==========MILIS PUBLIKASI E-LEADERSHIP EDISI AGUSTUS 2008=============
TOPIK: STRATEGI DALAM KEPEMIMPINAN KRISTEN
MENU SAJI
EDITORIAL: Memimpin dengan Strategi
ARTIKEL KHUSUS: Cintai Negeri Kita
ARTIKEL 1: Apakah Rencana Strategis Alkitabiah?
ARTIKEL 2: Strategi dan Pemimpin Strategis yang Alkitabiah
INSPIRASI: Bekerja dengan Cerdas
JELAJAH: The Teal Trust
STOP PRESS: 40 Hari Mengasihi Bangsa dalam Doa
==================================**==================================
EDITORIAL
MEMIMPIN DENGAN STRATEGI
Jika ingin mencapai suatu tujuan, apa yang akan Anda siapkan? Apakah
Anda akan langsung terjun ke lapangan dan memberikan tenaga lebih
banyak agar tujuan tersebut tercapai? Ataukah Anda juga menyiapkan
strateginya sebelum melangkah? Lebih baik Anda menyusun strategi
terlebih dahulu sebelum Anda melakukan aksi untuk mencapai tujuan
yang sudah ditetapkan tersebut.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka 2002,
salah satu arti dari kata strategi adalah rencana yang cermat
mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran khusus. Strategi ini tidak
hanya diperlukan dalam dunia bisnis maupun kemiliteran, terlebih
dalam kepemimpinan Kristen, diperlukan strategi dalam pelaksanaannya
sehingga pemimpin Kristen dapat mencapai tujuan dan menuntaskan misi
yang diemban.
Strategi ini bukanlah sesuatu yang diadopsi dari dunia sekuler.
Dalam Alkitab, lewat prinsip dan teladan, firman Tuhan mengemukakan
perencanaan strategi sebagai salah satu cara Allah bekerja dalam dan
melalui umat-Nya. Selengkapnya, silakan simak sajian e-Leadership
kali ini. Semoga semakin memperlengkapi Anda dalam menjalankan peran
sebagai pemimpin Kristen dan dalam kehidupan sehari-hari.
Selamat memimpin dengan strategi!
Staf Redaksi e-Leadership,
Puji Arya Yanti
"Rancangan orang benar adalah adil, tujuan orang fasik memperdaya."
(Amsal 12:5)
< http://sabdaweb.sabda.org/?p=Amsal+12:5 >
==================================**==================================
KEPEMIMPINAN ADALAH PERPADUAN ANTARA KARAKTER DAN STRATEGI
==================================**==================================
ARTIKEL KHUSUS
CINTAI NEGERI KITA
Bacaan: Daniel 9:12-19
Dalam amanat kemerdekaan 17 Agustus 1963, Bung Karno mengungkap
sedikit rahasia tentang bagaimana ia menulis amanatnya, "Saya
menulis pidato ini sebagaimana biasa dengan perasaan cinta yang
meluap-luap terhadap Tanah Air dan Bangsa ...." Dan, orang yang
memiliki rasa cinta terhadap tanah air, pasti merindukan yang
terbaik terjadi atas bangsanya.
Bacaan Alkitab hari ini berbicara tentang bangsa Israel yang telah
melakukan banyak pelanggaran. Mereka meninggalkan Tuhan dan tidak
mau berbalik dari dosa-dosanya. Karenanya, bangsa ini tidak akan
luput dari keadilan Tuhan -- malapetaka bagi yang melanggar
ketentuan- Nya. Daniel begitu mencintai bangsanya, itu sebabnya ia
sangat sedih ketika menyadari bahwa bangsanya berada di ambang
penghukuman Tuhan. Kondisi "carut-marut" bangsanya karena dosa,
tidak mengurangi cinta Daniel. Karena itu, ia membawa bangsa Israel
dalam doanya kepada Tuhan. Dalam kondisi yang seolah-olah tidak
mungkin, Daniel memohon agar Tuhan mengampuni dan melepaskan bangsa
Israel dari malapetaka (ayat 18).
Mari kita melihat ke dalam hati kita dan bertanya, sedalam apa kita
mencintai negeri ini? Betul, negeri kita ini bukan negeri yang
ideal, bahkan di sana-sini kita melihat kondisi yang memrihatikan,
tetapi kiranya itu tidak mengurangi cinta kita. Sebab jika bukan
kita yang mencintai negeri ini, lalu siapa lagi? Seperti Daniel,
mari kita doakan negeri kita dengan penuh cinta. Kita mohonkan ampun
atas pelanggaran yang telah dilakukan setiap elemen bangsa ini. Kita
mohonkan belas kasihan Tuhan.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Nama situs: SABDA
Penulis: CHA
Alamat URL: http://www.sabda.org/publikasi/e-rh/2008/08/17/
==================================**==================================
ARTIKEL 1
APAKAH RENCANA STRATEGIS ALKITABIAH?
Anda menyadari kalau organisasi/gereja Anda harus memikirkan ulang
strategi yang diterapkan. Anda menyadari bahwa tidak ada pemikiran
nyata mengenai bagaimana menuntaskan pekerjaan yang telah Tuhan
bebankan pada gereja/organisasi Anda. Anda melihat gereja/organisasi
Anda, dan sepertinya tidak ada kemajuan. Tidak ada rencana atau
strategi dalam apa yang Anda lakukan. Namun, Anda bertanya-tanya
apakah perencanaan yang strategis itu alkitabiah. Pertama, Anda
bergumul dengan hal itu dalam pikiran Anda. Kemudian, Anda menyadari
bahwa beberapa orang yang termasuk dalam jajaran kepemimpinan gereja
atau organisasi Anda menanyakan hal yang sama.
APAKAH ADA DASAR ALKITABIAH BAGI PERENCANAAN STRATEGIS?
Apakah kita memiliki fondasi alkitabiah bagi konsep perencanaan yang
strategis, atau apakah perencanaan strategis itu adalah sesuatu yang
kita adopsi dari dunia bisnis yang sekuler? Apakah Tuhan menghargai
proses perencanaan strategis? Dengan prinsip dan teladan, firman
Tuhan mengemukakan perencanaan strategis sebagai salah satu cara Ia
bekerja dalam dan melalui umat-Nya. Ya, perencanaan strategis ada di
dalam Injil.
MUSA
Kita dapat melihat dengan jelas dalam Injil bahwa Musa adalah
seseorang yang strategis -- atau setidaknya ia belajar menjadi
seseorang yang strategis. Musa berjuang sebagai pemimpin setelah ia
memimpin bangsa Israel keluar dari Mesir. Ayah mertuanya, Yitro,
datang menemuinya setelah mendengar perkara besar yang Tuhan
lakukan. Yitro melihat bahwa Musa dipenuhi dengan beban kepemimpinan
dan memberikan rencana pemberian Tuhan -- sebuah strategi -- untuk
menghadapi masalah yang dialaminya. Yitro mengajar Musa bagaimana
menetapkan rencana strategis dengan mendelegasikan tugas sehingga
ia tidak menanggung beban seorang diri. Hasilnya, tenaga manusia
yang ada saat itu digunakan dengan lebih efektif dan tujuannya
tercapai. Musa juga berpikir strategis saat dia mengirim mata-mata
ke tanah Kanaan.
YOSUA
Yosua, anak didik Musa, juga menampilkan kepemimpinan yang
strategis. Dalam Yosua 6, Tuhan memberi Yosua sedikit pelajaran
tentang pemikiran yang strategis. Yosua akan membawa bangsa Israel
ke Tanah Perjanjian, mereka menghadapi musuh pertama di Tanah
Perjanjian itu. Mereka menghadapi yang namanya tembok Yerikho. Tuhan
memberi Yosua sebuah strategi. Ia bisa saja turun dari surga dan
memorak-porandakan kota Yerikho, namun Tuhan memilih untuk bekerja
melalui sebuah strategi yang melibatkan umat-Nya. Tuhan terus
bekerja melalui anak-anak-Nya sampai sekarang.
NEHEMIA
Nehemia adalah seorang pemimpin yang ditunjuk Allah yang menggunakan
strategi dalam memimpin. Saat Tuhan memberinya tugas kepemimpinan
untuk membangun kembali tembok Yerusalem, Nehemia mulai menetapkan
dan kemudian bekerja melalui strategi yang direncanakan dengan baik
untuk mencapai visi yang Tuhan berikan. Ia menilai kerusakannya. Ia
mengamankan sumber-sumber yang ada. Ia memilih pemimpin-pemimpin dan
memberi mereka tugas. Semua orang yang pernah membuat sebuah
bangunan, dari sebuah rumah anjing sampai rumah tiga kamar, akan
mengakui pemikiran strategis Nehemia -- membangun terlebih dulu
tembok kota Yerusalem.
DAUD
Sejak kecil, Daud adalah seorang pemikir yang strategis. Ia tidak
mengalahkan Goliat dengan kekuatannya atau kehebatan senjata yang
dimilikinya. Dia mengalahkan Goliat dengan menggunakan strategi yang
diberikan Tuhan kepada-Nya yang menunjukkan kelemahan lawannya.
Kemudian, sebagai pemimpin pasukan, Daud menggunakan strategi dalam
berperang. Daud memerlukan orang-orang yang dapat memikirkan dan
merencanakan segala sesuatu dengan strategis, dan Tuhan
memberikannya bani Isakhar (1 Taw. 12:32).
YESUS
Perjanjian Lama dipenuhi dengan teladan-teladan pemimpin yang
menetapkan rencana strategis dan melaksanakannya. Bagaimana dengan
Perjanjian Baru? Kita dapat melihat Yesus sebagai teladan yang luar
biasa dalam hal penerapan strategi. Ia memulai misi-Nya dengan
memilih murid-murid, mengembangkan mereka, kemudian mengirim mereka
"sampai ke ujung bumi" (Kis. 1:8). Strateginya meliputi beberapa
pengajaran di hadapan publik dan mukjizat. Akhirnya, strategi-Nya
membawanya sampai kepada salib, kubur, dan kebangkitan. Yesus
Kristus mengerti benar rencana untuk menebus semua manusia jauh
sebelum Ia meninggalkan surga untuk kemudian menjalankan rencana-Nya
tersebut.
PAULUS
Rasul Paulus, pemain kunci yang mendirikan gereja mula-mula,
memiliki strategi. Jelas sekali jika kita baca perjalanan
pelayanannya, Paulus memilih kota-kota penting untuk mendirikan
pangkalan pelayanannya. Ia memilih kota-kota di mana kemungkinan ia
dapat memberi dampak besar kepada sebanyak mungkin orang. Efesus,
misalnya, adalah pintu gerbang menuju Asia kecil.
TUNTASKAN TUJUAN ALLAH MELALUI RENCANA STRATEGIS
Amsal 19:21 mengatakan, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi
keputusan Tuhanlah yang terlaksana." Tujuan Allah adalah bagian
dalam rencana strategis untuk gereja atau organisasi Anda yang
sangat berbeda dari model rencana strategis sekuler. Kita harus
mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan sebagai langkah awal
perencanaan yang strategis. Tidak ada kompromi, rencana Tuhanlah
yang kita inginkan, bukan rencana kita sendiri.
Tuhan jelas mengharapkan kita untuk memiliki rencana. Ia telah
memberi kita sejumlah prinsip dan sejumlah teladan luar biasa yang
jelas. Ia menegaskan untuk kita tidak percaya pada rencana dan
strategi kita sendiri dan mengabaikan tuntunan Roh Kudus. Setelah
kita berusaha menetapkan hati dan pikiran kita dalam tuntunan Tuhan,
kita dapat merencanakan sebuah strategi yang menyenangkan-Nya dan
sebuah strategi yang akan membawa pada sebuah keberhasilan.
Perencanaan yang strategis bukan hanya sebuah konsep alkitabiah, ini
adalah mandat alkitabiah. Ini adalah cara kerja pilihan Tuhan untuk
menetapkan bagaimana Anda dan gereja atau organisasi Anda
melaksanakan Amanat Agung. Jangan sampai kita stagnan. Berusahalah
untuk mengerti kehendak Tuhan dan mengetahui bagaimana Anda akan
dapat menuntaskan misi yang Anda pegang.
Kitab Amsal memiliki sejumlah prinsip praktis yang jelas berkenaan
dengan strategi dan perencanaan.
1. Amsal 14:15, "Orang yang tak berpengalaman percaya kepada setiap
perkataan, tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya."
2. Amsal 15:22, "Rancangan gagal kalau tidak ada pertimbangan,
tetapi terlaksana kalau penasihat banyak."
3. Amsal 16:3, "Serahkanlah perbuatanmu kepada TUHAN, maka
terlaksanalah segala rencanamu."
4. Amsal 16:9, "Hati manusia yang memikirkan jalan-jalannya, tetapi
TUHANlah yang menentukan arah langkahnya."
5. Amsal 20:18, "Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu
berperanglah dengan siasat." (t/Dian)
Diterjemahkan dan disesuaikan dari:
Nama situs: Building Church Leaders
Penulis: Mark Marshall
Alamat URL: http://www.buildingchurchleaders.com/articles/2003/le-031112a.html
==================================**==================================
ARTIKEL 2
STRATEGI DAN PEMIMPIN STRATEGIS YANG ALKITABIAH
Dirangkum oleh: Dian Pradana
Strategi adalah sebuah elemen yang dikembangkan dengan baik dalam
dunia bisnis dan militer. Strategi militer menunjuk pada keputusan
tingkat tinggi berkenaan dengan tujuan dan pendekatan yang dipakai
untuk mencapai tujuan tersebut. Strategi bisnis berkenaan dengan
pilihan-pilihan yang ditetapkan dalam hubungannya dengan penempatan
posisi perusahaan di pasar yang akan menampilkan spesialisasinya
kepada para pesaingnya.
Banyak pemimpin Kristen mungkin merasa tidak nyaman dalam menerapkan
kedua definisi strategi itu secara langsung. Dalam Kristen, kami
memilih menyebutnya sebagai "pilihan-pilihan visi", penetapan
pilihan tingkat tinggi oleh pemimpin atau tim kepemimpinan untuk
mencapai visi yang mereka yakini telah ditetapkan oleh Tuhan kepada
mereka sebelumnya.
Kemudian masalahnya apakah strategi itu alkitabiah, berikut adalah
beberapa petunjuknya.
1. Pemikir strategis memiliki peran penting.
Bani Isakhar dalam 1 Taw. 12:32 memiliki peran penting dalam
pasukan Daud sebagai orang-orang yang "memahami kapan dan apa
yang bangsa Israel harus lakukan". Isakhar hanya terdiri dari 200
orang dari total pasukan yang berjumlah 336.000 orang, namun
sekelompok orang itu memiliki peran penting. Prajurit yang
lainnya digambarkan sebagai "pejuang yang pemberani", "siap
perang", "berpengalaman", atau "bersenjata lengkap", namun jelas
bahwa bani Asakhar memiliki pengetahuan dan wahyu sebagai
kekuatan mereka.
2. Pemimpin alkitabiah yang berjalan menurut kehendak Tuhan
diberikan strategi yang jelas tentang bagaimana mereka harus
mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Banyak strategi
tersebut memerlukan pilihan-pilihan yang di luar kebiasaan.
Gideon diperintah oleh Tuhan untuk membatasi jumlah pasukannya
dan berusaha membuat musuhnya panik dan lari menyerah, dan
hasilnya hal itu mengurangi jumlah korban dalam pasukannya. Yosua
diberi instruksi yang tepat tentang bagaimana ia harus mengambil
alih kota Yerikho. Paulus memilih menaati Yesus dan disidang di
hadapan kaisar di Roma, saat sebenarnya dia bisa saja bebas.
3. Bagi pemimpin Kristen, doa tidak hanya memberi kita perspektif
yang dari Tuhan mengenai apa seharusnya visi yang kita emban,
namun juga mengenai bagaimana kita harus mencapainya: keputusan
dan pilihan-pilihan (strategi) diperlukan untuk mencapainya.
Lukas mencatat Yesus memberikan Amanat Agung bagi para rasul
dalam Kisah Para Rasul 1:8, mengatakan kepada mereka bahwa mereka
akan menjadi saksi-Nya di Yerusalem, di seluruh Yudea dan
Samaria, dan sampai ke ujung bumi. Dalam hal ini, strategi
dinyatakan secara tersirat -- para murid terpencar-pencar dari
Yerusalem karena aniaya, dan kemudian dituntun oleh Tuhan tahap
demi tahap (Kis. 8:26; 13:4). Bagi Yunus, strategi jelas
dinyatakan, dan Yunus merasa gundah karena akan dipakai Tuhan
sehingga ia menghindari-Nya; akibatnya tentu Anda sudah tahu.
Untuk direnungkan: Renungkan bagaimana Allah memimpin Yusuf, Nuh,
Musa, Abraham, Elia, Petrus, dan Paulus. Pikirkan keseimbangan
dari keseluruhan tuntunan yang diberikan secara bertahap.
Pemimpin Kristen harus percaya kepada Tuhan saat mereka berjalan
menuju visi, namun juga harus berani membuat pilihan-pilihan di
luar kebiasaan saat mereka menyadari bahwa Tuhan memimpin mereka.
Karena Tuhanlah yang berkuasa: "Sebab Aku ini mengetahui
rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu,
demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan
bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan
yang penuh harapan." (Yer. 29:11)
4. Namun, itu bukan berarti pemimpin Kristen tidak membuat analisis
strategis terhadap suatu situasi. Lukas mencatat Yesus
mengajarkan, "Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau
mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran
biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan
itu?" (Luk. 14:28)
5. Alkitab memberi kita prinsip-prinsip untuk menentukan strategi.
Kita mungkin tidak diberi panduan yang spesifik tentang bagaimana
kita dapat mencapai visi; kita mungkin tidak menerima panduan ini
pada tingkat strategis atau taktis. Namun demikian, seperti
halnya Yesus mengajar para murid-Nya untuk berpikir dan bertindak
menurut prinsip firman-Nya, kita juga perlu mengembangkan
pemahaman tentang prinsip-prinsip firman dan penerapannya bagi
misi dan pelayanan di organisasi kita. Daniel ditinggikan pada
era Nebukadnezar karena pengenalannya akan Tuhan, dan mengabdi
pada Darius sebagai salah satu dari tiga administrator. Daniel
6:3 mengindikasikan bahwa Daniel memiliki kualifikasi khusus
sebagai administrator.
Berikut adalah beberapa karakteristik pemimpin Kristen yang berpikir
secara strategis:
1. Pemimpin strategis memiliki penglihatan ke dalam dimensi rohani
tentang apa manfaatnya bagi Kerajaan Surga jika visi organisasi
mereka tercapai -- bahwa pencapaian visi itu bukanlah akhir,
namun lebih merupakan kontribusi bagi Kerajaan Allah yang akan
datang, yakni suatu saat di mana kuasa Allah berkuasa atas dunia.
2. Pemimpin strategis mampu menggambarkan sejumlah
kemungkinan-kemungkinan yang mungkin terjadi di masa depan dalam
pengembangan organisasi. Layaknya pecatur yang andal, dikatakan
bahwa Napoleon mampu membayangkan apa yang mungkin terjadi,
kemudian mengubah strategi. Pemimpin Kristen perlu mengubah
strategi jika hal itu memang diperlukan.
3. Pemimpin strategis itu pragmatis. Strategi yang dikembangkan akan
berujung pada taktik yang perlu diterapkan. Oleh karena itu,
strategi harus didasarkan pada penaksiran realistis terhadap
lingkungan di mana organisasinya berada dan sumber-sumber yang
mungkin dapat dimanfaatkan. Nehemia memiliki visi luar biasa,
yaitu membangun kembali tembok Yerusalem, dan juga cukup
pragmatis untuk membuat keputusan taktis yang mencegah musuhnya
menghalanginya mencapai visinya.
4. Pemimpin strategis benar-benar memahami penempatan waktu (timing)
-- memiliki kesabaran untuk menunggu sampai waktunya tepat dan
berani untuk bertindak secara meyakinkan. Mereka dan organisasi
mereka waspada dan siap memanfaatkan kesempatan yang ada.
5. Pemimpin strategis yang melakukan sesuatu yang berorientasi pada
masa depan akan bekerja lebih strategis. Mereka memakai waktu
untuk mengembangkan para pengikutnya dan kemampuan organisasi di
masa depan, serta mengatur kebutuhan organisasi pada masa
sekarang. Yusuf sebagai Perdana Menteri Mesir memastikan bahwa
perbekalan yang cukup, diadakan untuk masa kelaparan yang akan
terjadi.
6. Pemimpin strategis bersedia bekerja bersama orang lain untuk
mencapai hasil yang lebih banyak dan efektif. Jika perlu, mereka
juga bersedia menunjukkan kebutuhan organisasi untuk diakui dalam
rangka memajukan organisasi mereka.
Penerapan strategi dalam kepemimpinan adalah alkitabiah. Bahkan,
Yesus dan para pemimpin yang ada di Alkitab pun juga memakai
strategi untuk mencapai visi mereka. Kiranya teladan mereka serta
beberapa ciri pemimpin Kristen yang strategis dapat membantu kita
semua untuk mampu berpikir secara strategis, yang berdasar pada
prinsip-prinsip ajaran-Nya untuk mencapai visi kepemimpinan kita.
(t/Dian)
Diterjemahkan dan dirangkum dari:
The Teal Trust. "Strategy -- A Biblical Perspective". Dalam
http://www.teal.org.uk/sv/strategy.htm
______________. "Characteristics of Strategic Leaders". Dalam
http://www.teal.org.uk/sv/characte.htm
==================================**==================================
INSPIRASI
BEKERJA DENGAN CERDAS
Pesan ini masuk akal, namun jarang dipraktikkan. Kebanyakan orang
masih berpikir bahwa ada hubungan langsung antara banyaknya kerja
yang dilakukannya dengan sukses -- semakin banyak waktu yang Anda
habiskan untuk bekerja, semakin sukses Anda nantinya. Ketika ditanya
tentang syarat suksesnya di hadapan sekelompok mahasiswa, seorang
usahawan sukses menjawab, "Ini akan menjadi pidato tersingkat dalam
sejarah karena meraih sukses itu mudah. Anda bisa bekerja pada paruh
hari yang pertama atau yang kedua."
Sementara orang sukses memang suka bekerja keras, mereka berpikir
dulu sebelum bekerja. Mereka proaktif, bukan hanya reaktif.
Kebanyakan orang secara mental memasang tanda di meja kerjanya yang
berbunyi: Jangan duduk saja di situ, lakukanlah sesuatu! Nasihat
terbaik yang pernah saya terima adalah mengubah tandanya sehingga
berbunyi: Jangan kerja melulu, duduklah!
Jika Anda tidak meluangkan waktu untuk berpikir, menyusun strategi,
dan menyusun prioritas, Anda akan bekerja jauh lebih keras, tanpa
menikmati manfaat pekerjaan yang dikerjakan dengan cerdas.
Diambil dari:
Judul buku: Hati Seorang Pemimpin
Judul asli buku: The Heart of A Leader
Penulis: Ken Blanchard
Penerjemah: Drs. Arvin Saputra
Penerbit: Interaksara, Batam Centre 2001
Halaman: 23
==================================**==================================
JELAJAH
THE TEAL TRUST
<http://www.teal.org.uk/>
Satu lagi situs yang fokus dalam hal penyediaan materi-materi
berkenaan dengan kepemimpinan Kristen. Situs ini bertujuan mendorong
para pemimpin Kristen untuk mengembangkan kemampuan memimpin dan
meningkatkan kapasitas gereja mereka bagi kepentingan misi dan
pelayanan melalui internet dan seminar-seminar yang diadakan.
Dari sisi tampilan, situs ini bisa dikatakan sederhana, namun padat
isinya. Tersedia sejumlah menu yang merepresentasikan beberapa aspek
kepemimpinan dalam berbagai lingkup, sebut saja organisasi, tim, dan
sebagainya. Selain sebagian kecil menu yang berisi mengenai siapa
dan apakah The Teal Trust itu, semua menu yang ada berisi
materi-materi kepemimpinan alkitabiah yang dapat dinikmati tanpa
persyaratan apa pun. Menariknya, situs ini menyediakan indikator
"online" yang dapat menjelaskan bagaimana gaya kepemimpinan Anda.
Caranya mudah, Anda hanya perlu mengisi e-mail di formulir yang
disediakan, kemudian mengisi beberapa pertanyaan, dan terakhir
mengirimkannya. Hasilnya akan terkirim dalam e-mail yang telah Anda
sematkan di formulir tersebut.
Sayangnya, Anda harus mengerti bahasa Inggris untuk dapat menikmati
bahan-bahan yang ada dan memanfaatkan keberadaan situs yang
"webhouse"nya ada di Inggris ini. Namun, semoga hal ini tidak
mengecilkan hati Anda untuk mengunjungi situsnya.
Oleh: Redaksi (Dian Pradana)
==================================**==================================
STOP PRESS
40 HARI MENGASIHI BANGSA DALAM DOA
Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini Yayasan Lembaga SABDA
<http://www.ylsa.org> dan Pelayanan Bangsa dalam Doa, mengundang
Anda semua untuk kembali bersatu hati berdoa selama bulan puasa,
terhitung mulai tanggal 22 Agustus -- 30 September 2008. Bahan pokok
doa yang disebut "40 Hari Mengasihi Bangsa Dalam Doa" telah
disiapkan. Untuk itu, jika Anda terbeban untuk ambil bagian berdoa
bagi bangsa, kami akan mengirimkan pokok-pokok doa melalui e-mail
untuk menjadi pokok doa kita bersama. Bagi Anda yang ingin
membagikan informasi ini ke teman-teman lain agar mereka pun bisa
ikut berdoa dengan memakai bahan pokok doa ini, silakan mengirim
permintaan ke alamat:
==> < doa(at)sabda.org >
Bagi Anda yang berminat untuk mendapatkan buku cetak "40 Hari
Mengasihi Bangsa dalam Doa", silakan menghubungi:
Mengasihi Bangsa dalam Doa
P.O. Box 7332 JATMI JAKARTA 13560
atau via e-mail ke: fd40hdbb(at)yahoo.com
Catatan: [Ganti (at) dengan ((at)) saat mengirim email]
Pemohon yang ingin mendapatkan kiriman buku harap mencantumkan:
Nama jelas:
Alamat lengkap:
Kota dan kode pos:
Provinsi:
Nama lembaga:
No. telp./HP:
E-mail:
Jumlah eksemplar:
Marilah kita bersama berpuasa dan berdoa untuk Indonesia agar tangan
Tuhan yang penuh kuasa menolong dan menggugah hati nurani para
pemimpin bangsa ini untuk bertekad dan bersatu mengeluarkan bangsa
ini dari kemelut berbagai masalah yang berkepanjangan. Selamat
menjadi "penggerak doa" di mana Anda berada dan biarlah karya Tuhan
terjadi di antara umat-Nya, khususnya bagi bangsa Indonesia.
Jika Anda menginginkan arsip bahan pokok doa "40 Hari" dari
tahun-tahun sebelumnya, silakan berkunjung ke:
==> http://www.sabda.org/publikasi/40hari/
==================================**==================================
Berlangganan: subscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-leadership(at)hub.xc.org
Kontak e-Leadership: leadership(at)sabda.org
Arsip e-Leadership: http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/arsip
Situs Indo Lead: http://lead.sabda.org/
Network Kepemimpinan: http://www.in-christ.net/komunitas_umum/network_kepemimpinan
______________________________________________________________________
Redaksi e-Leadership: Dian Pradana dan Puji Arya Yanti
e-Leadership merupakan kerjasama antara Indo Lead, YLSA, dll.
Didistribusikan melalui sistem network I-KAN
Bahan ini dapat dibaca secara on-line di:
http://www.sabda.org/publikasi/e-leadership/
Copyright(c) 2008 oleh YLSA
http://www.ylsa.org/ ~~ http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
==================================**==================================
|