Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-penulis/92

e-Penulis edisi 92 (8-9-2011)

Menulis Literatur Kristen

__________________e-Penulis (Menulis untuk Melayani)__________________
                        Edisi 092/September 2011
                     Tema: Menulis Literatur Kristen

DAFTAR ISI
DARI REDAKSI: MENCERMINKAN NILAI KRISTEN
ARTIKEL: APA YANG AKAN DITULIS?
POJOK BAHASA: SINETRON PUNYA ANDIL RUSAK BAHASA

                DARI REDAKSI: MENCERMINKAN NILAI KRISTEN

Pernahkah Sahabat memikirkan alasan mengapa Sahabat menulis?
Jawabannya tentu bervariasi. Mungkin ada beberapa di antara Sahabat
yang menulis hanya untuk memuaskan kegelisahan batin, atau menulis
karena ingin membagikan apa yang Sahabat ketahui untuk orang lain.
Tidak jarang juga, muncul alasan-alasan lain seperti: untuk mengisi
waktu luang, untuk popularitas, untuk idealisme, untuk hidup. Alasan
tersebut, ternyata mencerminkan apa yang akan Sahabat tulis. Sebagai
seorang Kristen, terlebih para penulis Kristen, seharusnya nilai-nilai
kekristenan terpancar dalam setiap goresan kita. Oleh karena itu,
artikel yang telah redaksi siapkan, kiranya dapat membantu Sahabat
dalam berkarya melalui tulisan, terlebih lagi mencerminkan Kristus
dalam setiap karya Sahabat. Selamat menulis!

Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Truly Almendo Pasaribu
< uly(at)in-christ.net >
< http://pelitaku.sabda.org >

"Apa yang masuk dalam pikiran seorang jurnalis, akan keluar juga
melalui kata-kata yang ditulisnya." -- Xavier Quentin Pranata

                    ARTIKEL: APA YANG AKAN DITULIS?

Tulisan yang bersifat kristiani tidaklah melulu mengenai agama, tapi
ditulis dari perspektif filsafat hidup seorang Kristen.

Pengenalan akan Tuhan, memengaruhi pandangan kita terhadap segala
pengalaman yang bersifat fisik, sosial, psikologi, intelektual, dan
rohani; karena itu, kita bisa menulis tentang uang, olahraga, seks,
penyakit, atau politik. Tuhan relevan di dalam semua bidang praktis
ini.

Bidang intelektual juga merupakan bagian dari kekuasaan-Nya. Ketika
kita mempelajari ilmu pengetahuan alam, kita memikirkan
pikiran-pikiran Tuhan. Ketika kita mempelajari seni, kita menghargai
manusia -- hasil ciptaan-Nya yang memiliki citra Allah, Pencipta yang
Mahabesar. Ketika kita bekerja untuk keadilan sosial, kita bekerja
keras membuat peraturan yang tepat berdasarkan hukum Tuhan.

Penulis Kristen harus bersinggungan dengan seluruh aspek kehidupan
manusia, karena Kristus adalah Tuhan atas segala sesuatu.

Bagaimana kita menyoroti satu topik dari sudut pandang Kristen?
Terlalu banyak penulis Kristen belajar menyajikan suatu masalah, tapi
tidak belajar bagaimana mendalami masalah itu. Jadi, mereka menulis
dengan baik, tapi tidak ada isinya. Atau mereka menulis dengan baik,
tapi mengekspresikan filsafat kosong. Atau mereka hanya menyajikan
separuh kebenaran.

Sebagai penulis, Anda tidak cukup hanya pandai menuangkan ide-ide yang
orang berikan kepada Anda. Anda harus menjadi seorang yang mengalami
gejolak hidup -- merasakan naiknya harga barang-barang, peniadaan
kebebasan sipil rakyat, perpecahan dalam gereja Anda, kematian orang
tua Anda. Anda perlu memahami pengalaman ini dari sudut pandang
kristiani, dan secara kreatif menganalisanya, sehingga Anda dapat
memberi kejelasan dan arah bagi orang lain. Bagaimanapun pandainya
Anda menggunakan kata-kata, hanya jika Anda dapat menguasai masalah
secara sepenuhnya, barulah Anda benar-benar seorang penulis. Belajar
menulis berarti juga belajar berpikir.

Andaikan masyarakat Anda menyalurkan suara melalui demonstrasi dan
pergolakan politik, dan Anda ingin memformulasikan bagaimana sudut
pandang Kristen mengenai masyarakat itu, apa yang akan Anda katakan?

Pertama, pertimbangkan pandangan-pandangan yang mungkin. (1)
Masyarakat kita sekarang ini cukup baik, dengan sedikit reformasi di
sana-sini. (2) Masyarakat kita sangat buruk, dan perlu reformasi
radikal. (3) Struktur sosial masyarakat kita kacau tidak keruan, dan
menuntut revolusi yang hebat. (4) Masyarakat kita sudah rusak dan
memerlukan pertobatan massal kepada Kristus. (5) Orang Kristen tidak
harus terlibat dalam persoalan masyarakat.

Bagaimana Anda akan memilih beberapa cara pandang ini? Apakah Anda
mencari jawaban dalam akal budi Anda sendiri? Atau berdasarkan ajaran
di persekutuan Kristen Anda? Atau kepada sudut pandang mayoritas
orang? Semua ini bisa saja menyesatkan, karena ketidaktahuan dan
keegoisan manusia. Anda membutuhkan panduan pribadi di luar budaya dan
akal budi Anda sendiri. Allah telah memberi kita panduan seperti itu
melalui Firman-Nya, maka Alkitab harus menjadi acuan Anda, ketika
membahas sebuah topik dari sudut pandang kristiani.

Namun, bagaimana kita menemukan kebenaran alkitabiah dalam masalah
tertentu? Sebuah ayat Alkitab mungkin menyingkapkan sebagian kecil
saja dari apa yang Allah nyatakan terhadap masalah itu. Contohnya,
Kristus mengatakan kita jangan mengumpulkan harta di bumi (Matius
6:19). Tapi Rasul Paulus mengatakan, seorang Kristen yang tidak
memelihara seisi rumahnya secara finansial, lebih buruk dari pada
orang yang tidak beriman (1 Timotius 5:8). Jika Anda mendasari tulisan
Anda hanya pada salah satu bagian Alkitab ini, tulisan Anda akan
memihak dan tidak akan menghadirkan "seluruh maksud Allah" (Kisah Para
Rasul 20:27).

Jadi, Anda perlu menyelidiki "semua hikmat dan nasihat Tuhan", baik
dari Perjanjian Lama (PL) maupun Perjanjian Baru (PB), surat-surat
para Rasul dan Injil, kisah-kisah, dan pengajaran. Kemudian, buatlah
prinsip-prinsip umum dari kesimpulan pengajaran dengan spesifik,
mengenai masalah yang sedang Anda pelajari.

Mungkin dengan putus asa Anda akan mengatakan, "Mustahil! Saya tidak
punya waktu untuk melakukan itu!" Tapi harus ada orang di negerimu
yang melakukannya. Bersama para pendeta dan guru, sebagai penulis kita
bertanggung jawab memimpin umat Allah di negeri kita sendiri. Jika
Anda menyesatkan pembaca Anda karena penelitian Anda yang ceroboh,
apakah Anda berani mengeluh, "Saya tidak punya waktu untuk
sungguh-sungguh mempelajari Alkitab"? Anda tidak bisa terus-menerus
bergantung pada buku-buku dari luar negeri. Siapa yang siap untuk
menginterpretasikan dan menerapkan kebenaran Allah dalam kehidupan
sehari-hari di negeri Anda?

Untuk menemukan bagian-bagian Alkitab yang sesuai dengan topik Anda,
gunakan konkordansi, tafsiran, kamus Alkitab; dan buku-buku yang
cocok. Pinjamlah buku-buku ini dari pendeta, teman-teman Kristen, atau
dari perpustakaan sekolah teologi.

Bagilah topik Anda menjadi beberapa bagian dan selidikilah. Saat
mencari sudut pandang Alkitab mengenai masyarakat, misalnya, Anda
dapat menyelidiki apa yang Alkitab katakan tentang tingkat-tingkat
dalam masyarakat, pembagian kekayaan, perubahan sosial, kekerasan,
penghakiman masyarakat, kesejahteraan masyarakat, hakikat manusia,
tujuan masyarakat, dasar-dasar hukum, kewarganegaraan, pemerintahan,
nasionalisme, imperialisme, campur tangan Tuhan dalam masyarakat
sepanjang masa sejarah, partisipasi Kristen dalam masyarakat, dan
sebagainya.

Setelah Anda menemukan bagian Alkitab yang relevan, selidikilah,
tafsirkan, dan terapkan. Bertanyalah: "Apa yang dikatakan firman itu?"
"Apa artinya itu bagi sasaran pembaca Anda?" "Apa artinya bagi kita
saat ini?"

Pada bagian yang berbentuk naratif, fokuslah pada aksi-aksi sentral.
Cari tahu siapa yang terlibat, bagaimana keterlibatannya, di mana,
kapan, mengapa, dan apa akibatnya? Pada bagian penjelasan, temukan
siapa penulisnya, apa alasan dia menulis, siapa pembacanya, dan apa
konteks lingkungannya. Apa pikiran utama dalam setiap paragraf,
bagaimana tiap paragraf itu saling berhubungan, dan apa ajaran utama
pada bagian itu secara keseluruhan?

Apa yang diajarkan bagian ini tentang Allah, Kristus, Roh Kudus,
manusia, dan kehidupan secara umum? Bagaimana saya merespons? Apakah
ada contoh yang baik atau yang buruk? Apakah suatu perintah? Janji?
Pertanyaan-pertanyaan ini akan menolong Anda menerapkan kebenaran.

Beberapa bagian Alkitab sangat sulit dipahami. Secara umum,
bagian-bagian yang simbolis dengan harta, ditafsirkan menurut
bagian-bagian pengajaran yang ada di tempat lain. Ayat-ayat yang
terdapat di sana-sini yang saling berhubungan namun membingungkan,
harus dilihat menurut pengajaran yang sistematis dalam kitab-kitab
pengajaran seperti Roma atau Galatia. Perjanjian Baru menafsirkan
Perjanjian Lama, dan Surat-surat Para Rasul menafsirkan Injil.

Secara bertahap, Anda harus membentuk untuk diri Anda sendiri,
prinsip-prinsip sudut pandang kristiani terhadap dunia. Maka, saat
Anda bereaksi kepada isu-isu kontemporer, Anda dapat diarahkan oleh
kebenaran-kebenaran dasar yang telah Anda kumpulkan itu.

Misalnya, sudut pandang kristiani menekankan eksistensi dunia
supernatural. Terkadang kita berpikir seperti ateis, seakan-akan dunia
materi yang benar-benar penting. Tapi sudut pandang kristiani terhadap
dunia ini, mengingatkan kita bahwa dunia ini bukanlah milik manusia
ataupun dikontrol oleh manusia, melainkan dunia yang diciptakan oleh
Allah, dipelihara oleh Allah, sangat diperhatikan, dan dirindukan oleh
Allah. Memang ada tekanan-tekanan atau kekuatan-kekuatan di dalam
dunia, yang tidak sanggup kita pahami atau ukur. Hidup masih berjalan
setelah sejarah berakhir. Dunia ini bukanlah sistem alam semesta yang
tertutup.

Dalam sudut pandang kristiani, manusia adalah terhormat sekaligus
jahat. Manusia lebih tinggi daripada malaikat, dekat dengan Allah,
lebih berharga dari seluruh makhluk lain di dunia. Allah menghormati
manusia dengan menciptakan manusia menurut gambar dan rupa-Nya.
Manusia adalah suatu pribadi, bukan mesin atau binatang. Manusia
adalah model Allah, bukan hanya orang berdosa. Allah juga menghormati
manusia dengan mengasihinya, dan menginginkan manusia juga dapat
mengasihi Dia. Allah menghormati manusia dengan cara merendahkan
diri-Nya menjadi manusia. Allah mengasihi manusia dengan cara mati
untuk manusia. Jadi, kita menghargai setiap orang dan tidak bisa
melihat manusia hanya sebatas jumlah fungsi-fungsinya saja.

Namun, semua manusia, baik para kriminal maupun orang baik, adalah
juga orang berdosa, mengasihi diri sendiri lebih dari Tuhan. Bahkan
orang-orang yang baik pun terhukum oleh kebenaran diri mereka sendiri.
Mengenal sifat alami manusia, maka kita tahu pasti akan ada konflik
moral. Kita tidak heran melihat adanya kejahatan, malah kita siap
menghadapinya. Kita tidak boleh menyerahkan diri pada keadaan tetap
(status quo), tapi harus terus-menerus menilai, termasuk menilai diri
sendiri.

Sudut pandang kristiani terhadap dunia, menuntut dedikasi yang total
kepada Kristus. Michael Griffiths berkata: "Alkitab sangat sedikit
mengatakan tentang sikap yang moderat/lembut/tidak berlebih-lebihan.
Apakah Alkitab menyarankan kita harus menjadi orang yang cukup baik,
cukup kudus, cukup bersemangat? Atau adakah dikatakan di dalam
Alkitab, kita menjadi orang yang cukup egois dan mementingkan diri
yang secukupnya? Sejarah Perjanjian Lama dapat digambarkan sebagai
sejarah manusia yang ingin hidup moderat dan toleran dengan agama
mereka, dan betapa Allah tidak mengizinkan hal ini."

Apa landasan kebenaran bagi Anda? Bagaimana sikap Anda terhadap
keindahan di dalam dunia? Kepada arti Salib Kristus? Kepada pengikat
yang menyatukan semua orang Kristen? Kepada kedatangan Kristus yang
kedua kali? Ini semua harus menjadi untaian sentral dalam sudut
pandang Anda terhadap dunia. Jika Anda ingin menjadi penulis daripada
seorang propagandis, Anda harus membaca, berpikir, dan bertanya. Tidak
ada jalan pintas. Anda harus menghadapi sendiri visi yang akan Tuhan
berikan kepada Anda.

Orang Rusia Yevgeny Yevtushenko memperoleh visi tentang komunisme
sebagai sistem sosial yang membebaskan semua orang. Alexander
Solzhenitsyn memperoleh visi tentang keindahan yang diperoleh setiap
individu, yang tidak dapat dirusakkan. Orang Yahudi Chaim Potok
memperoleh visi tentang bagaimana manusia mendapatkan arti kehidupan
melalui persahabatan, kasih sayang, penderitaan, iman kepada Tuhan,
dan keyakinan pada sejarah tradisi.

Diambil dari:
Judul artikel: Apa yang Akan Ditulis?
Judul lokakarya: Mengomunikasikan Pesan Kristiani yang Kreatif,
               Berbobot, Enak Dibaca
Penulis: Tidak dicantumkan
Penyelenggara: Yayasan Komunikasi Bina Kasih
Halaman 1 -- 3

            POJOK BAHASA: SINETRON PUNYA ANDIL RUSAK BAHASA

Tayangan Sinetron (sinema elektronik) di sejumlah televisi swasta,
diperkirakan memiliki andil dalam merusak Bahasa Indonesia. Hal itu
terjadi karena di dalam dialognya, banyak menggunakan istilah-istilah
asing serta bahasa pasaran (bahasa gaul).

"Kondisi ini perlu dicermati, mengingat hal ini terjadi justru di
tengah upaya pemerintah untuk membangun identitas diri sebagai suatu
bangsa."

Padahal, salah satu identitas diri bangsa adalah bahasa nasional yang
kita akui sebagai media pemersatu bangsa," kata Kepala Kantor Bahasa
Kalimantan Timur, Pardi Suratno, di Samarinda, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa peran media massa elektronik, khususnya televisi,
memiliki dampak besar untuk memengaruhi masyarakat.

"Yang mengkhawatirkan saat ini adalah, maraknya sinetron yang
menggunakan bahasa, yang tidak sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
yang benar. Seharusnya, para pembuat sinetron harus bijak, sehingga
jangan ikut-ikutan merusak Bahasa Indonesia," kata dia.

Bahasa Indonesia sendiri sangat kaya akan kosakata, ujar dia, meskipun
ada sebagian istilah yang kurang begitu memasyarakat.

Pihaknya mengimbau agar pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap
masalah itu, termasuk pengelola televisi swasta, bisa mendukung upaya
penggunaan Bahasa Indonesia yang benar.

"Jika bukan kita, siapa lagi yang mesti menjaga serta mengembangkan
Bahasa Indonesia yang benar," imbuh dia.

Ia menjelaskan bahwa dalam segmen ilmu pengetahuan, misalnya,
penggunaan bahasa asing tidak bisa dihindari, namun hal itu karena
memang belum ada padanannya dalam Bahasa Indonesia.

Beberapa istilah yang kini dianggap sudah baku oleh masyarakat akibat
terlalu sering muncul di televisi, antara lain "jadul", "bete",
"testimoni" dan "I love you full".

Contoh lain yang dianggapnya kurang tepat adalah penggunaan bahasa
asing, meskipun siarannya dalam Bahasa Indonesia pada sejumlah
televisi swasta, antara lain "Breaking News", "Headline News", "B
News", "Metro Sport", "Economic Challenger", "Take Me Out", "Public
Corner", "Metro Files", "Celebrity on the Location".

"Hanya TVRI yang sampai kini saya nilai masih konsisten menggunakan
Bahasa Indonesia yang benar," imbuh dia.

Diambil dari:
Nama situs: Indonesia Buku
Alamat URL: http://indonesiabuku.com/?p=2475
Judul artikel: Sinetron Punya Andil Rusak Bahasa
Penulis: JY
Tanggal akses: 19 Mei 2011

Kontak: < penulis(at)sabda.org >
Redaksi: Truly Almendo Pasaribu, Sri Setyawati
(c) 2011 -- Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org/ >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org/ >
< http://fb.sabda.org/penulis >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org