Halaman ini adalah versi tampilan cetak (print view) dari:
http://sabda.org/publikasi/e-konsel/85

e-Konsel edisi 85 (20-4-2005)

Apakah Masturbasi itu Berdosa?

><>                  Edisi (085) -- 15 April 2005                 <><

                               e-KONSEL
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
        Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

Daftar Isi:
  - Pengantar            : Pergumulan para Pria
  - Cakrawala (Artikel 1): Masturbasi
              (Artikel 2): Masturbasi: Masalah Klasik Pria
  - Bimbingan Alkitabiah : Perspektif Alkitab: Masturbasi
  - Tips                 : Menghilangkan Kebiasaan Masturbasi
  - Stop Press           : (1) Server SABDA.org Hidup Kembali
                           (2) Mohon Maaf atas Keterlambatan
                               Penerbitan Publikasi YLSA
  - Info                 : (1) VCD Kristen
                           (2) Info Parenting Education LK3
  - Surat                : Terima Kasih untuk Edisi Penyakit Terminal

*REDAKSI -*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*- REDAKSI*

                    -*- PENGANTAR DARI REDAKSI -*-

  Bagi para pria, khususnya yang masih muda, topik Masturbasi ini
  sering menjadi salah satu pergumulan yang cukup berat. Tidak dapat
  dipungkiri, seiring dengan datangnya masa pubertas, maka alat-alat
  reproduksi pun semakin matang. Bagi yang sudah menikah, sedikit
  banyak kebutuhan yang satu ini sudah bisa diatasi. Namun, bagi yang
  masih lajang, mungkin perlu perjuangan keras untuk mengatasinya.

  Tidak sedikit para pemuda yang memiliki kebiasaan masturbasi untuk
  mengatasi gejolak emosi dan mental yang sedang terjadi dalam tubuh
  dan hidupnya. Namun, akibat dari kebiasaan ini justru semakin
  memperburuk citranya terhadap diri sendiri. Apa pandangan iman
  Kristen tentang masturbasi? Apa yang harus dilakukan untuk
  mengatasinya?

  Pada e-Konsel Edisi 085/2005 ini Anda akan mendapatkan jawabannya.
  Dan bagi Anda yang saat ini sedang bergumul dengan masalah
  masturbasi kami harap pembahasan topik ini bisa memberikan masukan
  bagi Anda. Selamat membaca dan selamat menyimak! (Ra)

  Redaksi


*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

  (Artikel 1)

                          -*- MASTURBASI -*-

  Di gereja sekarang ini terdapat berbagai pandangan yang sangat
  berbeda tentang masturbasi (onani). Ada di antara mereka yang selalu
  berpendapat bahwa masturbasi itu dosa, dan ada mereka yang
  mengatakan bahwa masturbasi itu merupakan karunia Allah, suatu
  pemberian yang bijaksana bagi orang muda.

  Salah satu alasan mengapa pendapat-pendapat itu begitu berlainan
  adalah karena di dalam Alkitab tidak ada petunjuk yang jelas dan
  tegas mengenai masturbasi. Beberapa generasi lalu, Kejadian 38:8-11
  dan 1Korintus 6:9,10 dipakai untuk mengutuk masturbasi. Nats yang
  pertama bercerita tentang Onani (Red.: nama orang) yang tidak mau
  menaati hukum Ibrani Kuno yang menuntut seorang laki-laki untuk
  mendapatkan anak dengan janda saudara lelakinya. Nats yang kedua
  menyebut "pemburit" yang di dalam versi King James diterjemahkan
  sebagai "orang yang menyalahgunakan tubuh mereka sendiri", yang
  sekarang diterjemahkan dengan tepat sebagai "kaum homoseksual". Baik
  kata "onani" maupun kata "penyalahgunaan tubuh sendiri" dahulu
  dipakai untuk menunjuk perbuatan masturbasi, tetapi tidak satu pun
  dari ayat itu yang benar-benar berbicara tentang perbuatan tersebut.

  Beberapa orang mengemukakan bahwa masturbasi bukan perbuatan yang
  salah karena Alkitab tidak mengatakan apa-apa tentang perbuatan itu.
  Menggunakan alasan seperti itu bisa berbahaya. Banyak godaan yang
  kita hadapi dewasa ini tidak pernah disebutkan di dalam Alkitab.
  Walaupun demikian, kita mengetahui bahwa masturbasi sudah ada sejak
  zaman dahulu dan umum diketahui. Perbuatan ini paling awal disebut
  di dalam Egyptian Book of The Dead, sekitar 1500 SM. Kita mengetahui
  bahwa Alkitab menyebut hampir tiap kegiatan seksual lainnya --
  percabulan, perzinahan, homoseksualitas, hubungan seks dengan
  binatang. Perbuatan-perbuatan itu disebut dengan gamblang. Karena
  masturbasi merupakan tindakan seksual yang begitu umum sejak dahulu
  kala, saya kira kita mempunyai hak untuk bertanya mengapa masturbasi
  tidak disebutkan di dalam Alkitab jika itu adalah perbuatan yang
  berdosa.

  Dari pandangan medis dan ilmu pengetahuan, kita sekarang mengetahui
  bahwa masturbasi tidak berbahaya secara mental ataupun fisik. Tidak
  ada alasan-alasan moral yang melawan masturbasi berkenaan dengan
  kesehatan jasmani, seperti alasan-alasan yang menentang rokok
  didasarkan atas bahaya kanker, emfisema (sejenis penyakit paru-
  paru), dan penyakit jantung.

  Karena tidak ada petunjuk langsung dari Alkitab, dan karena tidak
  ada alasan-alasan moral tentang bahayanya bagi kesehatan jasmani,
  maka kita harus memakai prinsip-prinsip Kristiani lain untuk
  menentukan apakah masturbasi itu benar atau salah. Saya pribadi
  menyimpulkan bahwa masturbasi itu sendiri tidak baik dan juga tidak
  jahat. Untuk menentukan salah dan tidaknya, pertanyaan-pertanyaan
  lain harus diajukan.

  1. Apakah kehidupan pikiran bersih?
     --------------------------------
     Dalam Matius 5:27,28 Yesus berkata, "Kamu telah mendengar firman:
     Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang
     memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan
     dia di dalam hatinya." Perzinahan dan percabulan mental adalah
     salah, dan pasti merupakan penghalang bagi pertumbuhan rohani.
     Berkhayal tentang perbuatan yang dianggap dursila bila dilakukan
     adalah salah.

     Tetapi ini bukan berarti bahwa semua khayalan adalah salah. Saya
     mengenal beberapa pasangan suami-istri, yang bila berjauhan,
     melakukan masturbasi dan memikirkan satu sama lain. Hal ini
     dilakukan dalam lingkungan hidup perkawinan dan tidak dapat
     digolongkan sebagai perzinahan mental.

     Perlu ditambahkan lagi bahwa tidak semua masturbasi disertai
     khayalan. Penyelidikan menunjukkan bahwa kira-kira seperempat
     orang laki-laki dan setengah orang perempuan tidak berkhayal pada
     waktu mereka melakukan masturbasi. Bagi mereka, masturbasi hanya
     merupakan pelepasan fisik dari ketegangan seksual.

     Sudah jelas, orang tidak mungkin mempunyai pikiran yang bersih
     sementara menggunakan pornografi untuk merangsang khayalan yang
     membirahikan mengenai perbuatan-perbuatan haram. Namun ada orang
     yang bisa melakukan masturbasi tanpa membayangkan sesuatu yang
     najis.

  2. Apakah kehidupan sosial dan kekeluargaan sehat?
     -----------------------------------------------
     Ada orang yang memakai masturbasi sebagai pelarian dari kehidupan
     sosial. Jika masturbasi menjadi pengganti hubungan kita dengan
     sesama, jika dipakai sebagai upaya untuk melarikan diri dari
     tekanan kesepian, frustrasi dan depresi, maka perbuatan itu
     merugikan kita dan menghalang-halangi pertumbuhan rohani.

     Setelah bertahun-tahun memberikan konseling, saya akhirnya
     membedakan antara masturbasi sebagai upaya sementara untuk
     melepaskan nafsu seksual yang normal dan masturbasi sebagai
     kebiasaan yang terus-menerus dilakukan oleh karena goncangan
     emosional yang mendalam. Kadang-kadang, masturbasi merupakan
     bagian yang tak dapat dielakkan dalam proses pertumbuhan yang
     normal, khususnya bagi para remaja laki-laki. Sebaliknya,
     masturbasi yang terus-menerus, disebabkan oleh problema yang
     serius: ketidakmampuan untuk berhubungan dengan orang lain,
     khususnya dengan lawan jenisnya; depresi dan rasa dendam yang
     mendalam. Dalam situasi seperti ini, masturbasi merupakan gejala
     dari persoalan yang lebih mendalam.

     Orangtua, pendeta, dan para konselor Kristen harus belajar untuk
     mengetahui perbedaan antarbermacam-macam jenis masturbasi. Bagi
     kebanyakan orang Kristen, masturbasi merupakan dalih untuk rasa
     bersalah mereka, padahal masalah yang sebenarnya bukanlah
     masturbasi itu.

  Jika seseorang kuatir tentang masturbasi, bagaimana ia dapat
  mengatasinya?

  Biasanya, untuk menyerang secara langsung perbuatan ini dari segi
  rohani adalah sia-sia. Hal ini tidak memperkecil persoalan tetapi
  justru memperburuknya. Membangkitkan perasaan gelisah tentang
  masturbasi, justru merangsang perbuatan itu. Sebenarnya, serangan
  secara langsung itu sering menciptakan lingkaran ke bawah: orang
  yang bersangkutan itu berusaha berdoa dan membaca Alkitab serta
  berjanji akan berhenti, tetapi ia tak mampu menepati janjinya lalu
  merasa tidak enak sekali, dan mengulangi pendekatan ini lagi.

  Berdoa bisa menolong -- atau bisa merusak. Doa yang merusak adalah
  negatif. Doa-doa itu mengatakan kepada Allah betapa buruknya kita,
  sehingga doa itu malah menciptakan rasa bersalah, keresahan, dan
  depresi yang lebih hebat. Doa yang menolong mengucapkan perkataan
  yang meyakinkan kasih Allah yang menerima kita apa adanya. Doa itu
  akan menunjuk kepada kesetiaan-Nya walaupun kita gagal. "Terima
  kasih, ya Tuhan, karena Engkau mengasihiku, menyembuhkanku, dan
  menolongku dalam semua persoalanku." Berdoa dengan positif menolong
  untuk mematahkan lingkaran keputusasaan dan rasa bersalah.

  Tak seorang pun yang dapat memastikan, apakah masturbasi yang
  menimbulkan rasa bersalah, atau rasa bersalah itu yang mendorong
  untuk melakukan masturbasi. Apa pun masalahnya, menyerang keadaan
  itu secara langsung akan membuatnya semakin buruk. Jauh lebih baik
  untuk mengalihkan pikiran mereka dari rasa bersalah dan kecemasan
  mereka dengan menerangkan bahwa salah dan benarnya perbuatan itu
  bergantung pada faktor-faktor lain.

  Jadi, bagaimana seseorang harus menghadapi masturbasi? Hadapi secara
  tidak langsung. Perhatikan kehidupan sosial, jalin hubungan dengan
  orang lain. Bergaullah, jangan berkhayal. Adakan kegiatan di luar
  rumah dengan orang lain. Carilah teman, khususnya dari lawan jenis --
  orang-orang sesungguhnya dapat Anda senangi tanpa berkhayal secara
  seksual tentang mereka.

  Jikalau seseorang melakukan hal ini, kadang-kadang kebiasaan yang
  terus-menerus menguasai dirinya itu dapat dihentikan hanya dalam
  beberapa minggu atau bulan. Masturbasi tidak lagi menjadi pusat
  perhatian eksistensi orang itu, melainkan menjadi cara yang kadang-
  kadang digunakan untuk mengurangi ketegangan seksual. Bahkan,
  akhirnya orang itu mungkin meninggalkannya sama sekali.

  Sukacita yang sejati yang terdapat dalam persahabatan dan pergaulan
  melalui hubungan kencan yang sehat bisa memenuhi kebutuhan yang
  dahulu dipenuhi oleh suatu cara yang tidak memuaskan. Orang itu
  tidak perlu lagi melakukan masturbasi. Ia telah tumbuh, menjadi
  dewasa, dan meninggalkan sifat kekanak-kanakannya.

-*- Sumber diedit dari: -*-
  Judul Buku    : Pola Hidup Kristen
  Judul Artikel : Masturbasi
  Penulis       : David A. Seamands
  Penerbit      : Kerjasama antara Penerbit Gandum Mas, Yayasan Kalam
                  Hidup dan YAKIN
  Halaman       : 823 - 827


*CAKRAWALA *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* CAKRAWALA*

  (Artikel 2)

               -*- MASTURBASI: MASALAH KLASIK PRIA -*-

  "Pria melihat seks di mana-mana dan di dalam segala hal. Di rok
  mini, celana jeans ketat, keramahan, dan bahkan senyuman. Pria
  memiliki kemampuan mengubah hampir segala hal ke dalam obsesi yang
  dapat memuaskan dorongan-dorongan erotis. Tapi di sisi lain, ada
  semacam memori di dalam pikiran pria yang mengatakan bahwa ia harus
  mengendalikan hormonnya. Jadi, tidak mengherankan jika pria suka
  bingung dengan seksualitas diri mereka," kata Dr. Archibald D. Hart,
  dekan Graduate School of Psychology di Fuller Theological Seminary
  di California, yang juga penulis buku "The Sexual Man".

  Dan khusus bagi pria lajang, umumnya akan mengalami masalah dengan
  urusan onani (masturbasi). Di mata medis, efek jelek bermasturbasi
  lebih pada kerisauan batin pada diri pelaku sendiri. Orang yang
  rajin beronani menjadi "sakit" bukan lantaran onani mengakibatkan
  dengkul menjadi kopong, melainkan karena kegundahan akibat ia merasa
  yakin dirinya sedang dipelototi Tuhan.

  Secara medis, tidak ada alasan yang bisa mendasari larangan untuk
  beronani, tapi sebaliknya, tidak ada dasar medis juga yang
  menganjurkan agar orang berbondong-bondong melakukan masturbasi.

  Sperma yang tidak tersalurkan tidak bakal menjadi batu atau berubah
  menjadi jimat. Tanpa perlu diperintah lagi, sperma ini dengan
  sendirinya akan diserap oleh tubuh, tanpa menyisakan efek buruk.

  Jadi, masalahnya cuma pada bagaimana setiap pria lajang bisa cerdas
  mengendalikan diri. Saya rasa itu lebih pada soal muatan niat saja.
  Selama pria lajang tidak rela terbawa terus oleh preokupasi seks
  dari waktu-waktu luangnya, ia tidak bakal mudah terhanyut oleh
  dorongan hormon testosteron yang membuat gairah seksnya meningkat.

  Pengaruhnya pada Keintiman Pernikahan
  -------------------------------------
  Walau tidak memberi dampak secara medis, masturbasi dapat memberi
  dampak pada keintiman dan kelanggengan pernikahan. Dari penelitian
  yang dilakukannya, Dr. Archibald mengatakan bahwa pria yang
  bermasturbasi akan terus melakukannya sekalipun telah menikah.
  Mereka bermasturbasi karena ketagihan. Kecanduan ini terbentuk sejak
  masa remaja, biasanya dalam konteks disalahkan atau tabu yang kuat.

  Obsesi ini menjadi tidak sehat untuk pernikahan karena para suami
  akhirnya merasa bahwa hubungan seks kurang memuaskan. Penggunaan
  fantasi membawanya kepada pelukan orang lain atau kepada film porno
  favoritnya. Ia tidak memprioritaskan hubungan seks dan keintiman
  yang semestinya dengan pasangannya. Padahal, hanya keintimanlah yang
  dapat membangun ikatan seksual yang lebih baik antara suami dan
  istri.

-*- Sumber diambil dari: -*-
  Judul Majalah: GetLIFE!, Edisi #04
  Judul Artikel: Masturbasi: Masalah Klasik Pria
  Penulis      : dr. Handrawan Nadesul
  Penerbit     : Yayasan Pelita Indonesia, Bandung, 2004
  Halaman      : 61


*BIMBINGAN *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*--*-*-*-*-*-*-*-*-* ALKITABIAH*

              -*- PERSPEKTIF ALKITABIAH: MASTURBASI -*-

  Meskipun masih banyak orang yang memperdebatkan apakah masturbasi
  itu berdosa atau tidak, namun beberapa ayat berikut ini kami
  harapkan mampu menjadi landasan bagi Anda untuk menjawab kontroversi
  ini. Berikut ini ayat-ayat tersebut:

  Fantasi seksuil dalam perzinahan   : Matius 5:27-28
  Jangan membawa diri dalam pencobaan: Yakobus 4:7-8
  Tuhan menghendaki pertobatan kita  : 1Yohanes 1:7b
  Belajar memikirkan hal-hal yang baik dan berkenan kepada Tuhan:
  Filipi 4:8; Roma 12:1-2; Kolose 3:2.

-*- Sumber diambil dari: -*-
  Judul Buku  : Buku Panduan Pelayanan Konseling Melalui Telepon
  Penulis     : Pdt. Dr. Yakub B. Susabda; Dr. Esther Susabda;
                Ir. Asriningrum Utami; Dra. Iis Achsa, S.Th.;
                Lanny Pranata, B.A.; Dra. Lily Yuliana
  Penerbit    : People Helpers Ministry Indonesia, Jakarta, 1998
  Halaman     : 42


*TIPS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* TIPS*

              -*- MENGHILANGKAN KEBIASAAN MASTURBASI -*-

  Suatu kebiasaan ialah sesuatu yang dilakukan berulang-ulang tanpa
  mempertanyakan ataupun meragukannya. Untuk menghilangkan kebiasaan
  melakukan masturbasi, seseorang harus membuat usaha terencana untuk
  menolaknya atau memutuskan kebiasaan yang mendorong dan bersifat
  spontan tersebut.

  PERTAMA, Anda harus mempunyai kemauan untuk mengubahnya. Niat yang
  tulus untuk mengubah kebiasaan berdosa ini harus diucapkan kepada
  Allah dalam doa. Katakanlah kepada Allah bahwa Anda benar-benar
  ingin menghentikan kebiasaan ini, bahwa Anda merasa tidak mampu
  mengendalikannya, dan bahwa Anda tidak sanggup menghilangkan
  kebiasaan ini tanpa pertolongan-Nya. Mintalah pertolongan-Nya,
  dengan penuh keyakinan dan kepercayaan. Katakanlah kepada-Nya bahwa
  Anda mengharapkan-Nya untuk memberi kekuatan dan disiplin diri yang
  Anda perlukan. Mungkin Anda perlu mendoakan hal ini beberapa kali.

  KEDUA, mulailah mempelajari dan mengingat kembali mengenai kebiasaan
  masturbasi Anda. Pelajarilah polanya. Berapa kali hal itu terjadi?
  Di mana dan kapan Anda melakukannya? Bagaimanakah perasaan Anda
  secara fisik ataupun emosional pada saat melakukannya? Sebagai
  contoh, seseorang mendapati bahwa ia selalu melakukan masturbasi
  pada larut malam, di tempat tidurnya ketika ia merasa sangat lelah.
  Orang yang lain mendapati bahwa hal itu terjadi bila ia merasa
  kosong dan agak depresi.

  KETIGA, pelajarilah penggunaan metode berikut untuk memutuskan atau
  menghentikan kebiasaan masturbasi. Metode ini terdiri atas lima hal
  yang harus Anda lakukan, yaitu:

     1. Situasi yang Berbahaya
        ----------------------
        Keadaan atau situasi berbahaya yang bagaimanakah yang Anda
        alami ketika melakukan masturbasi? Misalnya, apakah Anda
        melakukannya setiap kali Anda berada di tempat tidur, atau
        pada pagi hari ketika Anda sedang mandi, bila Anda merasa
        bosan dan gelisah? Saat-saat ini merupakan saat berbahaya bagi
        Anda. Dengan mewaspadai saat atau keadaan berbahaya ini serta
        mengubahnya bila itu dapat Anda lakukan, maka seharusnya Anda
        mulai dapat mengurangi kebiasaan masturbasi Anda.

     2. Tindakan atau Perbuatan
        -----------------------
        Perbuatan apakah yang Anda lakukan untuk merangsang diri,
        apakah dengan mata, tangan, atau tubuh Anda? Anda harus
        mengambil keputusan untuk memperhatikan hal ini serta
        menghentikannya.

     3. Ayat Alkitab
        ------------
        Gunakanlah ayat-ayat tertentu dalam Alkitab yang telah Anda
        hafalkan untuk memperkuat keputusan Anda dan mintalah
        pertolongan Allah bila Anda tergoda untuk melakukan
        masturbasi. Carilah ayat-ayat berikut dan cobalah
        menghafalkannya: Mazmur 37:5, 46:2;
                         Yesaya 26:3;
                         Matius 4:4, 7:10;
                         Roma 8:28;
                         Filipi 4:13,19.

     4. Minat atau Niat
        ---------------
        Ucapkanlah kata-kata berikut ini dengan tegas dalam diri Anda,
        "Saya tidak berminat melakukan masturbasi karena ..."
              - Saya tidak mau berbuat dosa.
              - Saya tidak menyukai citra diri saya ini.
              - Saya adalah manusia baru dalam Kristus.
              - Hal itu tidak berguna bagi harga diri saya.
              - Hal itu membuat saya merasa sebagai orang yang munafik
                atau curang.
              - Saya memiliki pengendalian diri untuk menghilangkan
                kebiasaan ini.

     5. Pola Pikir
        ----------
        Dengan penuh kesadaran, ubahlah pola pikir Anda. Kebiasaan
        melakukan masturbasi selalu dirangsang oleh pikiran-pikiran
        yang bersifat erostis dan seksual. Bila pikiran-pikiran
        semacam itu timbul, sangat penting bagi Anda untuk "menawan
        segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus," (2Korintus
        10:5b). Cara yang efektif untuk melakukan hal ini ialah
        mengatakan dengan tegas, "Berhenti!" Kemudian mulailah
        mengalihkan diri Anda dengan kegiatan atau pikiran lain.

  [Dalam bahasa Inggris, kelima hal tersebut dapat disingkat sebagai
   HABIT --> H: Hazardous Situation (Situasi yang Berbahaya),
             A: Action (Tindakan atau Perbuatan),
             B: Bible Verses (Ayat-ayat Alkitab),
             I: Intentions (Minat atau Niat),
             T: Thought (Pola Pikir).
  Dalam bahasa Inggris sendiri, kata "habit" berarti kebiasaan.]

  Bila dengan penuh kesadaran Anda berusaha melaksanakan kelima hal
  tersebut, Anda akan mampu mengurangi kebiasaan masturbasi. Allah
  pasti akan menguatkan dan memberkati usaha-usaha Anda ini. Ingatlah,
  "Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa
  yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati." (1Samuel 16:7)

-*- Sumber diedit dari: -*-
  Judul Buku: Tidak Lagi Homo
  Penulis   : Dr. William Consiglio
  Penerbit  : Yayasan Kalam Hidup, Bandung, 1998
  Halaman   : 102 - 104


*STOP PRESS *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* STOP PRESS*

  Stop Press (1)
  --------------

                -*- SERVER SABDA.org HIDUP KEMBALI -*-

  Sejak 25 Maret 2005 yang lalu hingga minggu ini (4 April 2005)
  server SABDA.org DOWN, sehingga menyebabkan sebagian aktivitas
  online YLSA menjadi macet (situs-situs YLSA tidak dapat diakses).
  Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Tapi, puji Tuhan! mulai 5
  April 2005 y.l. server SABDA.org telah HIDUP KEMBALI dan sudah dapat
  diakses untuk melayani Anda lagi. Untuk itu, kami mohon maaf kepada
  semua pihak atas kejadian ini dan sekaligus mengucapkan terima
  kasih, karena kami tahu dukungan doa Anda sangat berharga bagi kami.

  Bagi Anda yang masih mengalami kendala saat mengakses Situs
  SABDA.org ataupun situs-situs milik YLSA lainnya, silakan
  memberitahukan kepada kami untuk segera ditindaklanjuti. Kirimkan
  pemberitahuan tersebut melalui email ke:
                        <webmaster@sabda.org>

  Informasi lebih lengkap mengenai tidak dapat diaksesnya server
  SABDA.org selama beberapa saat ini dapat Anda lihat di Situs
  SABDA.org di alamat:
  ==>  http://www.sabda.org/informasi.htm

  Stop Press (2)
  --------------

 -*- PERMOHONAN MAAF ATAS KETERLAMBATAN PENERBITAN PUBLIKASI YLSA -*-

  Melalui pemberitahuan ini kami, segenap Redaksi Publikasi YLSA
  (Yayasan Lembaga SABDA), mohon maaf kepada para pelanggan atas
  keterlambatan penerbitan beberapa publikasi I-KAN (yaitu: e-Konsel
  Edisi 085/2005; e-BinaAnak Edisi 224/2005; e-JEMMi Edisi 15/2005;
  dan e-Penulis 006/2005), yang seharusnya terbit pada minggu lalu
  (antara 12 - 15 April 2005).

  Masalah keterlambatan ini bukan berasal dari meja Redaksi tapi
  karena MAIL SERVER SABDA yang ada di luar DOWN selama lebih dari
  satu minggu. Namun kami bersyukur, awal minggu ini mail server
  tersebut sudah bisa hidup kembali. Untuk semua ketidaknyamaanan ini
  kami mohon maaf sebesar-besarnya. Atas perhatian dan dukungan
  doanya, segenap Redaksi mengucapkan terima kasih kepada semua
  pelanggan publikasi I-KAN.

  Selamat melayani,
  Koordinator Publikasi YLSA
  (Tesa)


*INFO *-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-* INFO*

  Info (1)
  --------

                         -*- VCD KRISTEN -*-

  Departemen Media Christopherus sudah memproduksi beberapa VCD
  (Sinetron) baru dengan judul sebagai berikut:
       1. Luka Tangan Mama
       2. Maling Sepeda
       3. Misteri Kematian
       4. Aborsi

  Di samping VCD Sinetron, Departemen Media Christopherus juga telah
  memproduksi VCD LENSA PENDIDIKAN KRISTEN dengan judul "KOMUNIKASI
  DALAM KELUARGA". VCD ini sangat bagus untuk dijadikan materi
  konseling atau diskusi kelompok tengah minggu.

  VCD ini juga bisa digunakan untuk program talk-show/dialog
  interaktif di TV. Durasi dari VCD ini sudah disesuaikan, yaitu 24
  menit sehingga masih ada waktu 6 menit untuk iklan sponsor, dan bisa
  dilanjutkan dengan dialog selama 30 menit. Isi dari VCD ini berupa
  ceramah narasi yang diisi dengan fragmen berlatar musik.

  Tersedia juga VCD Natal untuk anak-anak yang berjudul "PITA MERAH".

  Untuk pembelian dan informasi yang lebih lengkap, silakan
  menghubungi alamat berikut ini:

  Terang 2000 Christopherus
  Telp. : 024-8312162
  Fax.  : 024-8446048
  E-mail: christop@indosat.net.id

  Info (2)
  --------

                 -*- INFO PARENTING EDUCATION LK3 -*-

  "Selain mengenalkan TUHAN kepada anak-anak, salah satu tugas
  terpenting bagi orangtua dewasa ini adalah memperkenalkan seks
  kepada anak, dan membentuk karakter seks anak yang tahan godaan.
  Kehidupan seks yang harmonis dalam hidup orangtua adalah pengajaran
  terbaik tentang seksual pada anak." (Joel Joentak)

  Parenting Education LK3 mengundang para pembaca e-Konsel untuk
  menghadiri spesial seminar dengan tema:

             "BAGAIMANA MEMPERKENALKAN SEKS KEPADA ANAK,
          DAN MEMBINA KEHIDUPAN SEKSUAL DI DALAM PERKAWINAN"

  yang akan diselenggarakan pada:
  Hari, tanggal: Jumat, 22 April 2005
  Pukul        : 17.00 - 20.30 WIB
  Tempat       : Wisma Anugerah, Taman Tanah Abang 3 No. 2,
                 Jakarta Pusat
  Narasumber   : Prof. Dr. dr. Wimpie Pangkahila SpAnd, FAACS
                 (Pengajar, penulis, peneliti, dan terapis masalah
                 seksual, aktivis pelayanan gereja dan penasihat
                 pelayanan bisnisman di Bali)
  Moderator    : Pdt. Julianto Simanjuntak (Ketua Parenting Education
                 LK3)
  Sasaran      : 1. Membantu para orangtua dan pendidik untuk
                    memperkenalkan seks kepada anak, dan tips
                    membangun karakter seks anak yang tahan godaan.
                 2. Membangun dan memperkaya keharmonisan dan
                    keromantisan hubungan suami istri, dan bagaimana
                    membangun intimasi seksual pada saat relasi di
                    titik kritis.
  Biaya        : Sebelum 20 April: Rp. 50.000,00
               : Sesudah 20 April: Rp. 75.000,00
                 (MEMBER LK3 diskon 20%)

  Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:
  Telp. (021) 5565-4851, 5565-0281;
  HP: 0817.0907.407


*SURAT*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-DARI ANDA-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*SURAT*

  Dari: matias yogi <tapudagi@>
  >saya sangat berbahagia sekali atas informasi tentang penyakit
  >terminal dan hal yang sama kami dalam keluarga ada satu yang dapat
  >penyakit kanker dan darah tinggi dan menderita selama 2 tahun dan
  >bagaimana cara mengobatinya jadi tolong doakan buat yang
  >menderita penyakit tersebut

  Redaksi:
  Terima kasih atas kiriman surat Anda. Kami dengan senang hati
  memberikan dukungan doa agar Tuhan terus menolong Anda sekeluarga
  merawat anggota keluarga Anda tersebut. Harapan kami, kiranya apa
  yang sudah disajikan e-Konsel bisa menguatkan Anda sekeluarga.
  Selamat melayani.


e-KONSEL*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*e-KONSEL

                         STAF REDAKSI e-Konsel
                      Ratri, Tesa, Evie, Lisbeth
                    PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
                         Yayasan Lembaga SABDA
                     INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
                          Sistem Network I-KAN
                      Copyright(c) 2005 oleh YLSA
                      http://www.sabda.org/ylsa/
                     Rekening: BCA Pasar Legi Solo
                 No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati

*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
  Anda punya masalah atau perlu konseling? <masalah-konsel@sabda.org>
  Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
  dapat dikirimkan ke alamat:             <owner-i-kan-konsel@xc.org>
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*
  Berlangganan: Kirim e-mail kosong ke: subscribe-i-kan-konsel@xc.org
  Berhenti:     Kirim e-mail kosong:  unsubscribe-i-kan-konsel@xc.org
  Sistem lyris: http://hub.xc.org/scripts/lyris.pl?enter=i-kan-konsel
  ARSIP publikasi e-Konsel:  http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*-*

 

© 1997-2016 Yayasan Lembaga SABDA (YLSA)
Isi boleh disimpan untuk tujuan pribadi dan non-komersial. Atas setiap publikasi atau pencetakan wajib menyebutkan alamat situs SABDA.org sebagai sumber dan mengirim pemberitahuan ke webmaster@sabda.org