__________________e-Penulis (Menulis untuk Melayani)__________________
Edisi: 064/Februari/2010
Tema: Menulis dengan Detail
DARI REDAKSI__________________________________________________________
JIWA SEBUAH TULISAN
Shalom,
Pernahkah Anda membaca sebuah tulisan dan merasa bahwa tulisan
tersebut tidak "berinteraksi" dengan Anda? Ada banyak penjelasan
dalam tulisan tersebut, namun tidak dapat Anda bayangkan dengan
jelas, bahkan tidak terbayang sama sekali mengenai suasana, keadaan,
waktu, emosi, ekspresi, dan sebagainya yang dapat membawa jiwa Anda
menyatu dengan bacaan tersebut. Boleh dikatakan, tulisan tersebut
tidak memiliki jiwa. Salah satu alasan mengapa tulisan menjadi tidak
"berjiwa" adalah masalah detail tulisan. Banyak tulisan yang berisi
pemaparan yang panjang lebar, namun tidak menuliskan dengan detail
"rasa, bentuk, suasana, atau ekspresi" yang merupakan jiwa tulisan
tersebut. Akibatnya, tujuan penulis pun bisa tidak tercapai, bahkan
pembaca akan dengan cepat melupakan apa yang baru saja mereka baca.
Tentu kita tidak ingin kita menulis dengan sia-sia, bukan?
Publikasi e-Penulis minggu ini akan membawa kita melihat pentingnya
menulis dengan detail semua gambaran yang akan menghidupkan tulisan
kita. Semua detail akan memberikan warna dalam tulisan, sehingga
tulisan akan memiliki jiwa. Dengan jiwa yang ada dalam setiap
tulisan, maka pembaca pun akan membaca tulisan kita dengan
melibatkan jiwa mereka. Tidak hanya pada saat menulis saja, dalam
proses membuat garis besar tulisannya pun, seorang penulis harus
sudah mulai memperhatikan setiap detail yang harus ada dalam
tulisannya. Simaklah artikel dan tips pada edisi ini agar kita dapat
termotivasi lagi untuk memberikan jiwa dalam tulisan kita, yaitu
dengan menghidupkan setiap bentuk, warna, rasa, atau emosi melalui
kata-kata yang kita tulis. Selamat menyimak.
Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Davida Welni Dana
http://pelitaku.sabda.org/
http://fb.sabda.org/penulis/
______________________________________________________________________
Detail membuat tulisan Anda hidup!
DAFTAR ISI____________________________________________________________
- Dari Redaksi: Jiwa Sebuah Tulisan
- Daftar Isi
- Artikel 1: Kebenaran dalam Tulisan
- Artikel 2: Menulislah dengan Detail dan Cermat
- Tips: Membuat Garis Besar yang Detail
- Pojok Bahasa: "Rp" Itu Bukan Singkatan
ARTIKEL 1_____________________________________________________________
KEBENARAN TERLETAK PADA DETAIL
Detail, jika disampaikan dengan kebenaran, membuat tulisan Anda
hidup dan dapat membantu pembaca memahami tulisan.
Detail yang berasal dari pancaindera kita (menulis melalui indera
kita), detail yang informatif, detail yang "agung"; dari situlah
letak kebenarannya. Bukannya dari fakta.
Fakta: Kami makan malam pada pukul 6 malam.
Detail:
Ayam panggang, kentang rebus merah, tongkol jagung, dan tomat
dihidangkan saat makan malam. Jagungnya sedikit belum matang;
jagung, yang dibelinya di pasar petani pagi tadi, tampaknya
dipaksakan masak dari sebuah rumah kaca yang berada di tengah
kota. Tentu saja, ini bukanlah sungguh-sungguh hasil dari ladang
petani.
Satu detail yang informatif yang dirajut dengan penuh keahlian dapat
menghubungkan karakter atau tempat secara lebih efektif daripada
seribu aspek lainnya.
Saat saya mengambil buku dari lemari saya yang berjudul "Ladies
Start Your Engines" (Wanita, Nyalakanlah Mesinmu) sebagai bahan
referensi, saya membuka cerita karangan Norma Harrs yang berjudul,
"In the Driver`s Seat" (Di Tempat Duduk Pengemudi.) Berikut ini
adalah paragraf pembukanya:
"Ini adalah upacara kematian pertama selama 10 tahun belakangan
yang dilalui Emma tanpa Fran. Namun, di satu sisi, Fran berada di
sana; walaupun dia terbaring di kamar lain dengan pipi yang merah
merona seperti batu pualam Perawan Maria yang dijual di toko-toko
Kristen. Bagaimana cara mereka melakukannya adalah sebuah misteri
karena Fran sebenarnya memunyai kulit yang mirip dengan kertas
lilin yang sudah dibentuk dan siap dimasukkan ke dalam
panggangan."
Saya tidak tahu apa pendapat Anda, tapi saya dapat melihat kulit
Fran apa adanya, sebelum dan sesudahnya. Pilihan detail yang indah
yang menggambarkan kulit Fran sekaligus memberikan kita detail yang
penuh cerita tentang karakter-karakternya dan juga tentang nada
ceritanya. Saya merasakan ketidaksopanan dari paragraf tersebut dan
saya menyukainya.
Seraya Anda menulis draf pertama Anda, raihlah dan tangkaplah sebuah
detail sembari pena Anda terus bergerak. Sebuah detail yang
menggerakan tulisan Anda, sebuah detail yang menyampaikan dengan
tepat situasi atau karakter tertentu, sebuah detail yang memperdalam
atau memberikan tekstur pada sebuah kalimat.
Ada kemungkinan ketika menangkap semua detail tersebut Anda berisiko
memasukkan terlalu banyak detail ke dalam tulisan Anda sehingga
membaca tulisan tersebut seolah-olah sedang berenang melewati
rerumputan laut untuk sampai ke tepi pantai. Tak apa. Pada saat Anda
menulis ulang draf Anda, pilihlah detail yang paling kuat, satu
detail "penuh cerita" yang memberikan potongan kebenaran tersebut.
Selain itu, ketika memoles tulisan Anda kembali, Anda akan menyadari
perlunya lebih banyak detail-detail tertentu yang spesifik, yang
akan Anda tambahkan seperti bumbu yang Anda tambahkan dalam memasak
kaldu cerita Anda.
Hemingway berkata, "Ada banyak kata yang Anda tidak tahan untuk
mendengarnya dan pada akhirnya hanya nama-nama tempatlah yang
memiliki derajat." Ketika menuliskan detail yang Anda pilih,
tuliskanlah nama mereka. Ini adalah cara untuk menghargai orang,
tempat, dan benda, dan pada saat yang sama Anda berlatih untuk
menulis secara spesifik. Pegunungan Sangre de Cristo, Laut Adriatik,
angin Chinook menghembus di Pasifik Barat Laut. Rabu sore. Mobil
Chrysler berpintu empat. SMP Samuel Gompers.
Ketika Anda membaca tulisan penulis kesukaan Anda, perhatikanlah
detail yang mereka pilih dalam menyampaikan sesuatu dengan jujur dan
hidup. Jika Anda tidak ingin menandai buku Anda dengan catatan dan
garis bawah, catatlah detail-detail tersebut di buku catatan Anda.
Mereka dapat membantu Anda melihat sebuah gambaran dengan lebih
jelas, mengungkapkan sebuah karakter, atau mengokohkan situasi
cerita. Tengoklah kembali beberapa tulisan Anda sebelumnya dan
lihatlah bagaimana tambahan sebuah detail dapat membuat perbedaan.
Atau adakah yang dapat Anda pangkas dengan bijaksana sehingga dapat
menyisihkan tempat yang diperlukan tulisan Anda untuk merekah?
Detail, jika Anda pilih dengan saksama, sama seperti alat pengatur
fokus pada sebuah teropong. Hanya dengan sedikit putaran pergelangan
tangan Anda, fokus gambarnya menjadi jelas dan tajam.
"Saya mencoba mencari detail yang menyala di dalam diriku seperti
lampu neon," kata Spalding Gray. Inilah saran saya untuk Anda!
Setiap hari dalam seminggu, tulislah di buku Anda sebuah paragraf
yang dimulai dengan, "Pagi ini..." dan carilah detail yang
memancarkan cahaya dalam diri Anda. (t/Uly)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Judy Reeves
Judul artikel asli: Truth is in the Details
Penulis: Judy Reeves
Alamat URL: http://www.judyreeveswriter.com/truth_in_details.htm
ARTIKEL 2_____________________________________________________________
MENULISLAH DENGAN DETAIL DAN CERMAT
Detail membuat tulisan Anda hidup! Perhatikanlah nasihat Tolstoy:
"Saya tidak memberitahu. Saya tidak menjelaskan. Saya menunjukkan."
Kata-kata Anda harus menghidupkan gambaran di benak Anda. Gambaran
yang penuh warna, atau kalau mungkin, gambaran yang Anda telusuri
seperti detektif yang hebat. Menurut Jack Cappon, seorang penyunting
di Associated Press (AP), "warna" adalah perkara yang menyangkut
detail -- terkadang detail yang kecil-kecil. Jules Loh dari AP,
dalam sebuah profil Herbert Hoover, mengamati bahwa di meja kerja
Hoover ada sebuah kotak yang berisi selusin pensil yang diserut
tajam; sebuah detail yang biasanya tak luput dari pengamatan para
penulis yang baik. Namun, Loh juga melihat bahwa penghapus di semua
pensil itu hampir habis dipakai. Detail ini bercerita lebih banyak
tentang Hoover daripada hal-hal yang tampak jelas: warna dasinya,
kilap sepatunya, dll..
Tulisan yang "berwarna" menyiratkan sebuah cara untuk "menyimak"
sebuah cerita agar Anda dapat "menunjukkannya" pada pembaca. Wilson
Thornley, seorang guru menulis, mengatakan: "Gunakanlah
pancainderamu untuk mengumpulkan informasi yang konkrit dan tepat.
Daripada mengatakan, wanita itu `gugup`, lebih baik mengatakan bahwa
dia meremas-remas jari-jarinya, dia memutar-mutar cincinnya,
memainkannya sampai ke buku jarinya, dan dia mengigit bibirnya."
Katakanlah dengan cermat! Ketika Anda menuliskan, "Ibu Maria berkata
dia tidak bisa pergi malam Jumat," Anda perlu bertanya: Siapa yang
tidak bisa pergi -- Bu Maria atau ibunya Maria? Jangan mengatakan,
"Musim yang bercuaca buruk telah tiba," tapi katakanlah, "Hujan
turun setiap hari selama seminggu." Dan, gunakanlah kata
"mengatakan", kecuali jika maksud Anda adalah "mengungkapkan,
menyatakan, mengumumkan, mendebat, menyingkapkan, menegaskan,
meminta, memerhatikan, mengamati, menunjukkan, atau mengomentari."
Setiap kata memunyai makna khusus dan jangan digunakan hanya demi
variasi. (t/Uly)
Diterjemahkan dari:
Nama buku: Secrets of Successful Writing
Judul asli artikel: Be Spesific and Precise
Penulis: Dewitt H. Scott
Penerbit: Reference Software International, USA 1989
Halaman Artikel: 33 -- 34
TIPS _________________________________________________________________
MEMBUAT GARIS BESAR YANG DETAIL
Membuat dan menggunakan garis besar yang detail adalah salah satu
hal terbaik yang dapat Anda lakukan saat menulis artikel Anda.
Dengan ini, Anda dapat mengatur ide-ide Anda terlebih dahulu untuk
memastikan bahwa konten Anda akan mengalir dengan lancar.
Berikut adalah bagaimana Anda dapat membuat garis besar yang detail.
1. Pilih topik.
Tentukanlah topik apa yang akan Anda tulis. Pastikan bahwa itu
adalah sesuatu yang akan mencapai tujuan Anda dan sesuatu yang
akan menangkap perhatian target pembaca Anda.
2. Penelitian yang mendalam.
Hal berikutnya yang harus dilakukan adalah penelitian secara
mendalam terhadap topik pilihan Anda. Anda dapat menggunakan
blog, forum, situs, buku elektronik, dan lain-lain sebagai sumber
informasi. Anda juga dapat melakukan wawancara dan berbicara
dengan orang-orang yang Anda targetkan. Semakin banyak informasi
yang Anda kumpulkan, semakin baik.
3. Mengumpulkan ide (brainstorming).
Selain informasi yang telah Anda kumpulkan melalui penelitian,
Anda dapat juga mencantumkan pikiran dan ide-ide Anda sendiri
pada artikel Anda.
4. Proses eliminasi.
Buatlah judul yang membatasi lingkup artikel Anda. Lalu,
telitilah dalam mempelajari semua informasi yang telah diperoleh
dari penelitian dan pengumpulan ide yang telah Anda lakukan.
Pilihlah yang benar-benar penting untuk disampaikan kepada
pembaca dan eliminasilah yang tidak penting. Proses ini akan
membuat artikel Anda tajam dan efisien. Aturlah semua informasi
ini dalam cara yang logis untuk membuat garis besar dan cetak
biru yang mudah bagi artikel Anda. (t/Davida)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: Ezine (at)articles
Judul asli artikel: Article Writing Tips: How to Create a Detailed
Outline
Penulis: Sean R. Mize
Alamat URL: http://ezinearticles.com/?id=3077473
POJOK BAHASA__________________________________________________________
"Rp" ITU BUKAN SINGKATAN
Bahasa Indonesia sesungguhnya adalah bahasa yang mudah dipelajari
dan mudah dipakai. Buktinya hingga saat ini digunakan oleh lebih
dari 100 juta orang -- paling tidak di Nusantara ini -- belum lagi
orang asing yang makin banyak berbahasa Indonesia dengan lancar.
Sayangnya, banyak yang kurang peduli terhadap aturan mainnya,
terutama dalam penggunaan tanda baca. Contohnya, beberapa iklan di
bawah ini yang tayang di sebuah harian nasional.
Iklan 1: "Rp. 1000,-/ ekor -- Festival Bebek Panggang"
"Rp" sebagai penanda mata uang rupiah sesungguhnya telah menjadi
lambang bukan lagi singkatan seperti layaknya dsb., dll., dan tsb.
yang memang wajib diikuti oleh tanda titik, dengan begitu, "Rp"
tidak lagi menggunakan titik di belakangnya. Hal ini sama seperti
lambang dolar ($) atau yen (¥) penggunaannya adalah tanpa diikuti
oleh tanda titik (.). Sedangkan untuk "koma strip" (,-) seharusnya
diganti dengan "koma nol nol" (,00), misalnya Rp 1.000,00 yang
menandakan tidak ada tambahan sesen pun. Atau bolehlah dalam bahasa
iklan menjadi Rp 1000/ekor, lebih ringkas, bukan?
Iklan 2: "Tempat duduk terbatas hanya 7,000 -- Macau mulai USD 49"
Di dalam bahasa Indonesia penulisan koma di belakang angka adalah
guna mengakhiri keberadaan angka besar/angka utama. Misalnya seperti
contoh pertama yang sudah ditulis di atas. Jadi tidak salah jika
kita membaca iklan tersebut menjadi "hanya untuk tujuh tempat duduk"
bukan "tujuh ribu tempat duduk". Selama iklan tersebut memakai
bahasa Indonesia, bukankah aturan menuliskan bilangan angka juga
seharusnya mengikutinya? Apakah karena harga tiketnya memakai dolar
sehingga menyebut jumlah tempat duduk mengikuti aturan "US English"?
Iklan 3: "Diperpanjang s/d 15 Desember 2008 -- Pengundian Akhir
Dilakukan Akhir Desember 2008"
Untuk contoh yang terakhir ini, tidak berhubungan dengan angka, tapi
masih seputar tanda baca. Yang sudah benar dalam iklan ini adalah
dalam menuliskan "diperpanjang" dan "dilakukan" tidak menjadi "di
perpanjang" dan "di lakukan". Hanya saja, penulisan singkatan
"sampai dengan" seperti kembali ke zaman dahulu kala. Ini juga kasus
yang banyak sekali terjadi di dalam penulisan iklan kita. Jarang
sekali ditemukan penulisan singkat "sampai dengan" seperti yang
seharusnya: "s.d." bukan lagi "s/d". Entah mengapa hal ini selalu
terjadi.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: Bahasa, Please!
Penulis: Benwal
Alamat URL: http://benwal.blogdetik.com/2008/12/27/
Lihat pula Ejaan yang Disempurnakan bagian III/I/1/d
Alamat URL: http://id.wikisource.org/wiki/EYD#I._Singkatan_dan_Akronim
______________________________________________________________________
Pimpinan Redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Sri Setyawati
Kontak redaksi/kirim bahan: penulis(at)sabda.org
Berlangganan: Kirim e-mail ke: subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: Kirim e-mail ke: unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Arsip e-Penulis: http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/
Situs PELITAKU: http://pelitaku.sabda.org/
Facebook: http://fb.sabda.org/penulis/
Forum Penulis: http://pelitaku.sabda.org/forum
Kunjungi Blog SABDA di http://blog.sabda.org
______________________________________________________________________
Melayani sejak 3 November 2004
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Penulis 2009 / YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
|