______________________________________________________________________
e-Penulis
(Menulis untuk Melayani)
Edisi 027/Januari/2007
MENULIS DI INTERNET
-------------------
= DAFTAR ISI =
* Dari Redaksi
* Artikel 1 : Internet: Media Penulisan Interaktif
* Artikel 2 : Menulis dan Memercayakan Tulisan di Internet
* Tips : Menulis di Internet
* Surat Pembaca: Kiat Menulis Esai
* Stop Press! : Bahan untuk Pemimpin Kristen dari e-Leadership
DARI REDAKSI
------------
Salam sejahtera,
Apa yang hendak saya tulis tahun ini? Mungkin inilah pertanyaan yang
muncul di benak dan pikiran para penulis. Pergelutan pencarian ide,
pengumpulan referensi, penulisan, hingga penyuntingan naskah mungkin
juga menjadi bagian perencanaan para penulis. Lalu setelah
menyelesaikan suatu tulisan, tentunya muncul pula pertanyaan lain.
Hendak ke mana tulisan ini akan dipublikasikan?
Dahulu, pertanyaan tersebut akan menemukan jawabannya dalam media
cetak. Maksudnya, kita akan diberi pilihan, antara memublikasikan
tulisan kita di buletin lokal, gereja, majalah dinding, surat kabar,
majalah, maupun tabloid. Kini, alternatif lain telah hadir pula bagi
kita lewat keberadaan internet.
Sejumlah fasilitas, baik bagi pemula maupun bagi mereka yang mahir,
telah tersedia. Kita bisa memanfaatkan rumah virtual pribadi alias
situs web bikinan sendiri untuk wadah tulisan kita. Untuk yang lebih
interaktif, kita tinggal mendaftar di salah satu situs penyedia
blog, lalu mulai menulis. Ada juga forum-forum diskusi bagi para
penulis.
Masalahnya, bagaimana kita memercayakan tulisan kita di dunia maya
tersebut? Sajian perdana di tahun 2007 berikut kiranya dapat
menolong kita untuk memanfaatkan dunia internet sebagai wadah untuk
mengasah sekaligus membagi kemampuan menulis kita.
Penanggung jawab e-Penulis,
Raka Sukma Kurnia
ARTIKEL 1
---------
INTERNET: MEDIA PENULISAN INTERAKTIF
Oleh: Kristina Dwi Lestari
Perkembangan dunia internet yang sedemikian pesat tidak sekadar
memberi peluang bagi para pengembang peranti lunak maupun keras.
Dunia internet juga tidak sekadar dimanfaatkan oleh para korporat
bisnis yang berupaya melebarkan sayap bisnisnya. Kini, keberadaan
internet pun telah menghadirkan nilai yang amat positif bagi para
penulis.
Berbagai fasilitas telah dapat dimanfaatkan oleh para penulis, baik
mereka yang masih dalam taraf pemula, maupun mereka yang sudah
mahir. Mulai dari situs web statis hingga blog yang lebih menawarkan
aspek interaktif. Semuanya tergantung kebutuhan para penulis
terkait.
Alam yang Bebas
---------------
Salah satu yang ditawarkan internet bagi penulis adalah kebebasan.
Dunia internet membuat para penulis dapat berinteraksi dengan bebas.
Para penulis tidak perlu merasa takut oleh editor yang bagi sebagian
orang mungkin menjadi sosok yang ditakuti. Jadi, yang harus mereka
lakukan ialah terus mengasah kemampuan menulis.
Salah satu wadah yang bisa digunakan untuk menyalurkannya ialah
situs web. Beberapa orang yang mulai tertarik untuk menulis di
internet, mungkin mencari-cari "halaman rumah" alias "homepage"
gratis. Setelah melakukan desain seperlunya, berbagai tulisan pun
dikategorikan sesuai kebutuhan dan dimasukkan ke "rumah" tersebut.
Akan tetapi, fasilitas yang disediakan saat ini justru memberikan
sisi interaktif. Ada banyak orang yang mulai menulis di berbagai
blog. Bahkan seiring perkembangan waktu, lalu lintas blog telah
berlangsung semakin pesat. Beberapa orang termasuk para penulis
mulai melirik blog, selain atas alasan adanya kebebasan juga karena
ada beberapa kesamaan seperti jenis blog, kedekatan geografis atau
visi dan ideologi, ungkap Rane "jaf" Hafied. Adanya interaksi
antarblogger, adu argumen dan pendapat dilihat sebagai sebuah
kekuatan yang luar biasa.
Hal yang Penting untuk Diperhatikan Saat Menulis di Situs Web
-------------------------------------------------------------
Sama halnya dengan menulis di media massa misalnya yang harus
memerhatikan beberapa persyaratan seperti teknik penulisan, isi, dan
kontinuitas (S. Tartono 2005: 2), menulis di situs web juga harus
memerhatikan hal tersebut. Yang membedakan dalam penulisan di situs
web adalah menyangkut masalah keefektifan saja. Landsberger dalam
artikelnya, "Writing Effective Web Pages" memberikan beberapa hal
penting yang dapat kita pakai sebagai dasar menulis di situs web.
a. Topik, gagasan utama, dan kesimpulannya harus cepat terlihat dan
cepat diketahui.
b. Struktur gagasan:
- gagasan utama ada di bagian "atas" layar;
- gagasan pendukung dan informasi tambahan ada di bawahnya.
c. Struktur isi dan struktur situs web bisa dikenali dengan mudah
oleh pengunjung.
d. Susunan yang sederhana adalah yang terbaik; batasi satu gagasan
menjadi beberapa kata saja, berupa kalimat, frase, atau paragraf.
Robert Gunning memberikan rumus apakah kalimat itu mudah atau
tidak untuk dipahami, yaitu dengan rumus FOG INDEX (dalam Putra
2006: 48). Rumus ini pada awalnya digunakan untuk mengukur
kemampuan menulis para jurnalis dalam bahasa Inggris dan ternyata
rumus ini relevan juga digunakan di semua bahasa termasuk bahasa
Indonesia. Cara mengukurnya adalah dengan menghitung jumlah
rata-rata kata per kalimat ditambah persentase kata bersuku tiga
atau lebih kemudian dibagi 2,5.
e. Hindari istilah-istilah teknis kecuali jika istilah itu memiliki
tujuan yang jelas dan memiliki definisi.
f. Data, detail, dan kekompleksan informasi sebaiknya dibahas di
halaman yang berikut dan harus ditempatkan secara logis.
g. Isi dari halaman berikutnya harus bisa diketahui dari tautannya
(link) dan harus konsisten dengan halaman sebelumnya.
h. Informasi yang lebih rinci bisa diakses melalui tautan untuk
mencetak.
i. Hilangkan hal-hal yang berlebihan jika itu mengurangi pesan Anda
walaupun terkesan penting.
j. Periksalah ejaan lalu bacalah kembali halaman Anda.
k. Selalu berfokus pada pesan. Sediakan alamat kontak dan undanglah
pengunjung situs untuk mengirimkan tanggapan, komentar, saran,
atau pertanyaan yang dapat meningkatkan efektivitas situs web
Anda; abaikan setiap tanggapan yang tidak bermutu.
l. Memformat:
- setiap desain halaman harus konsisten,
- gunakan tabel, kolom 1/2 baris, untuk menempatkan teks di
tengah monitor (80% atau selebihnya) untuk membuat batas kanan
dan kiri,
- berikan jarak antarparagraf agar mudah dibaca.
m. Pilihan penggunaan grafik sebaiknya ditujukan untuk:
- memperkuat teks,
- menggali teks lebih dalam,
- menandai teks,
- mengganti teks,
Namun, bila justru tidak berarti dan mengganggu sebaiknya
penggunaan grafik dihindari.
Hal Apa yang Perlu Dihindari Saat Menulis di Situs Web
------------------------------------------------------
Selanjutnya, Landsberger juga memberikan beberapa catatan yang
perlu kita hindari manakala menulis di situs web.
a. Sesuaikan dengan ukuran monitor.
Hal ini berkaitan dengan proses cepatnya membaca. Ketika menulis
di kertas, Anda dapat membacanya dengan cepat, melompat dari
judul ke paragraf kemudian membolak-balik halaman. Dokumen
tersebut dapat kita baca dengan mudah karena mata kita sudah
terlatih dan dapat menyesuaikan diri dengan media kertas. Namun,
tidak demikian dengan monitor komputer. Bila monitor berukuran
kecil, kita akan kesulitan untuk membaca karena resolusi
tampilannya. Tak jarang teks akan memenuhi layar dan terkadang
terlalu lebar. Gaya penulisannya pun berbeda. Padahal ketika
melihat suatu halaman web, penjelajah (yaitu Anda) ingin cepat
mengetahui apakah halaman tersebut sesuai dengan yang dicari atau
tidak. Untuk mengatasinya, diperlukan pendekatan "bottom-down".
Jadi, semua simpulan atau ringkasan diletakkan di bagian atas.
Pendekatan seperti ini memang terkesan terlalu mengamati bagian
permukaan saja. Namun, kita perlu menyadari bahwa jutaan situs
web bersaing dalam memberikan informasi. Jika situs web Anda
ditulis dengan jelas dan langsung mengemukakan intinya, Anda akan
dianggap berhasil menyampaikan informasi.
b. Hindari penyajian teks yang terlalu panjang.
Ada beberapa situs web yang dibangun dengan rancangan yang buruk.
Namun, yang terburuk adalah halaman yang kelebihan teks.
Penyajian teks yang sangat panjang menuntut ketekunan untuk
menemukan bagian yang kita butuhkan. Lagipula, mata kita akan
kelelahan lebih dulu sebelum menemukan bagian tersebut. Bukan
berarti halaman yang dipenuhi oleh teks tidak cocok untuk situs
web. Namun, situs web justru akan menjadi efektif dalam
menyampaikan informasi bila dicetak, lalu dibaca. Apalagi membaca
halaman web 25% lebih lambat daripada membaca kertas.
d. Penggunaan grafik yang berlebihan.
Situs web yang kelebihan grafik juga akan menimbulkan masalah.
Grafik yang terlalu besar tidak hanya akan memakan banyak waktu
dalam pengunduhannya tapi juga membuat pesan Anda menjadi tidak
jelas. Grafik yang berkedip-kedip dan melompat-lompat di layar
juga akan mengganggu pembacanya. Lalu, iklan yang tidak
berhubungan dengan informasi yang disajikan juga akan membuat
keseluruhan penyampaian menjadi tidak jelas. Penyajian gambar
yang tidak sesuai juga akan membingungkan penjelajah untuk
mencari informasi yang diinginkannya. Alhasil, penjelajah akan
melewati informasi yang disajikan.
Hadirnya situs web dan blog yang ditawarkan di dalam dunia internet
kiranya tidak membingungkan kita lagi tentang ke mana hasil tulisan
kita akan dipublikasikan. Apalagi nilai kebebasan yang ditawarkan
tidak mematikan ide kreatif kita dalam menulis.
Bahan Bacaan
------------
Hafied, Rane "jaf". "Suara Komunitas Blogger: Community Power Yang
Mau Dibawa Kemana?" Dalam http://ryosaeba.wordpress.com/tag/uneg-uneg/.
Landsberger, Joe. "Writing Effective Web Pages". Dalam
http://www.osmania.ac.in/e-ducation/Study%20Guides/writing_content.htm.
Putra, R. Masri Sareb. 2006. "Teknik Menulis Berita dan Feature".
Indeks: Jakarta.
Tartono, S. 2005. "Menulis di Media Massa Gampang". Pustaka
Nusatama: Yogyakarta.
ARTIKEL 2
---------
MENULIS DAN MEMERCAYAKAN TULISAN DI INTERNET
Kebebasan berekspresi. Itulah yang ditawarkan dalam dunia internet.
Sejak zamannya halaman web yang statis, berbagai "homepage" pribadi
pun bertaburan. Mulai dari yang memanfaatkan halaman gratisan,
sampai kepada yang berbayar. Untuk memberi kesan interaktif, tak
jarang alamat kontak via e-mail pun dilampirkan di halaman tersebut.
Tidak puas dengan interaksi yang memakan waktu cukup lama, fasilitas
untuk "ngerumpi" (chatting) pun disediakan pula. Belakangan
berkembang "shout box", model rumpi yang sedikit berbeda.
Kini, masa-masa halaman statis sudah bergeser. Meski masih banyak
yang menawarkan halaman-halaman gratisan untuk digarap, tren yang
berhembus saat ini ialah halaman-halaman situs model blog. Teknologi
yang dihadirkan saat ini sudah memungkinkan bagi siapa saja untuk
berinteraksi langsung dengan pemilik atau pengelola situs terkait.
Tentu saja tanpa menggunakan e-mail karena fasilitas mengomentari
suatu seksi tertentu sudah disediakan.
Apa pun jenis halamannya, satu hal yang jelas ialah bahwa semua ini
sangat berkaitan erat dengan dunia tulis-menulis. Tak jarang orang
menggunakan halaman situs pribadinya sebagai media untuk menuangkan
ide-idenya. Sehingga berbagai genre tulisan pun hadir berseliweran
di dunia internet.
Ancaman Pembajakan
------------------
Negara kita sangat terkenal sebagai negara dengan tingkat pembajakan
yang tinggi. Tidak hanya dalam hal perangkat lunak komputer, dalam
dunia literatur, hal seperti ini juga patut dicermati. Saya pernah
menemukan sebuah buku yang murni diterjemahkan dari halaman
internet. Tidak tahu apakah penerjemah dan pihak penerbit telah
mendapatkan izin atau tidak.
Tidak sebatas itu, berbagai penerbit gelap banyak menerjemahkan
karya-karya asing tanpa identitas hak cipta mana pun. Misalnya saja
buku-buku komik. Sejak beberapa tahun lalu, komik-komik Jepang
banyak yang dibajak dan diedarkan di Indonesia. Ketika menemukannya,
kita dapat langsung mengenali komik-komik tersebut sebagai
barang-barang bajakan. Kualitas tinta cetakan yang tidak baik,
kertas yang kalah mutunya dari yang resmi, tidak adanya sensor, dan
buruknya hasil terjemahan.
Bagaimana dengan literatur-literatur lain, semisal novel dan
buku-buku teks? Tampaknya tidak jauh berbeda. Malahan, tidak sedikit
buku-buku yang sudah resmi malah dicetak secara mandiri dan dijual
kembali dengan harga relatif murah.
Dunia internet merupakan dunia yang dapat diakses oleh siapa pun.
Hal ini tentu membuka kemungkinan pembajakan. Dan di tengah suasana
rentan pembajakan begini, bagaimana kita dapat memercayakan tulisan
kita di internet? Bagaimana kita yakin kalau karya tulis kita tidak
akan dibajak?
Konsep Teknokrasi
-----------------
Tampaknya, lebih mudah bagi kita untuk yakin bahwa karya tulis kita
bakalan dibajak daripada tidak sama sekali. Namun, pandangan ini
sebenarnya merupakan pandangan yang jauh dari konsep yang ditawarkan
dalam dunia internet.
Dunia internet sebenarnya mengandung konsep teknokrasi. Teknokrasi
merupakan yang menggabungkan teknologi dan demokrasi. Konsep ini
diakui sebagai suatu solusi terbaik untuk menjalankan suatu negara.
Secara sederhana, teknokrasi dapat disebut sebagai suatu penerapan
ilmu pengetahuan kepada masyarakat. Teknokrasi juga dapat dilihat
sebagai suatu rencana untuk masyarakat di mana teknologi digunakan
untuk kebaikan orang banyak, ketimbang memberi keuntungan yang
maksimal bagi segelintir orang.
Konsep teknokrasi dalam dunia internet terlihat di antaranya melalui
Wikimedia. Dalam situs yang disebut sebagai ensiklopedia terbesar
ini, setiap pengunjung dapat menemukan apa yang ia butuhkan. Bahkan
siapa saja diundang untuk menyumbangkan pengetahuan atau informasi
tertentu untuk dibagikan kepada setiap orang. Dengan demikian,
informasi atau pengetahuan tersebut tidak hanya dimiliki oleh satu
orang, tetapi dapat diperoleh siapa saja yang berminat. Begitulah
kira-kira dunia di Wikipedia.
Tidak hanya di Wikipedia. Pada prinsipnya, setiap halaman situs,
termasuk blog, yang menyampaikan informasi, khususnya yang berharga,
sudah mempraktikkan konsep teknokrasi tersebut. Tentu terlepas dari
motivasi dasar orang tersebut. Tidak usah heran bila Anda justru
menemukan situs blog dengan pembahasan yang sangat teknis. Atau
sebuah situs pribadi yang berisi kumpulan cerita pendek dan puisi.
Bagaimana dengan interaksi? Seperti dikemukakan sebelumnya,
belakangan ini interaksi jauh lebih variatif. Fasilitas untuk
mengomentari tulisan sudah disediakan oleh para penyedia situs blog.
Tidak cukup dengan itu, "kotak teriak" (shout box) juga disediakan.
Semuanya memungkinkan pengunjung untuk mengomentari tulisan pada
saat itu juga.
Tautan-Tautan yang Berharga
---------------------------
Dalam dunia internet, tautan ke halaman(-halaman) situs yang
memiliki keserupaan tema dengan situs kita pada dasarnya akan
menaikkan nilai. Sebuah blog yang banyak ditautkan oleh blog-blog
lain, menjadikan blog tersebut berharga. Dengan demikian, tidak
sekadar jumlah pengunjung, jumlah tautan pun memberi nilai
tersendiri di samping tingkat keseringan pemutakhiran isi.
Untuk artikel itu sendiri, semakin banyak tautan yang mengacu pada
halaman artikel tersebut, tentu akan memberi nilai tersendiri.
Penautan ini tentu berarti bahwa tulisan kita memiliki nilai lebih
sehingga banyak orang yang mengacu pada tulisan kita. Sampai tahap
ini, kita melihat ada kemiripan seperti yang kita temukan ketika
berhadapan dengan artikel-artikel ilmiah yang dilengkapi dengan
catatan akhir atau daftar pustaka.
Menghargai Karya Tulis Orang
----------------------------
Kalau ditelusuri, problem yang terjadi di sekitar kita tampaknya
menyangkut problem diri. Kita masih belum terbiasa untuk menghargai
orang-orang yang berjerih payah menghasilkan suatu karya. Lihat saja
berapa besar kerugian yang bisa ditimbulkan akibat pembajakan VCD
atau DVD, sebagaimana dalam bidang literatur.
Khusus dalam penulisan di internet, terkadang kita bisa menemukan
sebuah artikel blog yang diposting oleh (mungkin) pengelolanya, yang
ternyata merupakan kutipan penuh dari artikel lain. Lebih parah
lagi, tidak ada informasi mengenai dari mana artikel tersebut
diambil. Hal ini tentu semakin menunjukkan sikap tidak menghargai
karya orang lain.
Internet memang dunia yang penuh kebebasan. Kita bebas berekspresi
di sana. Kita bebas menjelajah ke mana pun, sejauh kita butuhkan.
Bahkan kita dapat memanfaatkan begitu banyak bahan tulisan di sana.
Hanya saja, kita perlu mengingat etikanya. Meski berada di alam
maya, dunia internet jelas memiliki etika yang berlaku. Misalnya,
ketika berkunjung ke sebuah situs, langkah tersebut hampir sama
dengan ketika kita memasuki rumah teman kita. Tidak heran bila
disertakan pula formulir buku tamu sebagai respons kita kepada
pengelola.
Ketika mengutip, kita juga tidak lepas dari etika seperti ketika
kita hendak meminjam buku teman kita. Meski tidak disebutkan secara
tertulis, sebenarnya kita wajib menghubungi penulis suatu artikel
atau pengelola situs tertentu ketika kita hendak menggunakan artikel
di dalamnya, khususnya bila melebihi batas yang ditentukan, misalnya
satu bab. Dan seperti ketika menulis artikel ilmiah, kita sangat
wajib mencantumkan sumber artikel yang kita kutip atau ambil; siapa
penulisnya, di mana alamat URL-nya, di situs apa.
Mulai Memercayakan Tulisan
--------------------------
Kita tidak akan pernah lolos dari ancaman pembajakan. Namun, ancaman
ini tidak seharusnya membuat kita ragu atau malah takut untuk
menulis di internet. Sebaliknya, kita perlu menanamkan dalam benak
kita pikiran positif (tanpa harus menjadi penganut positivisme),
bahwa tulisan kita bukan tidak mungkin bermanfaat bagi orang lain.
Bila mengaitkan hal ini dengan kekristenan, kita malah bisa mulai
berpikir bahwa tulisan kita bisa saja membawa orang lebih dekat
kepada Kristus.
Meski tidak bisa dicegah sepenuhnya, kita bisa saja mencantumkan
catatan kecil di akhir artikel kita. Misalnya, dengan mencantumkan
kalimat-kalimat seperti berikut.
- Artikel di atas dapat dikutip untuk tujuan nonkomersial.
- Untuk menggunakan artikel di atas, silakan hubungi penulisnya via
e-mail.
- Mohon tidak mengutip artikel di atas tanpa seizin penulisnya.
Sebaliknya, ketika kita mengutip tulisan orang lain dalam artikel
yang kita tulis, sebaiknyalah kita mencantumkan sumbernya. Dengan
demikian, kita sudah menunjukkan itikad baik menghargai jerih payah
penulisnya.
Nah, bagaimana dengan tulisan ini? Tentu saja boleh digunakan secara
bebas untuk tujuan nonkomersial.
Diambil dari:
Situs : Pelitaku
Penulis : Indonesia-saram
Alamat URL: http://pelitaku.sabda.org/node/244
TIPS
----
MENULIS DI INTERNET
Menulis untuk media internet berbeda dengan menulis untuk media
cetak. Perilaku pengguna internet saat menjelajah web sangat
memengaruhi cara penulis menyajikan isi (content) untuk media
internet. Penelitian perilaku pembaca situs berita di internet yang
dilakukan oleh para ahli dari Stanford University dan The Poynter
Institute, yang hasilnya tidak jauh berbeda dari penelitian serupa
yang dilakukan oleh Jakob Nielsen, menyimpulkan bahwa perilaku
pembaca media internet -- atau pengguna internet-- adalah seperti
berikut ini.
- Pertama kali melihat teks (78%), bukan foto atau grafik.
Atau secara umum, pengguna internet pertama kali tertarik pada
judul, ringkasan tulisan, atau "caption".
- Tidak membaca kata per kata, tetapi lebih banyak memindai (scan)
(79%, hanya 16% yang membaca kata per kata) tampilan situs
terutama kata-kata yang di-highlight, jenis huruf berbeda,
penyajian dengan butir-butir (seperti tulisan ini).
- Lebih menyukai judul yang tepat pada sasaran (straightforward)
dibandingkan judul yang lucu atau cantik.
- Membaca ringkasan atau tulisan yang pendek bukan yang panjang
karena membaca di komputer 25% lebih lambat dibandingkan membaca
media cetak.
- Tidak berlama-lama di satu situs. Pengguna Internet tidak sabaran.
Pengguna Internet memiliki wewenang penuh untuk pindah atau tetap
di satu situs. Kunjungan selama sepuluh menit sudah termasuk lama.
Itulah sejumlah pedoman ketika ingin menulis untuk media internet
(disarikan dari artikel karangan Jacob Nielsen -- "1, 2, 3, 4" --
dan bukunya yang berjudul "Design Web Usability", artikel Wendy
Boulding, dan artikel lainnya).
- Buatlah judul yang sederhana (simple) dan tepat sasaran
(straightforward). Ingatlah bahwa judul itu seperti tanda lalu
lintas yang akan mengarahkan pengunjung.
- Jangan menggunakan kalimat-kalimat pemasaran (marketing) yang
kosong dan tidak diinginkan pembaca.
- Buat tulisan yang membantu pembaca agar dapat memindai
(scannable), misalnya dengan subjudul, "highlight" kata-kata
penting dengan warna yang berbeda, cetak tebal, jenis huruf,
ukuran huruf, "hypertext/hyperlink".
- Sebaiknya, tulisan pendek tapi ringkas. Paling tidak jumlah kata
tulisan media tersambung (online) paling banyak 50% dari tulisan
umumnya di media cetak. Satu alinea idealnya hanya terdiri dari
65 karakter.
- Jika perlu uraian yang panjang, harus dipecah-pecah menjadi
beberapa judul tulisan, yang tersambung melalui "multiple
hyperlink". Selain itu, pembaca tidak suka tulisan yang panjang
dan harus men-"scroll" jauh ke bawah.
- Tulisan dengan gaya "news you can use" membantu pembaca mencari
informasi yang mereka inginkan dengan lebih cepat.
- Gunakan tabel atau poin/angka urut ke bawah (seperti contoh
tulisan ini). Pembaca lebih mudah dan lebih nyaman membaca
uraian berurut ke bawah daripada membaca alinea yang panjang.
- Sebisa mungkin menerapkan prinsip piramida terbalik -- yang
penting di atas, uraian selanjutnya. Cara penulisan piramida
terbalik membantu pembaca mendapatkan informasi yang penting
segera tanpa harus membaca sampai selesai.
Dan akhirnya menulis -- di media mana pun -- tetap saja menulis,
jadi tetap pulalah berpegang pada pedoman penulisan standar.
Bahan diedit seperlunya dari:
Nama situs : ceritanet: situs nir-laba untuk karya tulis,
Edisi 2, Senin 15 Januari 2001
Penulis : Harry Suryadi
Alamat URL : http://www.ceritanet.com/2inter.htm
SURAT PEMBACA
-------------
Dari: Edo <detektif_edo(at)xxxx>
> Boleh kah saya meminta kiat-kiat menulis esai yang baik.
>tkhs
>regard
>detektif_edo
Redaksi:
Salam sejahtera,
Untuk mengetahui hal-hal seputar penulisan esai, silakan membaca
e-Penulis Edisi 018/April/2006. Saudara bisa membuka arsip kami di
alamat:
=> http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/018/
Saudara juga dapat menemukan artikel berjudul "Menulis Esai
Singkat" di alamat:
=> http://pelitaku.sabda.org/node/211
Silakan baca juga artikel "Apakah Esai Itu?", masih di situs
Pelitaku dengan alamat:
=> http://pelitaku.sabda.org/node/210
Kiranya bermanfaat.
STOP PRESS!
===========
BAHAN UNTUK PEMIMPIN KRISTEN DARI e-LEADERSHIP
Seorang pemimpin yang sejati tidaklah perlu mengatakan "Akulah
pemimpin" kepada para pengikutnya. Bagi Anda yang ingin belajar
untuk menjadi seorang pemimpin yang sejati, e-Leadership adalah
sarana yang tepat. Diterbitkan secara berkala setiap bulan oleh
YLSA, publikasi ini mengemban visi membentuk dan menciptakan sosok
pemimpin-pemimpin yang baik berdasar prinsip Kristen. Dalam setiap
edisi, Anda akan memperoleh artikel-artikel tentang kepemimpinan
dari sudut kristiani, tips, inspirasi, sumber kepemimpinan, dan
informasi lain yang dapat digunakan untuk memperlengkapi para
pemimpin, pelatih, dan hamba-hamba Tuhan yang memiliki beban dalam
kepemimpinan Kristen di Indonesia. Jadi, tunggu apa lagi? Mari
bergabung dengan milis publikasi e-Leadership dan ikutlah ambil
bagian dalam memajukan kepemimpinan dengan prinsip Kristen di
Indonesia.
==> <subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org> [berlangganan]
==> http://www.sabda.org/publikasi/leadership/ [arsip]
==> http://lead.sabda.org/ [situs Indo Lead]
______________________________________________________________________
Penanggung jawab : Raka Sukma Kurnia
Kontributor edisi ini: Kristina Dwi Lestari
Berlangganan : Kirim email ke
subscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Berhenti : Kirim email ke
unsubscribe-i-kan-penulis(at)hub.xc.org
Kirim bahan : Kirim email ke
staf-penulis(at)sabda.org
Arsip e-Penulis : http://www.sabda.org/publikasi/e-penulis/
Situs CWC : http://www.ylsa.org/cwc/
Situs Pelitaku : http://pelitaku.sabda.org/
______________________________________________________________________
Isi dan bahan adalah tanggung jawab Yayasan Lembaga SABDA.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN.
Copyright(c) e-Penulis 2007
YLSA -- http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
|