______________________________e-KONSEL________________________________
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
______________________________________________________________________
EDISI 199/1 Januari 2010
Daftar Isi:
= Pengantar: Resolusi
= Renungan: Pekerjaan Merupakan Suatu Karunia
= Cakrawala (1): Tentang Konseling Karier
= Cakrawala (2): Suatu Panggilan, Bukan Pekerjaan
= TELAGA: Pekerjaan yang Cocok (I)
= Tips: Bimbingan Kejuruan
= Stop Press: Baru Dari YLSA: Publikasi KADOS (Kalender Doa SABDA)
PENGANTAR ____________________________________________________________
Salam sejahtera,
Tahun 2009 sudah berlalu, dan kini kita menginjak tahun 2010.
Sudahkah Anda membuat resolusi untuk tahun 2010 ini? Jika belum,
tidaklah terlambat untuk mulai memikirkannya sekarang. Ada banyak
hal yang bisa dimasukkan dalam daftar resolusi, seperti masalah
pekerjaan, kehidupan pribadi, kehidupan rohani, masalah keuangan,
dan lain- lain. Menyiapkan resolusi dan berusaha untuk
melaksanakannya akan membantu kita untuk tidak membuang waktu
sepanjang tahun ini dengan sia-sia.
Nah, bila salah satu resolusi Anda tahun ini berkaitan dengan
masalah pekerjaan, silakan simak sajian yang redaksi sudah siapkan
untuk mengawali tahun ini. Topik "Konseling Karier" yang redaksi
angkat kali ini kiranya menjadi berkat bagi Anda.
Selamat Tahun Baru 2010! Mari kita isi tahun ini dengan hati yang
baru untuk kita berikan kepada Kristus.
Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Christiana Ratri Yuliani
http://c3i.sabda.org/
http://fb.sabda.org/konsel
RENUNGAN _____________________________________________________________
PEKERJAAN MERUPAKAN SUATU KARUNIA
"... untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih
payahnya ..." (Pengkhotbah 5:19).
Bekerja dimulai di Taman Eden. Adam memelihara dan menjaga taman
itu. Kegiatan ini memberi Adam kemampuan dan rasa harga diri. Namun,
Adam mengubah semuanya. Dosanya karena ketidaktaatan mengubah
pekerjaan menjadi kutukan (Kejadian 3:19).
Kemudian di Ulangan 28, kita menemui bahwa ketaatan terhadap hukum
Tuhan mengubah semuanya kembali, dan berkat atas pekerjaan kembali
menjadi karunia dari Tuhan.
Apakah Anda menganggap pekerjaan sebagai suatu karunia? Anda mungkin
termotivasi oleh faktor lainnya: uang, waktu yang dibutuhkan untuk
meninggalkan rumah, cara untuk membantu orang lain. Namun di atas
semuanya itu, pekerjaan masih menjadi karunia dari Tuhan.
Pengkhotbah 5:19-20 mengimbau kita untuk bersukacita atas pekerjaan.
Pekerjaan Anda bisa menjadi sumber sukacita!
Renungan Pribadi: Bagaimana saya bisa menjadikan pekerjaan saya
lebih mendatangkan sukacita hari ini? (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Judul buku: Keeping It Personal; Daily Wisdom for Today`s Woman
Judul asli artikel: Work is a Gift
Edisi: December 13
Penulis: Joan Horner
Penerbit: Premier Designs, Texas 2006
CAKRAWALA (1)_________________________________________________________
TENTANG KONSELING KARIER
Pelayanan konseling karier memberi kesempatan kepada semua orang
dari berbagai usia dan latar belakang untuk mengetahui keterampilan,
kekuatan, dan potensi mereka untuk berbagai jenis pekerjaan, dan
memilih pekerjaan yang sesuai dengan tujuan dan kepribadian mereka.
Pelayanan ini sering kali merupakan suatu perpaduan dari penilaian
dan pelatihan karier, riset pekerjaan, penulisan resume dan surat
lamaran, kumpulan referensi, panduan pencarian kerja dan pelajaran
wawancara profesional. Konseling seperti ini juga dikenal sebagai
konseling pekerjaan, pendampingan karier, dan nasihat karier.
1. Pentingnya Konseling Karier
Konseling karier menggali minat, keterampilan, dan latar belakang
pendidikan seseorang sehingga mereka bisa bekerja melalui pelatihan
profesional di bidang tertentu. Para konselor bisa memfasilitasi
proses pemilihan profesi atau pekerjaan dengan berperan sebagai
pemandu atau guru bagi siapa saja yang ingin memulai suatu karier,
pindah karier, atau mendalami karier baru.
2. Fungsi Konseling Karier
Konseling ini menawarkan pendekatan yang sistematis dan objektif
untuk belajar tentang keterampilan, pengalaman kerja, aspirasi, dan
kebiasaan kerja seseorang. Profesional yang terlatih membantu
kliennya menemukan pekerjaan atau profesi yang cocok dan menawarkan
cara-cara untuk mendapatkan sumber-sumber yang bisa menjadi alat
untuk mencari pekerjaan. Konseling bisa dilakukan satu per satu atau
dalam kelompok dengan seorang konselor yang mendiskusikan
topik-topik seputar mencari pekerjaan, penulisan resume, wawancara,
dan metode perencanaan karier jangka pendek atau panjang.
3. Jenis Konseling Karier
Orang-orang dari berbagai tingkat pendidikan bisa mendapatkan
bantuan dari konselor karier, dan konselor biasanya menempatkan
lulusan perguruan tinggi atau sekolah menengah atas di level yang
sama. Orang-orang tertentu bisa meminta pelayanan konseling khusus.
Sebagai contoh, Anda bisa mendapatkan pelayanan pengembangan karier
khusus untuk orang-orang minoritas, orang tua tunggal, remaja, atau
mereka yang sedang dalam masa penyembuhan penyakit mental.
4. Ciri-Ciri Konseling Karier
Kegiatan-kegiatan yang termasuk dalam konseling bisa berupa
menghadiri seminar atau pelajaran yang mengajar Anda bagaimana
mendapatkan pekerjaan; penilaian pribadi untuk menentukan tujuan dan
aspirasi; pelayanan penyesuaian pekerjaan untuk penempatan kerja
yang tepat; tes berdasarkan keterampilan untuk menentukan
keterampilan dasar dan kemampuan di berbagai bidang; dan sesi
konseling kelompok untuk mengatasi tantangan-tantangan dalam mencari
pekerjaan atau peralihan tempat kerja.
5. Manfaat Konseling Karier
Konseling karier memberikan beberapa manfaat bagi para lulusan
sekolah menengah atas atau perguruan tinggi atau yang masuk kembali
ke dunia kerja setelah berhenti bekerja selama beberapa saat. Klien
akan menerima suatu analisis yang objektif atau penjelasan mengenai
keterampilan, kemampuan, dan gaya kerja. Manfaat kunci dari
konseling karier termasuk memetakan karier yang tepat untuk kepuasan
jangka panjang; mempersempit pekerjaan dan tugas pekerjaan supaya
bisa mendapatkan yang paling tepat; menganalisa kunci kekuatan dan
kelemahan untuk meningkatkan kemampuan; dan melihat kembali
pilihan-pilihan dan jalur karir yang berbeda untuk membuat
pilihan-pilihan yang menguntungkan. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: ehow.com
Judul asli artikel: About Career Counseling
Penulis: Sabah Karimi
Alamat URL: http://www.ehow.com/about_4568084_career-counseling.html
CAKRAWALA (2)_________________________________________________________
SUATU PANGGILAN, BUKAN PEKERJAAN
Bill menarik napas dalam-dalam, dan kemudian bicara kepada istrinya
bahwa dia ingin berhenti dari pekerjaannya sebagai manajer penjualan
regional. "Sayang, aku telah bekerja untuk perusahaan ini selama 15
tahun dan aku mendapat gaji yang cukup. Kita bisa membeli apa saja
yang kita inginkan. Tetapi, aku tidak tahan lagi terhadap stres dan
jam kerja yang panjang. Aku juga sadar bahwa aku tidak hanya
mengorbankan kesehatanku, tetapi juga waktuku bersamamu dan
anak-anak, demi pekerjaan yang menurutku tidak begitu penting.
Keberhasilan bukanlah apa yang aku inginkan. Aku hanya ingin tahu
apa yang Tuhan ingin aku lakukan di dunia ini."
Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda merasa terjebak dalam suatu
pekerjaan yang memberi Anda bayaran -- yang mungkin sangat banyak --
tetapi sedikit dalam hal lain? Apakah karunia dan hal-hal yang
benar-benar Anda inginkan harus "dimasukkan ke lemari" ketika Anda
bekerja? Apakah pekerjaan Anda tidak memiliki arti dan tujuan?
Sudahkah Anda mencapai titik dalam hidup Anda di mana Anda
mengetahui bahwa apa yang sedang Anda kerjakan belum cukup? Bila ya,
Tuhan mungkin memberi tahu Anda bahwa inilah saatnya untuk menemukan
panggilan Anda daripada mencari pekerjaan lain.
Bila Anda merasa perlu melakukan sesuatu yang berbeda dalam hidup
Anda, Anda mungkin mengalami kegelisahan yang mendorong Anda untuk
bertindak. Seperti kebanyakan orang lainnya, Anda bisa "sibuk"
melakukan apa yang Anda tahu bisa Anda lakukan untuk mendapatkan
pekerjaan baru. Mungkin Anda secara rutin mencari di internet, minta
saran dari orang lain tentang apa yang menurut mereka harus
dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan, melihat kesempatan yang
datang kepada Anda, dan bahkan mungkin bergonta-ganti pekerjaan
untuk melihat mana yang cocok.
Kita telah melihat bahwa ketika orang-orang secara acak melakukan
tindakan tanpa rencana yang baik mereka sering kali bingung sendiri,
tidak punya tujuan, dan tidak bersemangat. Jadi, apa yang bisa Anda
lakukan bila Anda percaya bahwa Anda diciptakan untuk "melakukan
sesuatu yang lebih" dengan hidup Anda? Berikut beberapa langkah yang
bisa Anda ambil untuk menemukan pekerjaan yang cocok bagi Anda:
1. Ketahuilah bahwa Anda akan perlu berdoa dengan sungguh-sungguh.
Mendapatkan panggilan pekerjaan Anda merupakan usaha yang
berkesinambungan antara Anda dan Tuhan. Meskipun Tuhan pasti
dapat menuntun Anda secara supernatural kepada pekerjaan yang
tepat, Dia biasanya tidak memilih untuk melakukan hal tersebut.
Tuhan tidak akan melakukan untuk Anda apa yang Dia ingin Anda
lakukan untuk diri Anda sendiri. Iman, percaya, dan kedewasaan
Anda akan lebih mendalam dan bertumbuh ketika Anda mengambil
risiko untuk melakukan tindakan. Proses melakukan tindakan
membentuk Anda menjadi orang yang Tuhan perlukan untuk misi yang
telah Dia pilih khusus untuk Anda.
2. Lihatlah lebih cermat rancangan yang Tuhan berikan kepada Anda.
Keterampilan mana yang dapat dengan mudah Anda pelajari dan
memberi sukacita ketika Anda menggunakannya? Apa minat Anda?
Kebutuhan mana di dunia ini yang membuat Anda berpikir, "Aku
ingin melakukan sesuatu dengan hal itu"? Anda adalah ciptaan
Tuhan -- karya-Nya-- "diciptakan dalam Kristus Yesus untuk
melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya"
(Efesus 2:10). Mengidentifikasi karunia dan minat Anda merupakan
bagian yang penting untuk melihat dengan jelas apa yang telah
Tuhan ciptakan untuk Anda lakukan dalam hidup Anda.
3. Perluas visi Anda tentang bagaimana Tuhan bisa menggunakan
karunia Anda di dunia ini.
Sebagian besar orang punya mimpi yang kecil dalam hidup mereka.
Tujuan hidup mereka dibatasi oleh kurangnya visi, ketakutan, dan
permasalahan sehari-hari. Apa yang ingin Anda lakukan dengan
hidup Anda bila keberhasilan itu dijamin? Tuhan memanggil kita
untuk mengerjakan tugas dan peran dalam kehidupan kita yang tidak
bisa kita capai dengan cara kita sendiri sehingga kita bisa
melihat kuasa-Nya bekerja.
4. Segeralah bertindak!
Ketika Anda berdoa, buatlah keputusan yang beralasan tentang arah
karier Anda, tulislah langkah-langkah tindakan dan keluarlah dari
daerah aman Anda. Kehidupan Anda tidak akan berubah sampai Anda
membuat perubahan. Takut berubah, ketidaktahuan, kegagalan adalah
alasan pertama sebagian besar orang tidak melakukan panggilan
Tuhan yang harus mereka lakukan. Meskipun takut adalah hal yang
normal ketika Anda ingin membuat perubahan dalam hidup Anda, ini
bukan suatu alasan untuk tidak bertindak. Tuhan tidak pernah
memanggil kita untuk berdiam diri di daerah aman kita selamanya.
Ibrani 12 telah memanggil kita untuk "bertekun dalam iman". Ini
merupakan catatan mereka yang telah selesai melakukan perjalanan
mereka di dunia, menyelesaikan tugas yang Tuhan berikan untuk mereka
lakukan. Setiap mereka menemukan dan menghidupi panggilan mereka.
Tuhan juga telah menciptakan Anda untuk menjadi bagian dari rencana
besar-Nya di dunia. Anda punya peran yang tidak bisa dilakukan oleh
orang lain. Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang merupakan
panggilan, bukan sekadar bekerja! (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs: cbn.com
Judul asli artikel: A Calling, Not a Job
Penulis: Kevin Brennfleck dan Kay Marie Brennfleck
Alamat URL: http://www.cbn.com/finance/brennflecks_calling.aspx
TELAGA _______________________________________________________________
PEKERJAAN YANG COCOK (I)
Ada orang yang dengan mudah mengetahui jenis pekerjaan yang
disukainya, namun ada juga sebagian orang yang mengalami kesukaran
menentukan bidang pekerjaannya. Untuk memahami bidang yang cocok,
ada baiknya kita mengenal teori perkembangan karier.
1. Karier berkembang mulai dari saat anak berusia sekitar 2 tahun.
Pada masa itu, anak mulai mengeksplorasi lingkungan (dengan
merangkak dan memasukkan benda ke mulutnya) dan mengeksplorasi
kemampuannya (memanjat atau mulai menggambar). Kebebasan yang
disertai pengawasan akan memberi ruang gerak kepada anak untuk
mengembangkan rasa percaya diri. Jadi pada masa balita, peran
serta orang tua sangat penting untuk menumbuhkan inisiatif dan
kemandirian anak. Orang tua yang terlalu membatasi akan
menumpulkan inisiatif anak dan melemahkan kemandiriannya.
2. Tatkala anak memasuki usia sekolah, bermain menjadi bagian
penting dalam perkembangan karier anak. Tipe permainan atau
aktivitas yang disukai anak sering kali mencerminkan karier anak
pada masa dewasa. Bermain juga merupakan cikal bakal bekerja
sebab baik bermain maupun bekerja berbagi etos yang serupa. Dalam
bermain, kita harus bertenggang rasa, saling tolong, kreatif,
dapat memecahkan masalah dan mengatasi tantangan guna mencapai
tujuan bersama -- kualitas yang dituntut dalam bekerja. Jadi,
kesempatan bermain merupakan waktu yang penting dan bermanfaat
bagi anak. Jika anak kehilangan waktu bermain, ia akan kehilangan
kesempatan mengembangkan etos bekerja bersama.
3. Pada masa remaja, anak terjun ke dalam kehidupan bersama teman,
dan di sinilah keterampilan menjalin dan mempertahankan relasi
diasah. Bila anak kehilangan kesempatan bergaul, besar
kemungkinan ia akan kehilangan kesempatan mengembangkan
kesanggupan berelasi -- sesuatu yang sangat penting dalam
perkembangan karier karena bukankah semua lapangan kerja menuntut
adanya kemampuan untuk menjalin dan menjaga relasi.
4. Pada masa remaja, anak pun mulai mengenali minat serta kemampuan
dan ketidakmampuannya lewat pendidikan yang ditempuhnya. Jika
sampai saat remaja anak tetap tidak tahu apa minat dan
kemampuannya/ketidakmampuannya, besar kemungkinan ia akan
mengalami keterlambatan dalam perkembangan kariernya. Pada fase
remaja, sebaiknya anak diberi kesempatan mengenal berbagai jenis
pekerjaan serta tuntutannya. Pengenalan ini akan membantunya
melihat dirinya dengan lebih jelas di dalam lingkup pekerjaan
itu.
5. Baik pada masa anak maupun remaja, penyingkapan dini terhadap
jenis pekerjaan tertentu akan memengaruhi perkembangan karier,
apalagi bidang tersebut menjadi bidang yang akhirnya dikuasai
dengan baik.
6. Juga, pada masa anak dan remaja, peran panutan sangat besar dalam
pemilihan karier karena ada kaitan antara pemilihan karier dan
panutan di mana kita cenderung memilih karier yang dipilih oleh
panutan kita.
7. Dalam menentukan karier, sedapatnya kita memilih karier yang
merupakan perpanjangan sekaligus ekpresi diri. Dengan kata lain,
pilihan karier serasi dengan kepribadian kita.
8. Ada kalanya karier merupakan sarana untuk memenuhi kebutuhan
emosional. Ini tidak salah, namun dapat mengaburkan bakat semula.
Jadi, penting bagi kita untuk mengenal diri dan kebutuhan dengan
tepat.
9. Jika diperhadapkan dengan pilihan antara kesukaan dan kemampuan,
kita memilih kemampuan. Sudah tentu idealnya kita dapat
menggabungkan keduanya, namun bila pilihan itu tidak ada,
sebaiknya kita memilih kemampuan daripada memilih sesuatu yang
kita sukai namun tak dapat kita lakukan. Pertajamlah kemampuan
yang sudah ada terlebih dahulu, baru bila ada kesempatan kita
mengasah kemampuan yang lemah namun kita sukai. Dengan kata lain,
kita membangun karier di atas realitas, bukan angan-angan.
10. Alih karier bukanlah sesuatu yang tidak lazim. Ada kalanya kita
memilih karier atas dasar kebutuhan (ekonomi atau emosi), namun
setelah kebutuhan terpenuhi, kita pun merasa resah. Pada saat
itulah kita mulai mempertimbangkan alih karier, dan biasanya ada
dua kemungkinan:
(a) jika sebelumnya kita memilih yang sesuai kebutuhan sekarang,
kita memilih karier yang sesuai minat dan kemampuan;
(b) kita melihat adanya kebutuhan mendesak dan kita terpanggil
untuk memenuhinya.
11. Di luar itu semua, ada sesuatu yang turut memengaruhi karier,
yakni kesempatan. Tuhanlah yang memberi kesempatan dan kadang
itu tidak diberikannya. Kadang maksud-Nya adalah melatih kita
untuk siap melakukan tugas yang akan Ia embankan pada kita.
Ada kalanya Ia menutup kesempatan karena Ia tahu bahwa kita
dapat merugikan orang atau diri sendiri. Kadang Ia menarik
kesempatan karena Ia ingin mengalihkan kita ke suatu bidang yang
lain. Pada intinya kita tidak selalu tahu rencana Allah; jadi
tugas kita hanyalah melakukan tanggung jawab atau bagian kita.
Terimalah porsi yang Ia tetapkan untuk kita dengan penuh syukur.
Yusuf berkata kepada saudaranya, "Janganlah takut sebab aku
inikah pengganti Allah? Memang kamu telah mereka-rekakan yang
jahat terhadap aku tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk
kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang
ini yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar" (Kejadian
50:19-20).
Sajian di atas kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. T204A
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan. Jika Anda ingin
mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat e-mail, silakan kirim
surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org> atau
< TELAGA(at)sabda.org >. Atau kunjungi situs TELAGA di:
==> http://www.telaga.org/audio/pekerjaan_yang_cocok_1
TIPS _________________________________________________________________
BIMBINGAN KEJURUAN
Apabila kita mengadakan bimbingan bagi kaum muda, mengenai
bakat-bakat khususnya, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan,
seperti yang tertera di bawah ini.
1. Pikirkan kemampuan-kemampuannya menurut intelek.
2. Apakah ia memiliki kemampuan-kemampuan istimewa?
3. Seberapa tinggikah taraf pendidikannya?
4. Imbangilah karakter dan perangainya.
5. Apakah ia memiliki rintangan-rintangan fisik?
6. Apakah kegemarannya yang utama?
7. Bicarakanlah bermacam-macam profesi kepada kaum pria dan wanita.
8. Pelajarilah pekerjaannya.
9. Apakah ia juga melakukan pekerjaan lain yang sesuai dengan
kesanggupannya?
10. Ujilah sifat, kecakapan, dan inteleknya dengan cara lain untuk
mengevaluasi apa yang sudah diteliti.
11. Carilah pimpinan Tuhan.
Kaum muda harus mengetahui arti hidup dan tugasnya. Tuhan tidak
memberikan talenta kepada seseorang untuk disia-siakan dan
disalahgunakan. Dia memberikan kemampuan kepada masing-masing orang
agar mereka dapat menunaikan tugas panggilannya. Dengan mengetahui
kemampuan diri sendiri, seseorang akan datang ke tempat pelayanan
yang telah Tuhan sediakan baginya.
Beberapa anjuran untuk orang yang tidak senang atau kurang puas
dengan pekerjaannya sendiri:
1. Sabar dan tetap pada pekerjaan semula.
2. Berusaha mengubah dan melengkapi kekurangan diri sendiri.
3. Mengubah sikap atau pandangan terhadap pekerjaan yang sedang
dikerjakan.
4. Mengganti pekerjaan dengan bidang pekerjaan yang lebih sesuai
dengan kemampuan dalam perusahaan yang sama.
5. Mencari pekerjaan yang lain.
6. Dengan iman, berani memulai suatu pekerjaan dalam perusahaan yang
baru.
7. Mengingat satu prinsip yang penting, yaitu hidup bagi Tuhan dan
untuk Tuhan.
Diambil dan disunting seperlunya dari:
Judul buku: Seri Diktat Pembimbingan Penggembalaan
Penulis: Pdt. Lukas Tjandra
Penerbit: Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang 1992
Halaman: 96 -- 97
STOP PRESS ___________________________________________________________
BARU DARI YLSA: PUBLIKASI KADOS (KALENDER DOA SABDA)
Puji Tuhan, satu lagi sebuah milis publikasi baru diterbitkan oleh
Yayasan Lembaga SABDA (YLSA). Publikasi yang diberi nama KADOS
(singkatan dari Kalender Doa SABDA) ini, lahir dari kerinduan YLSA
untuk membagikan pokok-pokok doa harian bagi para pendoa syafaat
yang terbeban berdoa bagi Indonesia dan pelayanan YLSA. Diharapkan,
melalui kesatuan hati untuk berdoa ini, Tuhan akan melawat umat-Nya
dan nama-Nya dimuliakan.
Publikasi KADOS yang akan terbit secara mingguan, bersifat terbuka
bagi denominasi gereja mana pun. Dengan menjadi pelanggan KADOS,
maka secara otomatis Anda juga menjadi pelanggan e-Doa, Open Doors,
dan 30 Hari Doa. Jadi, bagi pendoa-pendoa Kristen Indonesia yang
ingin dibekali untuk menjadi pendoa yang setia dan memiliki visi,
segera daftarkan nama Anda dan jadilah berkat.
==> <doa(at)sabda.org> [kirim pesan]
==> <subscribe-i-kan-buah-doa(at)hub.xc.org> [berlangganan]
_______________________________e-KONSEL ______________________________
Pimpinan Redaksi: Christiana Ratri Yuliani
Staf Redaksi: Tatik Wahyuningsih
Penanggung Jawab Isi Dan Teknis Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2010
YLSA -- http://www.ylsa.org/
Katalog -- http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
______________________________________________________________________
Anda punya masalah/perlu konseling? atau ingin mengirimkan
Informasi/artikel/bahan/sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
silakan kirim ke:
konsel(at)sabda.org atau owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti: unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
ARSIP: http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I: http://c3i.sabda.org/
Facebook e-Konsel: http://fb.sabda.org/konsel
______________________________________________________________________
|