Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-leadership/87

e-Leadership edisi 87 (24-1-2011)

Kepemimpinan Kristen dan Pengaruhnya di Abad XXI (II)

==========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI DESEMBER 2011============

        KEPEMIMPINAN KRISTEN DAN PENGARUHNYA DI ABAD XXI (II)

                     e-Leadership 87 -- 24/01/2011

DAFTAR ISI
ARTIKEL: KEPEMIMPINAN KRISTEN DAN PENGARUHNYA DI ABAD XXI (II)
JELAJAH BUKU: KEPEMIMPINAN AGAPE

Shalom,

Sajian artikel edisi e-Leadership minggu ini adalah kelanjutan dari
edisi sebelumnya (edisi 86). Masih dalam pembahasan yang sama seputar
peran pemimpin dalam menghadapi kompleksitas di tengah-tengah
tantangan yang semakin rumit dan sulit. Setiap pemimpin Kristen telah
dipanggil Allah dengan integritas kepemimpinan yang lengkap untuk
memimpin, diteguhkan Allah dengan kapasitas kepemimpinan yang tangguh
untuk memimpin, yang dijamin sendiri oleh Allah dengan kapabilitas
kepemimpinan yang utuh untuk memimpin.

Tentunya hal ini bukanlah pekerjaan yang mudah untuk dilakukan,
khususnya bagi setiap pemimpin Kristen dalam berkiprah di abad XXI ini
dalam berbagai aspek kehidupan. Bagaimana agar setiap pemimpin Kristen
terpanggil untuk menjadi berkat? Temukan jawabannya di edisi kali ini!
Selain itu, kami menyajikan jelajah buku "Kepemimpinan Agape".
Tentunya, Anda sudah tidak sabar untuk menyimak sajian kami sebagai
kelanjutan edisi yang lalu serta kolom jelajah yang telah kami siapkan
untuk Anda. Tuhan memberkati.

Pimpinan Redaksi e-Leadership,
Desi Rianto
< ryan(at)in-christ.net >
< http://lead.sabda.org >

  Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit
  terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati
  kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan
  Allah yang nampak pada wajah Kristus. (2 Korintus 4:6)
  < http://alkitab.sabda.org/?Korintus+4:6 >

ARTIKEL: KEPEMIMPINAN KRISTEN DAN PENGARUHNYA DI ABAD XXI (BAGIAN II)

Ada dua hal yang sangat penting dalam mewujudkan sikap Kristen
menghadapi setiap tantangan zaman untuk menjadi berkat bagi dunia
dengan nilai kekal berdasarkan gaya hidup dan ajaran Kristus Yesus:

1. Pemimpin Kristen Diteguhkan Allah dengan Kapasitas Kepemimpinan
   yang Tangguh untuk Memimpin.

Dari ulasan Prof. Dr. J. Robert Clinton sebelumnya, dapat dilihat
bahwa panggilan Allah atas seorang pemimpin Kristen, diteguhkan-Nya
dengan kapasitas sebagai pemimpin. Kapasitas yang dimaksudkan di sini
adalah bersifat inklusif, melibatkan segala faktor penting yang
berperan mewujudkan kepenuhan diri seorang pemimpin. Yang dimaksud
dengan pemimpin Kristen berkapasitas penuh di sini adalah memiliki
bobot, daya atau kekuatan, yang menjadikannya lengkap dengan kecakapan
atau kepandaian tinggi untuk memimpin.

Disorot dari perspektif Alkitab, pemimpin Kristen dilihat sebagai
pribadi yang memiliki kapasitas tinggi, karena Allah mengaruniakan
karisma kepemimpinan kepadanya sebagai dasar bagi kapasitas dirinya
menjadi pemimpin kompeten (Roma 12:8c). Karisma kepemimpinan adalah
dasar kepenuhan diri pemimpin Kristen yang menjadikannya sebagai
pemimpin tangguh. Karisma kepemimpinan ini memberi kapasitas khusus
kepada pemimpin, sehingga ia dapat berkembang secara luar biasa,
menjadi pemimpin dengan kapasitas yang utuh. Pemimpin yang dirahmati
Allah dengan karisma kepemimpinan ini meneguhkannya sehingga ia
memiliki power base (dasar kekuasaan, Red) yang meneguhkan dirinya
menjadi pemimpin kompeten.

Pada sisi lain, kapasitas pemberian Allah ini menunjukkan adanya suatu
tanggung jawab pengembangan diri, di mana pemimpin hanya dapat
mewujudkan kapasitas dirinya menjadi penuh apabila ia secara
bertanggung jawab menempatkan diri dalam suatu proses pengembangan
kapasitas yang mengembangkan diri dari sisi kognitif atau intelektual.
Pemimpin perlu secara arif menetapkan pengembangan wawasan
pengetahuannya secara komprehensif, yang olehnya ia dapat menjadi
narasumber yang berbobot. Di samping itu, ia harus menekuni
pengembangan wawasan kognitifnya dengan bidang keilmuan yang khas,
sehingga ia memiliki pengetahuan khas yang lebih di mana pada akhirnya
menempatkan dirinya sebagai pribadi yang berada di garis depan dari
orang kebanyakan (Amsal 19:8, 8:33). Hal ini akan terwujud apabila
sang pemimpin berhasil membuat "kekuatannya diperhitungkan orang"
(Peter Drucker).

Kapasitas yang menandakan kepenuhan diri pemimpin memberikan kepadanya
kekuatan yang nampak pada kewibawaan khusus yang ada padanya (Amsal
24:5). Dengan kapasitas seperti ini, pemimpin memiliki kemampuan
kepemimpinan yang andal, di mana ia dapat membawa orang-orang yang
dipimpinnya lebih maju ke depan, karena seorang pemimpin dapat membawa
kemajuan kepada kepemimpinannya tergantung kepada kadar kapasitas
kognitifnya yang ada padanya. Penegasan ini menafikan kenaifan
pandangan sementara orang Kristen yang menolak kemanfaatan
pengembangan kapasitas kognitif (Pengkhotbah 12:12). Pada sudut lain
menolak pandangan yang salah tentang Allah yang dijadikan sembrono
karena Ia "memakai orang bodoh" (1 Korintus 1:25-31). Perlu disadari
bahwa pengembangan diri mengandung tantangan dan risiko karena itu
menuntut adanya kemauan kuat untuk berubah ke arah kemajuan. Pada sisi
lain, Allah hanya akan memakai orang-orang-Nya dengan tingkat
kapasitas yang berbeda, untuk melaksanakan tanggung jawab
kepemimpinan.

Dengan menyadari bahwa Allah telah mengaruniakan kapasitas kemampuan
kepada pemimpin-pemimpin Kristen diawali dengan karisma kepemimpinan
yang dianugerahkan-Nya kepada setiap pemimpin, yang memastikan bahwa
ada bobot, daya atau kekuatan dari Allah yang melengkapinya menjadi
pemimpin dengan kapasitas pasti. Dengan kapasitas dasar pemberian
Allah ini, setiap pemimpin Kristen yang dengan sadar membayar harga
pengembangan kapasitasnya, akan menemukan bahwa Allah akhirnya akan
menempatkan dirinya pada posisi "the leading edge" (sisi yang
mengarahkan, Red) yang akan "take the lead" (mengambil pandu/peran,
Red) dengan kapasitas tinggi yang nantinya diperhitungkan oleh orang
lain.

Mencermati apa yang telah diuraikan di depan, dapatlah dikatakan bahwa
Allah yang meneguhkan pemimpin Kristen dengan kapasitas pemberian-Nya
menjamin bahwa kepemimpinan Kristen dapat mewujudkan kebaikan
tertinggi karena kapasitas pemberian Allah tersebut. Dengan kapasitas
kepemimpinan seperti ini, pemimpin atau kepemimpinan Kristen dapat
berdiri mempertanggungjawabkan imannya dengan memimpin umat Allah
menjadi dan membawa berkat kepada masyarakat banyak melewati
tembok-tembok gereja.

2. Pemimpin Kristen Dijamin oleh Allah dengan Kapabilitas Kepemimpinan
   yang Penuh untuk Memimpin.

Berbicara tentang kapasitas pemimpin seperti yang telah diuraikan di
depan, hal mana berhubungan dengan kondisi bobot atau daya yang ada
padanya, sedangkan kapabilitas adalah unsur dinamis dari kapasitas
berupa kemampuan atau kesanggupan untuk berbuat. Mengaitkan penjelasan
ini dengan hakikat pemimpin Kristen yang diuraikan oleh J. Robert
Clinton di depan dapat dikatakan bahwa kapabilitas adalah kemampuan
atau kesanggupan yang ada pada pemimpin yang olehnya ia mampu
melaksanakan tanggung jawab kepemimpinan. Kesanggupan seperti ini
dapat disebut sebagai kecakapan atau keahlian khas yang memberi
kemampuan untuk memimpin atau menggerakkan orang yang dipimpin ke arah
tujuan yang telah dicanangkan yang dapat diwujudkan dengan kinerja
tinggi (Band. Nehemia 1-5; Amsal 24:6, 11:14, 15:22, 31:10-31; Lukas
14:28-33; Kejadian 11:6).

Dari perspektif praksis, kapabilitas kepemimpinan ini menyentuh dua
sisi yaitu kecakapan atau keahlian sosial, dan kecakapan atau keahlian
teknis. Tuhan Yesus Kristus dalam Markus 10:35-45 menegaskan bahwa
kepemimpinan-Nya dibangun di atas hubungan-hubungan yang dilakukan
sesuai kehendak Allah dengan menolak "kronisme" dan atau "koncoisme"
bagi kepentingan diri yang meruntuhkan kepemimpinan itu sendiri. Hal
ini diwujudkan-Nya dengan menempatkan para murid-Nya dalam kelompok
untuk belajar membina hubungan sosial, karena hubungan-hubungan yang
dibangun dengan penuh tanggung jawab menandakan keberhasilan yang akan
digapai oleh seorang pemimpin. Hal ini dijelaskan oleh R.W. Emerson
bahwa "kadar dan rentang serta banyaknya hubunganlah yang membawa
keberhasilan kepemimpinan seorang pemimpin." Pada sisi lain, Tuhan
Yesus menegaskan bentuk keahlian kerja atau teknis yaitu kemampuan
atau kapabilitas mengelola atau memanajemeni kerja dengan pola
"pelayan atau hamba" yang terfokus pada "service" (melayani) yang
diwujudkan secara terfokus dengan komitmen yang tinggi. Pola manajemen
Kristus ini memastikan bahwa dengan menekankan kepada kerja (fungsi
atau peran pelayan - hamba) yang terfokus kepada service (melayani),
maka kepemimpinan Kristen akan menempatkan perannya di depan tanpa
perlu memosisikan diri sebagai pesaing dalam kancah persaingan.

Dari perspektif kepemimpinan yang dipelopori Tuhan Yesus Kristus ini
terlihat bahwa Ia dengan sendirinya meletakkan dasar kapabilitas
kepemimpinan bagi para pemimpin Kristen. Kapabilitas kepemimpinan
seperti ini menegaskan bahwa pemimpin Kristen oleh rahmat Allah
diharapkan dapat mewujudkan kecakapan atau kecerdasan sosial yang
dibangun, ia dapat menjalankan tanggung jawab kepemimpinan untuk
menjadi berkat bagi banyak orang. Dengan keahlian sosial seperti ini,
pemimpin Kristen memiliki landasan yang kuat untuk mengekspresikan
kapabilitasnya secara teknis dengan mengelola atau memanajemeni kerja
yang terfokus pada "service" yang menjamin keberhasilan kepemimpinan
dengan kinerja tinggi yang diwujudkan dengan membawa atau menggerakkan
(ada kinerja tinggi) orang yang dipimpin ke arah "tujuan" Allah bagi
(orang Kristen) dan melalui mereka kepada dunia.

Dengan kapabilitas seperti yang disinggung di atas, pemimpin dan
kepemimpinan Kristen akan menemukan bahwa kepemimpinan Kristen dapat
menempatkan diri di atas kondisi apa pun dan mewujudkan kinerja
berlandaskan pola manajemen yang terfokus kepada "service". Perwujudan
kinerja yang terfokus pada "service" seperti ini dapat dilakukan oleh
para pemimpin Kristen dengan bercermin kepada Tuhan Yesus Kristus yang
telah meletakkan landasan kukuh bagi pemimpin Kristen melalui hidup
serta karya-Nya. Dengan demikian, para pemimpin Kristen sebenarnya
memiliki jaminan bahwa kepemimpinan Kristen dapat memiliki pengaruh
yang kuat untuk membawa berkat bagi masyarakat banyak, karena "Yesus
Kristus tetap sama, kemarin, hari ini, dan selama-lamanya" (Ibrani
13:8). Karena itu kepemimpinan Kristen memiliki alasan kuat untuk
tetap eksis, di mana para pemimpin Kristen terpanggil untuk menjadi
berkat, sehingga mereka dapat berkiprah untuk segala masa termasuk
pada abad XXI ini dalam segala bidang kehidupan.

Penutup

Telah disentil di depan, bahwa gereja sebagai "Societas Deo" (Umat
Allah, Red) sedang berada di tengah percaturan dunia dengan tantangan
yang kompleks. Kompleksitas tantangan yang mengglobal tidak harus
membuat kita terpengaruh karena hal itu telah dan akan tetap ada
(band. 2 Timotius 3:1-5). Hal yang harus dibuat yaitu kita perlu
menetapkan sikap Kristen untuk menanggapi tantangan itu dengan menjadi
berkat bagi dunia. Jaminannya adalah bahwa Allah yang telah memanggil
kita akan meneguhkan kita untuk bersiap-siap dan sigap menjadi berkat
bagi dunia, yang untuk-Nya kita diutus (Yohanes 17:18, 20:21).

Berkenaan dengan komitmen untuk mengabdi dengan setia kepada Tuhan
pada abad XXI ini, kita diingatkan bahwa Allah menjamin bahwa gereja-
Nya akan tetap teguh berdiri untuk menjadi saluran berkat-Nya bagi
dunia, di mana Ia sendirilah yang memanggil bagi diri-Nya para
pemimpin dengan integritas dan kredibilitas karakter yang tinggi;
kapasitas pengetahuan yang tinggi serta kapabilitas kinerja yang
tinggi. Fondasi kepemimpinan Kristen yang kuat seperti ini
memungkinkan gereja berkiprah memengaruhi dunia di abad XXI dengan
nilai kekal dari hidup dan ajaran Yesus Kristus, Tuhan kita. Dengan
kesadaran dan sikap ini, para pemimpin Kristen dapat mewujudkan
`aurora` (seberkas cahaya, Red) kepemimpinan cemerlang yang menjadi
penentu tren hidup abad XXI ini.

Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul jurnal: PELITA ZAMAN
Edisi jurnal: Volume 16, Nomor 2 (Mei 2001)
Penulis: Yakob Tomatala
Penerbit: Yayasan Pengembangan Pelayanan Kristen Pelita Zaman, Bandung, 2001
Halaman: 12 -- 16

KUTIPAN

   "Anda akan sama seperti hari ini pada lima tahun ke depan, kecuali
   untuk dua hal: dengan siapa Anda bergaul dan buku-buku yang Anda
   baca." (Charles Jones)

JELAJAH BUKU: KEPEMIMPINAN AGAPE

Judul buku: Kepemimpinan Agape
Judul asli buku: Agape Leadership
Penulis: Robert L. Peterson dan Alexander Strauch
Penerjemah: David Robert Sitorus
Penerbit: Yayasan ANDI, Yogyakarta 1995
Ukuran: 12 x 19 cm
Tebal: 130 halaman

Pemimpin maupun penulis buku kepemimpinan Kristen terhitung masih
sedikit. Tidak hanya itu, pemimpin yang memahami pentingnya kasih dan
menerapkannya dalam praktik kepemimpinannya pun belum terlalu banyak
ditemukan. Apakah ini berarti kepemimpinan Kristen tidak berkembang?
Apakah kepemimpinan Kristen sudah terkontaminasi dengan kepemimpinan
sekuler?

Buku "Kepemimpinan Agape" memberikan banyak pemahaman bagaimana
seharusnya corak kepemimpinan Kristen itu. Buku ini merupakan riwayat
singkat kehidupan dan pelayanan Robert C. Chapman yang menggambarkan
corak pelaksanaan kepemimpinan pastoral. Robert Cleaver Chapman (1803-
1902) memberikan contoh yang luar biasa mengenai corak kepemimpinan,
yaitu "Kepemimpinan Agape". Dalam bukunya yang sungguh memberikan
inspirasi ini, ia memiliki pendekatan yang sedikit berbeda berkaitan
dengan sebuah kepemimpinan rohani dari pengalaman hidupnya. Namun,
buku ini tidak menekankan biografinya. Isi buku ini dibagi ke dalam
beberapa bab. Setiap penjelasan dipaparkan secara jelas dan aplikatif
sehingga memudahkan para pembaca untuk mencernanya dan menerapkannya.
Topik-topik yang bisa Anda pelajari misalnya: Kepemimpinan Agape,
Gemar Firman Tuhan, Karakter yang Dipimpin oleh Roh, Menjadi Sabar dan
Lemah Lembut, Memelihara Persatuan, Berdisiplin dan Memulihkan,
Mengampuni dan Memberkati Orang Lain, dan Bekerja sama dalam Kasih.

Kasih bukanlah perihal berapa banyak yang kita perbuat, melainkan
berapa banyak kasih yang telah kita sertakan dalam perbuatan-perbuatan
kita itu. Buku ini dapat menginspirasi dan menyentuh hati serta
mengubah cara berpikir Anda dalam meningkatkan potensi kepemimpinan
anda agar dapat berkembang dan menjadi pemimpin yang diberkati-Nya
dari hari ke hari. Selamat membaca!

Diulas oleh: Desi Rianto

Kontak: < leadership(at)sabda.org >
Redaksi: Desi Rianto, Yonathan Sigit
(c) 2011 Yayasan Lembaga SABDA
< http://www.ylsa.org >
Rekening: BCA Pasar Legi Solo;
No. 0790266579
a.n. Yulia Oeniyati
< http://blog.sabda.org >
< http://fb.sabda.org/lead >
Berlangganan: < subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org >
Berhenti: < unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org >

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org