__________________e-Penulis (Menulis untuk Melayani)__________________
Edisi: 052/Februari/2009
Tema: Tulisan yang Efektif
DARI REDAKSI__________________________________________________________
KITA DAPAT MENULIS DENGAN EFEKTIF
Shalom,
Tidak ada gading yang tidak retak, demikian pula tidak ada tulisan
yang sempurna dalam sekali menulis, sehebat apa pun sang penulisnya.
Oleh karena itu, dalam dunia kepenulisan sangat ditekankan prinsip
untuk terus menyunting tulisan yang kita buat sampai benar-benar
sempurna. Kerajinan dan ketekunan seorang penulis dalam menyunting
tulisannya akan menghasilkan sebuah tulisan yang efektif, yang
merupakan syarat agar pesan yang ingin disampaikan penulis dapat
benar-benar ditangkap oleh pembaca. Bagaimana seorang penulis dapat
menyunting tulisannya agar menjadi sebuah tulisan yang efektif?
Kami mengajak Sahabat Penulis menyimak artikel dan tips yang ada
dalam edisi kali ini. Anda tidak hanya mendapatkan panduan agar
tulisan Anda menjadi lebih efektif, namun Anda dapat belajar pula
melalui contoh yang disajikan dalam artikel. Jangan lewatkan Pena
Maya dan Tokoh Penulis yang pastinya dapat semakin menambah wawasan
Sahabat Penulis sekalian. Selamat menyimak.
Pimpinan Redaksi e-Penulis,
Davida Welni Dana
______________________________________________________________________
Apa yang diinginkan penulis dalam hidupnya?
Dia ingin menjadi apa di masa depan?
Hal-hal inilah yang seharusnya dapat ia jadikan bahan tulisan.
Pertanyaannya adalah aku ingin menjadi apa?
- Colin Wilson -
DAFTAR ISI____________________________________________________________
- Dari Redaksi: Kita Dapat Menulis dengan Efektif
- Daftar Isi
- Artikel: Unsur-Unsur Tulisan yang Efektif (Tata Bahasa: Kaidah DM)
- Tips: Bagaimana Menulis dengan Efektif
- Pena Maya: Melayani Melalui Tulisan dalam Creativejuicesbooks.com
- Tokoh Penulis: Charles Spurgeon: Sebuah Biografi Singkat
- Stop Press!: Blog SABDA -- Melayani dengan Berbagi
ARTIKEL_______________________________________________________________
UNSUR-UNSUR TULISAN YANG EFEKTIF (TATA BAHASA: KAIDAH DM)
Sasaran kita adalah bagaimana membuat unsur-unsur tulisan itu
menjadi efektif. Kalau unsur-unsur tulisan itu efektif, maka dengan
sendirinya tulisan itu menjadi efektif. Hal-hal yang harus
diperhatikan mencakup kata yang efektif, kalimat yang efektif, dan
alinea yang efektif. Mari kita bahas satu per satu unsur tersebut.
A. KATA YANG EFEKTIF
Kata adalah kumpulan huruf. Kata merupakan unsur terpenting dalam
pengeditan. Tanpa ada kata, mustahil terjadi proses pengeditan. Kata
yang kita butuhkan di sini adalah yang efektif, bukan kata yang
kedodoran atau asal tertata. Ada tiga hal perlu diperhatikan
terhadap kata.
1. Kata yang digunakan harus mudah dimengerti. Jangan terlalu banyak
menggunakan kata-kata asing yang sulit, bahkan tidak bisa
dimengerti oleh pembaca.
2. Kata yang digunakan harus dinamis, artinya kata yang ditampilkan
memunyai arti yang lebih hidup, lebih bersemangat, dan sesuai
dengan kondisi dan situasi pernyataan yang akan disampaikan.
3. Setiap kata yang muncul harus demokratis (konsensus umum,
bermakna satu, dapat diterima secara umum, atau sudah dibakukan).
B. KALIMAT YANG EFEKTIF
Kalimat adalah gabungan kata yang mengandung arti. Untuk mendapatkan
kalimat yang efektif, maka perlu diperhatikan syarat kalimat sebagai
berikut.
1. Secara Bentuk
a. Memunyai gabungan kata secara teratur: S + P + O + K, atau
anak kalimat + induk kalimat, atau sebaliknya.
b. Kalimat itu harus selesai. Pengertian selesai ini harus
diakhiri dengan titik, tanda seru, tanda tanya; bukan koma.
c. Bila terdapat dua subjek atau dua predikat, atau lebih dari
satu objek, maka kalimat itu disebut kalimat berantakan atau
kalimat kacau. Ini harus dihindari.
d. Bisa terdiri dari kalimat tunggal, artinya: subjeknya atau
predikatnya atau objeknya hanya satu.
e. Kalau terdiri dari kalimat majemuk, maka terdiri dari satu
induk kalimat dan satu anak kalimat.
2. Secara Isi
a. Kalimat harus mengandung satu ide atau satu gagasan.
b. Agar dapat merangsang minat baca, kalimat itu harus persuasif,
tegas, meyakinkan, dan jangan ragu-ragu. Dalam arti luas harus
komunikatif.
C. ALINEA YANG EFEKTIF
Alinea adalah kumpulan dari kalimat. Alinea yang efektif wajib
terdiri dari:
1. Satu penyataan atau satu pikiran, dan kalimat berikutnya
merupakan kelanjutan atau kedalaman pikiran sebelumnya.
2. Merupakan satu kesinambungan analisis dari alinea sebelumnya.
3. Semakin memasuki ke dalam alinea, cara pikirnya semakin
menyempit, yang akhirnya mengarah pada titik kesimpulan, atau
titik pertanyaan.
D. SEKADAR MENCOBA: ABBA BAPA
(Kalimat 1):
Abba, kupanggil Engkau ya Bapa
nama terindah didalam hidupku
lebih dari segalanya
(Kalimat 2):
Ooh, Abba ku panggil Engkau yang Bapa
Kau layakan aku jadi anakmu
memanggil-Mu Yesus
(Kalimat 3):
Lebih tinggi dari langit
begitulah kasih Bapa
(Kalimat 4):
Lebih dalam dari lautan
Engkau mengasihiku
(Kalimat 5):
Lebih luas dari bumi
tak terjangkau pikiranku
(Kalimat 6):
Semuanya kau sediakan bagiku
Yesus kucinta Kau
Syair lagu berjudul "Abba Bapa" ini sungguh sangat populer di
kalangan orang-orang Kristen, bahkan di kebaktian atau
persekutuan remaja-pemuda, lagu ini menjadi lagu yang cukup
digemari. Menyanyikan lagu tersebut membantu seseorang agar lebih
dekat berbakti kepada Allah. Apalagi bila syair itu diulang-ulang
dengan suara yang semula keras, perlahan, semakin perlahan,
semakin perlahan, dan hanya berupa ucapan dalam hati
masing-masing: terhayut dalam pelukan Allah.
Persoalan yang timbul: apakah syair tersebut sudah bisa dikatakan
memunyai kata yang efektif? Kalimat yang efektif? Alinea yang
efektif?
PEMILIHAN KATA-KATA:
Pertama, penulis syair memilih tiga kata yang mendapat tekanan
sama, yakni kata "Abba, "Bapa", dan "Yesus". Ketiga kata itu
dijadikan satu artinya, menjadi "orang tua", di mana penulis
menempatkan dirinya sebagai "anak" dari orang tua itu. Memang
bila dilihat sepintas benarlah semuanya itu, tetapi bila
diperhatikan makna teologisnya maka pengertian kata itu menjadi
kacau. Kata "Abba" (bahasa Aram) memang menekankan arti Bapa
(father) dalam PL dan PB, yang memunyai ikatan diri dengan anak.
Dalam PB muncul tiga kali: Mrk. 14:36; Rm. 8:15; Gal. 4:6. Di
mana Bapa tidak saja memunyai ikatan darah, tetapi memunyai
kegiatan yang menjaga, mendidik, dan melindungi anak-anaknya
dengan kasihnya. Jadi, memang Abba dan Bapa satu tali ikatan yang
dalam antara orang tua dengan anaknya. Jadi, kalau mau
diderajatkan fungsi dan kedudukannya, "Abba" dan "Bapa" tidak
salah. Tapi, tiba-tiba muncul kata "Yesus", yang sebenarnya
sebagai anak dari "Bapa", di mana Yesus memunyai tugas utama
sebagai penebus dosa manusia dan Ia tidak berfungsi sebagai
orang tua. Dalam konteks ketiga, kata ini diderajatkan pada
tekanan bahwa Yesus adalah Bapa dengan kedudukan penulis adalah
anak, dan Yesus adalah orang tua, maka ini kurang tepat.
Bagaimana bisa anak (Yesus dari Bapa) menjadi Bapa dari penulis.
Ini sulit dimengerti. Karena kalau Yesus berfungsi sebagai Bapa,
maka "Abba" dan "Bapa" bisa berfungsi sebagai kakek penulis.
Kedua, pada bagian pertama berbicara mengenai hubungan orang tua
dengan anak, lalu dilanjutkan kasih yang dalam dari orang tua
kepada anaknya, lalu tiba-tiba muncul kata "Yesus" yang diikuti
dengan kalimat "kucinta Kau". Kata "Yesus" kurang tepat,
mengingat dari bagian pertama dan selanjutnya tidak disebut-sebut
tentang Yesus, dan tiba-tiba pada akhir kalimat muncul "Yesus".
Kata "Yesus" ini mengagetkan pembaca, Ia muncul dengan mendadak
tanpa ada pengantarnya.
Ketiga, bila diperhatikan bagian kedua, di situ muncul kata
"pikiranku" yang tidak terjangkau dengan digandengkan menekankan
pada "lebih luas dari bumi". Secara pemakaian kata, "pikiranku"
yang tidak terjangkau adalah masih menjadi tanda tanya. Kalau
penulis (manusia) berkata dengan "Bapa" yang memunyai sifat
ilahi, maka pikirannya pasti bisa dibaca oleh Bapa. Ingat, meski
Bapa berfungsi sebagai orang tua, tetapi Ia adalah Allah yang
Mahakuasa dan Mahatahu. Jadi, tidak mungkin pikiran manusia tidak
terbaca. Jadi, makna kata itu kurang tepat. Tapi, makna itu
menjadi benar bila penulis menempatkan Bapa adalah sama-sama
manusia. Karena kita tahu bahwa rambut sama hitam, tetapi hati,
akal, dan budi setiap manusia berbeda. Setiap manusia tidak bisa
membaca apa yang sedang dipikirkan manusia lain. Tapi kalau Bapa
dijadikan sama dengan manusia bukan Allah, maka pengertian
seluruh syair ini menjadi berantakan.
KALIMAT YANG EFEKTIF: Pertama, bentuk atau jenis kalimat syair
ini adalah jenis surat di mana penulis menyapa "Abba" dan
menegaskan posisi penulis kepada Abba. Penulis memosisikan
sebagai anak dan mengucapkan rasa cintanya kepada orang tua
karena pemeliharaan seorang Abba. Sehingga kalimat satu dengan
yang berikutnya diulang ("Abba kupanggil Engkau ya Bapa"; "lebih
tinggi dari ..." ). Sungguh ini merupakan isi syair yang cukup
akrab dengan Abbanya.
Kedua, bila kita melihat keutuhan kalimat, maka kalimat-kalimat
yang ada dalam syair ini berantakan. Perhatikan, setiap kalimat
tidak diakhiri dengan titik, atau tanda seru atau tanda tanya,
sehingga ada kesan kalimat-kalimat itu belum selesai. Ini tentu
menganggu keefektifan kalimat.
Ketiga, penggunaan ejaan dalam kalimat, misalnya kata "didalam"
yang disambung atau "ku" dipisah dengan kata "panggil" atau kata
"kau" huruf kecil, tapi ditujukan kepada Allah itu cukup
mengganggu keefektifan kalimat.
Keempat, karena tidak menggunakan titik atau koma, maka kita
sulit untuk memastikan satu kalimat terdiri dari beberapa kata.
Tapi, kita bisa melihat dari pengunaan huruf besar pada awal
kalimat, seperti kalimat pertama "Abba", lalu kalimat kedua dari
"Ooh", kalimat ketiga dari kata "Lebih", kalimat keempat dari
kata "Lebih dalam", kalimat kelima dari kata "Lebih luas", dan
kalimat keenam (terakhir) dari kata "Semuanya". Dari keenam
kalimat ini, kita bisa melihat ada dua jenis kalimat yang
digunakan penulis adalah kalimat tunggal (kalimat satu, dua,
tiga, dan empat) dan kalimat majemuk (kalimat lima sampai
keenam).
Abba, kupanggil Engkau ya Bapa
nama terindah didalam hidupku
lebih dari segalanya
Kalimat tunggal ini memang menggunakan kata-kata yang tepat,
tetapi melihat panjangnya kalimat ini membuat kita sedikit
mengernyitkan dahi untuk memahaminya. Karena kita diganggu dengan
baris kedua yang semestinya bisa menjadi kalimat sendiri.
Kalimat ini terlalu panjang. Hal ini juga terjadi pada kalimat
kedua.
Ooh, Abba kupanggil Engkau ya Bapa
Kau layakkan aku jadi anakmu
memanggil-Mu Yesus
Berikutnya kita melihat kalimat majemuk yang ada pada kalimat
kelima dan keenam. Kalimat majemuk ini tidak ada masalah. Penulis
menggunakan permainan "anak kalimat" yang dilanjutkan dengan
"induk kalimat", atau sebaliknya.
Anak kalimat: (karena) lebih luas dari bumi
Induk kalimat: (maka) tak terjangkau pikiranku
Induk kalimat: (maka) semuanya Kau sediakan bagiku
Anak kalimat: (karena) Yesus kucinta Kau
ALINEA YANG EFEKTIF: Syair di atas bila diperhatikan terbagi
menjadi dua alinea, tetapi apakah alinea pertama memunyai satu
pikiran, dan alinea selanjutnya mendukung pikiran yang pertama?
Jawabnya: benar. Jadi, persoalan alinea kita bisa mengatakan
alinea ini cukup efektif. Karena banyak pengertian makna kata
yang kurang tepat dan tataan kalimat-kalimat yang kurang lengkap,
maka untuk memahami ide alinea satu dengan berikutnya sedikit
mengalami gangguan.
E. Kesimpulan
Mempelajari unsur-unsur tulisan yang efektif ini tidak mudah,
tetapi bukan berarti kita tidak mampu untuk mempelajarinya. Kita
perlu sabar, teliti, dan terus berlatih. Tapi bila kita
mengabaikan proses tersebut, sungguh kita akan mengalami
kesulitan melakukan kegiatan editing dengan baik. Ini adalah
langkah dasar. Langkah ini harus sudah mendarah daging: spontan
dalam menghadapi berbagai tulisan, baik saat kita hanya sekadar
membaca saja.
Syair "Abba Bapa" misalnya, ternyata memang masih memunyai
persoalan editing. Kalau kita tahu itu, kita jadi bisa berhati-
hati untuk menyanyikannya. Atau paling tidak, kita bisa
menjelaskan kembali kepada orang yang bertanya kepada kita:
bagaimana sebenarnya syair lagu tersebut. Memang syair lagu ini
masih menimbulkan pro dan kontra, tetapi kalau kita sudah tahu
pokok persoalannya, maka kita bisa dengan enak menggunakannya
meski kita harus merevisinya sendiri.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Teknik Penulisan Literatur
Penulis: Harianto GP
Penerbit: Agiamedia, Bandung 2000
Halaman: 179 -- 186
TIPS__________________________________________________________________
BAGAIMANA MENULIS DENGAN EFEKTIF
Banyak orang berasumsi bahwa hanya dengan mengambil pulpen, penulis
sejati mampu mengalirkan kata-kata dari awal sampai akhir. Seorang
penulis sejati mengerti bahwa ada proses di dalam menulis. Jika Anda
memerhatikan enam prinsip dalam menulis di bawah ini, maka Anda akan
dapat menulis dengan mudah.
1. Perencanaan
Perencanaan adalah proses mengumpulkan ide dan memikirkan fokus dari
tulisan Anda. "Tulis yang Anda tahu" adalah ungkapan yang diakui
secara luas dalam dunia penulis karena hal itu adalah kebenaran
mutlak! Seorang pembaca tahu apakah Anda mengerti apa yang Anda
katakan atau Anda hanya menuliskan daftar fakta-fakta yang Anda
ambil dari referensi Anda. Titik beratkan talenta Anda untuk menjadi
seorang ahli atau penguasa di bidang studi pilihan Anda. Titik
beratkan gagasan Anda pada topik yang telah Anda pilih. Tujuan Anda
adalah menulis dan pembaca yang akan membaca tulisan Anda.
2. Pembentukan
Setiap penulis memiliki proses berpikir yang berbeda, namun cara
berpikir itu harus dituangkan dalam sebuah urutan logis yang dapat
dimengerti pembaca. Urutan klimaktik (clicmatic order), mulai dari
hal yang kurang penting dan dibangun sampai pada hal terpenting.
Urutan kronologis (chronological order), mengalir seturut rangkaian
waktu. Dan urutan spasial (spatial order), mengacu pada lokasi
fisik. Tentukan peran yang akan Anda mainkan dalam tulisan Anda dan
kemudian atur bahan-bahan Anda secara efektif, namun dengan gaya
yang orisinil yang menyatakan minat dan bakat Anda kepada pembaca.
3. Penulisan Draf
Setelah Anda mengumpulkan ide-ide dan membentuk gaya penyajian,
susunlah kalimat ke dalam bentuk paragraf. Tidak ada yang lebih
menyenangkan selain menulis sebuah kalimat yang sempurna; sebuah
kalimat yang menyampaikan informasi kepada pembaca dalam bentuk
pemikiran yang orisinal. Shakespeare adalah ahlinya dalam hal
mengembangkan kata-kata yang masih kita pakai hingga saat ini.
Tujuan dari penyusunan draf adalah melangkah maju. Jangan menatap
sebuah halaman kosong, tulislah dengan bebas dan biarkan terus
mengalir. Penyusunan draf tidak harus sempurna, itulah mengapa
mereka menyebutnya dengan istilah draf awal. Jangan hiraukan ejaan
dan tata bahasa pada draf-draf awal dan biarkan kata-kata mengalir.
4. Revisi
Kembalilah dan evaluasi draf Anda. Tulis ulang draf Anda dengan
menambahkan, memotong, mengganti, dan memindahkan tulisan-tulisan
pada draf agar lebih jelas. Untuk merevisi secara efektif,
evaluasilah apa yang telah Anda tulis. Putuskan di mana Anda harus
menambah informasi atau menyisipkan kata-kata. Temukan
tulisan-tulisan yang tidak berguna dan menyimpang. Tetap fokus pada
topik Anda! Ganti kata-kata lama dengan kata-kata baru, khususnya
ketika Anda menemukan kata yang terus-menerus diulang. Pindahkan
bahan-bahan Anda atau ubah urutan paragraf jika materi Anda tidak
tersaji dalam urutan yang logis. Menulis adalah persoalan merevisi!
5. Menyunting
Menyunting adalah langkah kunci yang sering kali dilewatkan penulis.
Para penulis cukup puas dengan langkah terakhir revisi, jadi mereka
tidak meluangkan waktu ekstra untuk menyunting tulisan dan kebenaran
teknis mekanisnya. Jika menyunting terlalu cepat, mungkin Anda akan
melewatkan fakta bahwa pesan dalam tulisan tidak tersampaikan dengan
efektif. Untuk benar-benar menyunting tulisan secara efektif,
jauhilah tulisan Anda selama beberapa jam, lalu kembalilah lagi.
Anda akan terkejut melihat betapa banyak kesalahan yang terlewatkan
oleh mata Anda.
Penyuntingan memerhatikan: tata bahasa, ejaan, tanda hubung, tanda
koma, tanda titik koma, tanda baca, huruf kapital, huruf miring,
nomor, dan singkatan.
6. Baca Akhir
Langkah terakhir adalah membaca akhir tulisan Anda. Anda memastikan
bahwa hasil akhir tulisan Anda akurat dan bersih. Langkah ini
berbeda dengan penyuntingan karena langkah ini hanya fokus pada
kesalahan ketik yang mata Anda lewatkan. Kebanyakan program pengolah
kata memiliki "spell checker", namun periksalah lagi bahwa Anda
telah menngunakan kata yang benar.
Memulainya dari bagian akhir tulisan daripada dari bagian awal
tulisan akan menolong Anda untuk fokus, tidak dibingungkan oleh isi
tulisan. (t/Adwin)
Diterjemahkan dari:
Situs: e-HOW
Judul asli artikel: How To Write Effectively
Penulis: KCout
Alamat URL: http://www.ehow.com/how_2082424_write-effectively.html
PENA MAYA_____________________________________________________________
MELAYANI MELALUI TULISAN DALAM CREATIVEJUICESBOOKS.COM
CreativeJuicesbooks.com adalah sebuah penerbit buku yang memiliki
visi untuk menyebarkan pesan tentang cinta kasih Tuhan melalui
tulisan. Hal ini diwujudkan dengan memberikan tips-tips menulis
gratis melalui situsnya. Adapun tips-tips yang bisa kita akses
bervariasi, mulai dari buku anak-anak, remaja, teknik menulis,
dialog drama, dan tips mencari ide tulisan. Meski menggunakan
pengantar bahasa Inggris, namun bahasa yang digunakan mudah
dimengerti sehingga kita tidak akan mengalami kesulitan mengerti isi
yang ada dalam situs ini. Setiap bagian dibahas secara mendalam dan
dilengkapi dengan tautan-tautan ke bahan lain yang berhubungan,
sehingga kita bisa mempelajari bahan yang berhubungan satu sama lain
tanpa mengalami kesulitan mencarinya ke menu lain. Situs ini juga
bisa dibagikan (share) dengan mudah ke beberapa situs lain, misalnya
ke situs-situs Google, Buzz, Facebook, dan Myspace. Dengan
kelebihan, kemudahan, dan kekayaan bahan yang ada, maka banyak
pelajaran yang bisa kita petik melalui situs ini. Selamat
berkunjung!
==> http://www.creativejuicesbooks.com/
TOKOH PENULIS_________________________________________________________
CHARLES SPURGEON: SEBUAH BIOGRAFI SINGKAT
Diringkas oleh: Yohanna Prita Amelia
Selain dikenal sebagai seorang pengkhotbah yang berpengaruh, Charles
Spurgeon juga dikenal sebagai seorang penulis. Karya-karyanya
diketahui memiliki kedalaman makna yang luar biasa. Kedalaman setiap
tulisannya membuat beberapa tulisannya tidak dapat dibaca begitu
saja. Pembaca harus benar-benar membaca tulisannya dengan hati untuk
melihat betapa dalamnya pesan yang ingin ia sampaikan melalui setiap
tulisannya.
Kesenangan Spurgeon membaca berbagai buku merupakan modal penting
dalam pelayanannya sebagai seorang penulis -- di samping sebagai
seorang pengkhotbah. Spurgeon banyak membaca buku-buku tentang
teologi puritan, sejarah alam, dan literatur latin zaman Victoria.
Sebagai pengkhotbah, dia memulai pelayanannya sejak tahun 1850,
ketika berusia 15 tahun. Spurgeon mulai menerbitkan buku segera
setelah dia mulai berkhotbah. Pada bulan Januari 1855, Passmore and
Alabaster membuka "The Penny Pulpit" yang menerbitkan satu
khotbahnya setiap minggu -- hal ini berlangsung hingga tahun 1917,
25 tahun setelah kematian Spurgeon. Setiap tahun, khotbah-khotbah
ini dicetak ulang dalam bentuk buku, pertama dengan judul "The New
Park Street Pulpit" (6 jilid, 1855 -- 1860), dan kemudian dengan
judul "The Metropolitan Tabernacle Pulpit" (57 jilid, 1861 -- 1917).
Pelayanannya di bidang berkhotbah dan menulis memang terlihat
berjalan beriringan. Spurgeon menerbitkan banyak buku yang
berhubungan dengan khotbah-khotbahnya; yang paling penting di
antaranya adalah "Lectures to My Students" (1890) dan "The 7-volume
Treasury of David" (1869).
Khotbah-khotbah Spurgeon dikenal luas dan sangat kontroversional.
Salah satu Khotbahnya yang terkenal berjudul "Baptismal
Regeneration" dan sebuah artikel berjudul "Down Grade". Pada tanggal
5 Juni 1864, Spurgeon berkhotbah dengan judul "Baptismal
Regeneration" yang membahas ajaran Anglikan mengenai kuasa sakramen
baptisan anak dan hasil tulisan dari khotbah tersebut terjual
sebanyak 350.000 kopi. Sedangkan kontroversi "Down Grade" dimulai
pada tahun 1887, saat Spurgeon menerbitkan rangkaian artikel yang
menyatakan bahwa pemikiran evolusioner dan teologi liberal akan
menghambat kemajuan gereja.
Penyakit memaksa Spurgeon lebih banyak berdiam diri selama sisa
waktu hidupnya. Khotbah terakhirnya dilakukan di Metropolitan
Tabernacle, pada tanggal 7 Juni 1891. Spurgeon meninggal di Perancis
pada tanggal 31 Januari 1892. Pada tanggal 9 Februari 1892, lebih
dari 60.000 pelayat menghadiri pemakamannya di Tabernacle. Spurgeon
dikuburkan pada tanggal 11 Februari 1892. (t/Yohanna)
Diterjemahkan dan diringkas dari:
Nama situs: Victorian Web
Judul asli artikel: Charles Haddon Spurgeon: A Brief Biography
Penulis: Robert H. Ellison
Alamat URL: http://www.victorianweb.org/religion/sermons/chsbio.html
STOP PRESS!___________________________________________________________
BLOG SABDA
MELAYANI DENGAN BERBAGI
Kejutan baru!! Yayasan Lembaga SABDA (YLSA) meluncurkan satu lagi
situs baru, yang diberi nama "Blog SABDA". Situs ini sangat unik
karena situs ini merupakan blog yayasan yang dibangun dengan tujuan
agar para Pembaca, Pengunjung, Pendukung, dan Sahabat YLSA mengenal
yayasan tercinta ini dengan lebih transparan lagi.
Jika selama ini orang hanya bisa mengenal YLSA melalui
produk-produk pelayanannya (CD SABDA, situs-situs dan
publikasi-publikasi YLSA, kelas teologia online, dan CD-CD Alkitab
Audio), maka kini Anda juga dapat mengikuti kegiatan dan pergumulan
para staf yang bekerja di balik layar, dan bahkan bisa terlibat
memberikan masukan/nasihat/dorongan secara langsung tanpa harus
menjadi staf penuh waktu YLSA.
Untuk memudahkan, isi Blog SABDA dibagi dalam beberapa kategori,
yaitu: Alkitab, Publikasi, Pelayanan, Teknologi, dan Umum. Secara
berkala, staf YLSA akan membagikan informasi dan pergumulan seputar
pelayanan YLSA. Besar harapan kami para pengunjung situs ini bisa
ikut berperan serta dengan memberikan komentar dan masukan yang
membangun. Untuk memberi komentar, Anda tidak perlu login terlebih
dahulu, langsung isi saja form komentar di bawah blog yang ingin
Anda komentari. Nah, bagi Anda yang ingin bergabung dalam pelayanan
YLSA tanpa harus menjadi staf penuh waktu, silakan bergabung di Blog
SABDA untuk ikut bersama-sama berbagi mengembangkan pelayanan YLSA.
Selamat berkunjung.
==> http://blog.sabda.org/
______________________________________________________________________
Pimpinan redaksi: Davida Welni Dana
Staf Redaksi: Yohanna Prita Amelia dan Sri Setyawati
Kontak redaksi/Kirim bahan: penulis(at)sabda.org
Berlangganan: Kirim e-mail ke subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti: Kirim e-mail ke unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Arsip e-Penulis: http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/
Situs Pelitaku: http://pelitaku.sabda.org/
Forum Penulis: http://pelitaku.sabda.org/forum
Network Literatur: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_literatur
______________________________________________________________________
Melayani sejak 3 November 2004
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Penulis 2009 / YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog SABDA: http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
|