersama Kristus melalui
iman dalam karya Allah yang penuh kuasa, bahwa Allah telah menghapus
dosa yang membelenggu kita dan memakukannya pada salib Anak-Nya yang
tunggal (Kol. 2:8-15), yang membuat tak seorang pun mampu untuk
menghukum dan memisahkan kita dari kasih Allah kepada kita melalui
Kristus (Rm. 8:31-39). Dalam segala situasi buruk dalam hidup kita,
kita lebih dari pemenang -- bukan karena kita melibas kesadaran kita
dengan terus berpikir positif, namun karena Tuhan selalu membawa kita
kepada kemenangan melalui pengorbanan-Nya yang sempurna bagi kita.
Semua pengajaran dan pelayanan Osteen yang salah itu berangkat dari
fakta bahwa ia memandang teologi yang serius sebagai sesuatu yang
tidak harus ada (optional). Jika kita tahu bahwa cara Joel Osteen
mendekati dan menangani firman Tuhan adalah dengan cara yang tidak
serius (casual), kita akan cukup tahu untuk menjauhkan diri dari
pelayanannya, sebuah pelayanan yang mengaku menyiapkan orang untuk
memiliki kehidupan yang terbaik, namun ternyata belum dapat melakukan
apa-apa untuk menyiapkan mereka pada sebuah keabadian di luar
kehidupan ini karena yang Osteen tahu hanyalah kehidupan di dunia ini
saja. Ia belum meluangkan waktu untuk memahami Alkitab pada tingkat
yang cukup dalam untuk menyadari bahwa "jikalau kita hanya dalam hidup
ini saja menaruh harapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang
yang paling malang dari segala manusia".
(t/Dian)
Catatan:
--------
Paul Edward adalah seorang pendeta dan pemandu acara Paul Edward
Program yang disiarkan setiap hari di WLQV di Detroit dan
godandculture.com
=====================================================================
Diterjemahkan dari:
Nama situs : AM 1500 WLQV
Judul artikel: For Joel Osteen, Theology is Optional
Penulis : Paul Edward
Alamat URL : http://www.am1500wlqv.com/blogs/pedwards/11557377/
------------------------- ><> e-Reformed <>< -------------------------
Anda terdaftar dengan alamat: $subst(`Recip.EmailAddr`)
Kontak Redaksi : < reformed(a t)sabda.org >
Untuk mendaftar : < subscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Untuk berhenti : < unsubscribe-i-kan-untuk-Reformed(a t)hub.xc.org >
Arsip e-Reformed: < http://www.sabda.org/publikasi/e-reformed >
SOTeRI : < http://reformed.sabda.org/ >
><> e-Reformed -------------------------------------- e-Reformed <><
|