Edisi (153) -- 1 Februari 2008
e-KONSEL
======================================================================
Milis Publikasi Elektronik Pelayanan Konseling Kristen
======================================================================
Daftar Isi:
= Pengantar : Bulan Kasih Sayang
= Cakrawala : Mencegah Patah Hati: Apakah Mungkin?
= TELAGA : Patah Hati
= Bimbingan Alkitabiah: Memulihkan Patah Hati
= Tips : Bagaimana Mengobati Patah Hati?
========== PENGANTAR REDAKSI ==========
Salam sejahtera,
Mawar, coklat, boneka, dan berbagai benda berbentuk hati, baik
berwarna merah atau merah muda akan diburu di bulan ini. Tentu
pembaca e-Konsel bisa menebak alasannya. Ya, di bulan ini, tepatnya
tanggal 14 Februari, kita akan merayakan hari Valentine atau hari
Kasih Sayang. Bagi orang yang sedang jatuh cinta, hari Valentine
biasanya menjadi saat yang dinanti-nantikan. Namun, bagaimana dengan
mereka yang ternyata harus menghadapi kenyataan sebaliknya, yaitu
mereka yang justru sedang mengalami patah hati? Mungkin mereka
mengharapkan bulan ini segera berlalu. Tidak salah bila rasa itu ada
sebab patah hati memang menyebabkan kesedihan, kekecewaan, dan bisa
jadi juga penyesalan.
Tak seorang pun ingin mengalami patah hati, akan tetapi siapa pun
bisa mengalaminya. Lalu apa yang bisa kita lakukan bila itu terjadi
pada kita atau orang-orang yang kita kasihi? Bagaimana kita menolong
mereka menyembuhkan luka hatinya itu? Nah, di bulan kasih sayang
ini, e-Konsel mengajak Pembaca untuk merayakan hari Valentine
bersama dengan mereka. Caranya dengan menolong mereka keluar dari
"masa berduka" mereka. Kiranya sajian berikut ini bisa menolong
Pembaca e-Konsel dalam mendampingi mereka.
Selamat menyimak, semoga menjadi berkat.
Pimpinan Redaksi e-Konsel,
Christiana Ratri Yuliani
========== CAKRAWALA ==========
MENCEGAH PATAH HATI: APAKAH MUNGKIN?
Saya tidak akan pernah lupa di malam saat saya menangis
meraung-raung seolah-olah saya tidak mau berhenti menangis.
Akhirnya yang bisa saya ingat adalah ke tempat tidur dan menangis
sampai tertidur. Apakah Anda pernah patah hati? Apakah pada saat itu
Anda merasakan sakit yang amat sangat hingga rasanya Anda ingin mati
saja?
Rasa sakit dan luka bisa muncul dalam bentuk yang berbeda-beda,
tetapi rasa sakit yang muncul karena patah hati nampaknya adalah
luka yang paling parah. Bisa muncul kekecewaan yang mendalam saat
suatu hubungan harus putus di tengah jalan.
Apakah mungkin kita menjalin cinta tanpa mau terluka? Tentu saja.
Apakah ada hal-hal yang bisa dilakukan untuk mencegah patah hati?
Ya. Ada banyak hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegahnya. Namun,
Anda tidak bisa menghindarkan diri dari patah hati bila Anda
memberikan hati Anda kepada seseorang. Semakin dalam relasi itu,
semakin besar kemungkinan untuk merasakan sakit atau sukacita.
Sayangnya, kita hidup di suatu dunia di mana ada banyak relasi cinta
yang dijalin dengan bebas. Integritas ilahi sering kali tidak
menjadi bagian dalam suatu relasi cinta, dan berbagai konsekuensi
serta patah hati menjadi tak terelakkan. Bila pernah ada masa di
mana kita memerlukan suatu panduan untuk menjalin cinta, maka
sekaranglah masa itu! Bila opera sabun yang ditayangkan televisi
menjadi standar kita, maka kita berada dalam masalah besar.
Mengikuti beberapa kebenaran dasar dari firman Allah adalah jawaban
untuk mencegah patah hati. Siapakah yang harus Anda ajak untuk
berkencan? Siapakah yang harus Anda terima? Siapakah yang boleh Anda
ajak untuk menghabiskan waktu? Hanya ada satu kunci utama dalam
masalah menjalin cinta. Bila Anda adalah orang percaya, maka Anda
harus berpacaran dengan orang Kristen pula.
Allah berfirman, "Janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak
seimbang." Karena berpacaran sering kali bertujuan untuk pernikahan,
maka jangan pernah berpacaran dengan seseorang yang bukan orang
percaya. Selain itu, "Teman yang tidak baik merusak moral." Anda
bisa saja berpikir bahwa Anda hanya bersenang-senang dan Anda tidak
pernah ingin menikahi orang yang Anda pacari. Saya pernah mengenal
orang-orang yang mulai berpacaran dengan seseorang hanya untuk
bersenang-senang, tetapi akhirnya menikahinya. Dengan amat menyesal,
mereka mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan yang sangat
besar. Berhati-hatilah terhadap orang yang Anda ajak untuk
menghabiskan waktu bersama.
Kunci untuk pernikahan yang sehat adalah rasa hormat. Oleh sebab itu
salah satu tujuan terbesar dalam berpacaran haruslah rasa hormat.
Bila Anda tidak menghormati orang yang Anda pacari dan bila mereka
juga tidak menghormati Anda, maka putuskan hubungan Anda saat ini
juga!
Sering saya mendengar seorang wanita yang menceritakan bahwa
pacarnya tidak menghormatinya dan pria itu sangat menekan dia dalam
masalah seks. Ini adalah masalah klasik yang terus-menerus membuat
para wanita patah hati. Bagaimana Anda menjaga hati Anda? Salah satu
cara adalah dengan "mengendalikan gairah muda". Bila Anda bermain
api, maka Anda akan terbakar.
Sebagai orang Kristen, Anda harus memiliki kesadaran atas kesucian.
Banyak hal yang bisa dikatakan dalam hal ini, tetapi kuncinya adalah
kekudusan. Alkitab dengan jelas mengatakan, "Kuduslah kamu sebab
Aku, Tuhan Allahmu, kudus." (Imamat 19:2) Ini termasuk apa yang Anda
lihat, apa yang Anda baca, bagaimana Anda berpakaian, dan tentu saja
dengan siapa Anda menghabiskan waktu.
Bila Anda kudus dalam berpacaran, maka kecil peluang Anda merasakan
patah hati. Doakan selalu setiap relasi yang Anda jalin. Mintalah
kepada Allah untuk menunjukkan ke mana relasi itu harus berjalan.
Perlakukan mereka seperti Anda ingin diperlakukan.
Jagalah supaya relasi itu kudus. Jagalah supaya relasi Anda
sederhana. Jagalah supaya relasi Anda dijalani dengan tangan yang
terbuka. Minta Allah untuk menggunakan Anda sebagai alat untuk
membawa seluruh teman-teman Anda datang kepada Tuhan. Jujurlah
kepada diri sendiri dan tentu saja jujurlah kepada orang yang
berpacaran dengan Anda. Bila orang yang berpacaran dengan Anda
mencoba untuk mengelabuhi Anda dengan berpura-pura sebagai orang
Kristen, tetapi itu hanya untuk mencuri hati Anda saja, mintalah
kepada Tuhan untuk menunjukkan kepada Anda siapakah dia yang
sebenarnya.
Seorang wanita menceritakan kepada saya tentang luka hatinya yang
amat dalam karena terburu-buru menikah. "Tolong katakan kepada
setiap orang yang belum menikah supaya mereka tidak dibutakan oleh
pikiran bahwa pria yang mereka pacari adalah orang beriman padahal
sebenarnya tidak. Saya terlalu cepat menikahi suami saya. Saya pikir
dia adalah orang percaya, dan sekarang saya tahu saya sangat salah.
Lebih baik melajang daripada hidup dalam pernikahan yang keliru."
Apakah mungkin menghindari patah hati? Tidak ada jaminan. Tetapi ada
cara-cara untuk mencegah sakit supaya tidak menghancurkan hidup
Anda. Dalam setiap relasi yang Anda jalin, berjalanlah di jalan yang
benar yang berkenan di hadapan Tuhan. Ya, saya pernah patah hati
berkali-kali, tetapi puji Tuhan, Ia sangat dapat dipercaya. Bila
saya renungkan lagi masa lalu saya, saya sangat bersyukur atas
relasi yang pernah putus karena bila tidak, maka saya dihadapkan
pada pernikahan yang salah.
Tunggulah di dalam Allah. Percayalah kepada Allah. Serahkanlah
harapan, sukacita, dan mimpi-mimpi Anda kepada Allah. Bila Ia ada di
tempat yang terutama, maka menikah atau tidak, Anda akan memiliki
damai yang tidak dapat diambil oleh seorang pun atau apa pun juga.
(t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs : CBN.com
Judul asli artikel: Preventing a Broken Heart: Is It Possible?
Penulis : Kathleen Hardaway
Alamat URL : http://www.cbn.com/family/datingsingles/hardaway_frogs.aspx
========== TELAGA ==========
Kepedihan yang timbul karena patah hati bisa sangat melukai orang
yang mengalaminya sehingga terkadang bisa menimbulkan reaksi yang
berkepanjangan. Lalu, apa yang bisa dan seharusnya kita lakukan bila
kita atau orang yang kita kasihi ini patah hati? Ringkasan
tanya-jawab dengan Pdt. Paul Gunadi berikut ini, kiranya bisa
menjawab pertanyaan di atas. Selamat menyimak.
PATAH HATI
------
T : Apakah yang disebut dengan patah hati itu?
J : Patah hati merupakan reaksi terhadap putusnya relasi cinta. Ada
beberapa gejala yang sering kali dikaitkan dengan patah hati,
yaitu murung, tidak bersemangat menghadapi hidup, atau bahkan
ada yang menjadi sangat khawatir akan masa depannya. Ada juga
yang bereaksi marah dan frustrasi, melakukan hal-hal yang salah
yang tidak dipikirkan panjang, atau ada di antara mereka yang
kehilangan arah hidup. Reaksi-reaksi ini biasanya merupakan
wujud dari bergejolaknya jiwa yang disebabkan oleh patah hati
itu.
------
T : Apakah gejala itu tidak sama pada pemuda dan pemudi, walaupun
mereka sama-sama mengalami patah hati?
J : Ternyata memang tidak selalu sama. Ada yang cenderung murung,
tapi ada yang cenderung frustrasi dan marah, jadi biasanya
reaksi itu bisa dipengaruhi oleh kepribadian kita secara umum.
------
T : Kalau sejak awal sebenarnya salah satu dari mereka itu sudah
tidak berniat untuk meningkatkan hubungan mereka pada tingkat
pacaran, apakah itu bisa dikatakan sebagai patah hati?
J : Relasi cinta didirikan di atas dua pribadi, bukan satu; tidak
bisa bertepuk sebelah tangan. Jadi harus ada kesediaan dari
kedua belah pihak untuk membina atau melanjutkan hubungan ini.
Sifat dari cinta itu menyatukan, jadi waktu kita mencintai
seseorang, kita disatukan dengan orang itu. Orang tersebut masuk
menjadi bagian dari diri kita, bagian dari hidup kita dan kita
tidak lagi hidup sendiri. Meskipun secara fisik kita masih
sendiri dan belum menikah dengan dia, namun sesungguhnya secara
emosional kita telah melebur menjadi satu dengan dia. Putus
cinta seolah-olah seperti orang yang kita kasihi tersebut
direnggut atau ditarik keluar dengan paksa dari dalam hati kita,
ini benar-benar akan merobek-robek hati. Yang membuat patah
hati itu begitu menyakitkan dan berkepanjangan adalah efek
setelah dirobek, yaitu terciptanya lubang yang besar dalam hati
kita yang akhirnya menimbulkan rasa hampa dalam diri kita dan
ini yang harus kita hadapi hari lepas hari.
------
T : Apakah luka atau lubang itu pada saatnya nanti bisa sembuh?
J : Seyogianya akan sembuh seiring dengan berjalannya waktu. Namun,
kadang kala yang terjadi adalah komplikasi, misalnya hendak
bunuh diri atau bahkan benar-benar bunuh diri dan membunuh
pasangannya. Ada lagi yang menjadi lumpuh secara sosial, secara
mental tidak bisa keluar rumah, tidak bisa menghadapi orang,
mengurung diri di kamar, tidak bisa bekerja. Ada juga yang tidak
lagi memunyai kepercayaan diri, benar-benar meragukan dirinya,
apakah dia masih berharga, tidak lagi percaya pada
pertimbangannya bahwa saya ini bisa salah, saya ini pasti juga
keliru. Ada juga yang kehilangan penghargaan dirinya,
benar-benar merasa seperti sampah, tidak lagi memunyai nilai.
------
T : Dan biasanya problem sampingan itu menimbulkan dampak yang jauh
lebih negatif?
J : Betul sekali, kalau komplikasi ini tidak terawat akhirnya
menjadi problem yang lebih serius, misalnya, ada orang yang
gelap mata membunuh mantan kekasihnya. Mengapa? Penyebabnya
adalah merasa dirugikan. Contohnya adalah sudah adanya hubungan
seksual. Biasanya ini lebih sering dialami oleh para wanita,
sebab mereka sudah memberikan tubuh mereka kepada pacarnya,
kemudian pacarnya meninggalkannya. Tidak bisa tidak wanita ini
akan mulai berpikir, nanti bagaimana, siapa yang akan bersedia
menikahinya, apakah harus mengakui problemnya ini kepada orang
lain. Dirugikan yang lain, misalnya ada orang yang merasa
diperdaya, karena dia sudah begitu percaya, tahu-tahu
pasangannya memunyai pacar lain. Ada juga yang merasa
dimanfaatkan, bertahun-tahun berpacaran harus mengeluarkan
banyak biaya, mengongkosi pacarnya, dsb., namun kemudian
ditinggalkan begitu saja. Yang lainnya ada yang merasa
kehilangan kesempatan emas. Artinya dia melihat pasangannya ini
adalah hadiah yang terbaik yang dia peroleh selama hidup ini,
namun kemudian hadiah terbaik itu menolak dia, meninggalkan dia,
dan dia tidak lagi memunyai kesempatan emas bersama dengan orang
yang dia dambakan atau idealkan ini. Bisa jadi sebagai reaksinya
adalah mau bunuh diri; hidupnya benar-benar hancur dan tidak
lagi merasakan adanya harapan untuk masa depannya.
------
T : Sebenarnya apa yang disarankan kalau ada pemuda atau pemudi yang
mengalami patah hati?
J : Sebagaimana hal lainnya dalam hidup, kita pun perlu menempatkan
patah hati dalam kerangka pimpinan Tuhan. Maksudnya, tidak ada
sesuatu yang terjadi di luar kuasa atau izin Tuhan, termasuk
putus atau ditinggalkan pacar kita. Ada dua prinsip dari
pernyataan ini. Pertama, pemahaman bahwa Tuhan memimpin kita.
Sesungguhnya kita harus mengajukan pertanyaan, apakah Tuhan
berkenan dengan hubungan ini. Tuhan tidak berkenan kita bersama
dengan orang yang tidak seiman, meskipun kita anggap tidak
apa-apa. Tuhan juga tidak berkenan pada hubungan yang penuh
dengan tipu muslihat, kebohongan-kebohongan, atau pasangan kita
memunyai kehidupan yang tidak bermoral. Kalau memang kita tahu
Tuhan tidak berkenan, terima fakta ini sebagai cara Tuhan
memisahkan kita dari ikatan yang Tuhan tidak kehendaki. Namun,
jika kita berkata hubungan ini Tuhan perkenan, pacar kita juga
anak Tuhan, dan relasi kita baik-baik saja, namun akhirnya putus
juga, maka kita terima fakta ini sebagai bagian dari pimpinan
Tuhan atas hidup kita yang kita tidak mengerti. Pertanyaan
berikutnya adalah apakah Tuhan sedang memperlihatkan sesuatu
kepada kita. Maksudnya, mungkin sekali kita berandil dalam
putusnya relasi ini, tapi mungkin juga tidak. Jika kita akui
kita berandil, kita terima meskipun harus melalui kepahitan
dalam menerimanya. Atau jika kita memang tidak berandil, kita
akui kita tidak berandil. Dia yang lemah, yang akhirnya
meninggalkan kita. Kita lihat pasangan kita dengan objektif,
tidak perlu ditutup-tutupi, tidak perlu dibesar-besarkan, tidak
perlu dikecil-kecilkan, kemudian ampuni dia.
------
T : Kalau kita sebagai orang tua melihat anak kita sudah mulai
pacaran, apakah benar kalau kita mengatakan bahwa dia juga harus
menyiapkan dirinya untuk mengalami patah hati?
J : Sekali-sekali kita berbicara begitu tidak apa-apa, yang penting
jangan terus-menerus mengatakannya sebab bisa menciptakan
ketakutan yang irasional pada anak kita. Namun pada prinsipnya,
orang yang mencintai perlu siap untuk terluka, itu tidak bisa
dihindari. Bahkan dalam pernikahan kita, kadang-kadang kita
terluka gara-gara kita terlibat dalam sebuah hubungan yang
sangat pribadi, sangat-sangat dekat dengan hati kita, kita
mencintai istri kita atau suami kita. Jadi orang yang tidak siap
untuk terluka dan tidak mau, misalnya sampai harus sakit hati,
ya tidak bisa menjalin hubungan cinta.
------
T : Bagaimana kita bisa memberikan semangat supaya dia mau memulai
lagi dan tidak merasa jera dengan pengalamannya itu?
J : Pertama, kita memang mesti peka dengan kondisinya sekarang ini.
Kalau dia berada dalam kondisi yang tidak siap, sebaiknya kita
tidak memaksakan melewati kemampuannya saat ini. Tapi kalau
memang kita merasa ini berlama-lama dan terlalu panjang, kita
perlu mengajaknya bicara dan menggali apa yang sebetulnya dia
takuti, apa yang menjadi masalahnya sekarang ini. Mungkin ada
hal-hal lain yang telah terjadi yang membuat pemuda atau pemudi
itu merasa dirugikan sekali. Dari situ barulah kita bisa
membantunya untuk keluar dari jeratan itu.
------
T : Ada pasangan yang masih pacaran, sekalipun mereka sudah berpisah
tapi mereka itu bertekad untuk tetap menjalin hubungan baik,
sehingga masih tetap berhubungan dengan orang tuanya, sering
telepon, dsb.. Akibatnya luka itu tidak sembuh-sembuh?
J : Itulah sebabnya setelah putus, penting sekali kedua belah pihak
itu bisa dengan realistik menentukan langkah berikutnya. Jika
satu pihak tidak bersedia untuk melanjutkan kontak sebagai
teman, pihak yang satunya seyogianya menghormati karena bisa
memperpanjang luka.
------
T : Kadang-kadang masih tebersit harapan siapa tahu nanti masih
berbaikan kembali?
J : Betul, kadang-kadang itu yang muncul. Ini membawa kita kepada
poin berikutnya, yaitu kadang-kadang orang berkata: "O ...,
Tuhan pasti punya kehendak dan Tuhan akan menggantikan dengan
yang lebih baik." Penghiburan ini kurang tepat, sebab belum
tentu Tuhan akan memberikan secepat itu, atau sebaik, atau pun
yang lebih baik dari itu. Obat penawarnya adalah di Roma 8:28,
"Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala
sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi
Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana
Allah." Apa pun perasaan kita, seperti tidak ada harapan lagi,
kosong, atau merasa ditinggalkan oleh Tuhan, kita mesti
mengingat bahwa Tuhan sedang bekerja melalui peristiwa ini.
Tujuan dari segalanya adalah untuk mendatangkan kebaikan bagi
kita.
------
T : Jadi dalam kondisi patah hati, kita bisa menganjurkan agar
mereka itu justru lebih dekat dengan Tuhan?
J : Betul, bersandar kepada Tuhan dan di sinilah iman bertumbuh
sebab kalau kita mendapatkan terus yang kita inginkan, iman
sulit bertumbuh. Iman bertumbuh justru di tengah-tengah
ketidakjelasan. Jika kita tetap bersandar, percaya Tuhan akan
mendatangkan kebaikan, dan Tuhan terlibat atas semua ini, di
situlah iman kita pada Tuhan bertumbuh.
Sajian di atas, kami ambil/edit dari isi kaset TELAGA No. 126A
yang telah diringkas/disajikan dalam bentuk tulisan.
-- Jika Anda ingin mendapatkan transkrip lengkap kaset ini lewat
e-mail, silakan kirim surat ke: < owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org >
atau: < TELAGA(at)sabda.org >
atau kunjungi situs TELAGA di:
==> http://www.telaga.org/transkrip.php?patah_hati.htm
========== BIMBINGAN ALKITABIAH ==========
MEMULIHKAN PATAH HATI
Matius 5:4, "Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka
akan dihibur."
Bagaimana mengalami ketenangan di dalam Tuhan.
1. Sadari bahwa Tuhan ada bersama kita.
"TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia
menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya." (Mazmur 34:18)
Yang harus kita ingat:
a. Tuhan mengetahui.
"... segala tindak tandukku Kau awasi, ...." (Ayub 13:27)
b. Tuhan peduli.
"TUHAN itu baik; Ia adalah tempat pengungsian pada waktu
kesusahan; Ia mengenal orang-orang yang berlindung
kepada-Nya." (Nahum 1:7)
c. Tuhan ingin menolong kita.
"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri
takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan
menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada
waktunya." (Ibrani 4:16)
2. Bagaimana melepaskan luka?
Saya harus berhenti memfokuskan diri pada apa yang hilang dan
mulai memfokuskan diri pada apa yang ada sekarang.
a. Firman-Nya: "Janganlah ingat-ingat hal-hal yang dahulu, dan
janganlah perhatikan hal-hal yang dari zaman purbakala!"
(Yesaya 43:18)
b. "Saudara-saudaraku yang kekasih, janganlah kamu sendiri
menuntut pembalasan, tetapi berilah tempat kepada murka Allah,
sebab ada tertulis: Pembalasan itu adalah hak-Ku. Akulah yang
akan menuntut pembalasan, firman Tuhan." (Roma 12:19)
c. "Engkau memang melihatnya, sebab Engkaulah yang melihat
kesusahan dan sakit hati, supaya Engkau mengambilnya ke dalam
tangan-Mu sendiri." (Mazmur 10:14)
3. Bergantung pada kekuatan Tuhan.
Alat-alat yang Tuhan gunakan untuk memulihkan dengan cepat.
a. Firman Tuhan (membaca Alkitab)
"Jiwaku melekat kepada debu, hidupkanlah aku sesuai dengan
firman-Mu." "... ya TUHAN, maka terhiburlah aku." (Mazmur
119:25,52)
b. Saudara-saudara seiman
"Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang
penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, yang
menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami
sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam
penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari
Allah." (2 Korintus 1:3-4)
c. Roh Tuhan
"Semoga Allah, sumber pengharapan, memenuhi kamu dengan segala
sukacita dan damai sejahtera dalam iman kamu, supaya oleh
kekuatan Roh Kudus kamu berlimpah-limpah dalam pengharapan."
(Roma 15:13)
Ayat-ayat di atas hanyalah beberapa ayat dasar yang bisa Anda
gunakan untuk memulihkan Anda atau seseorang yang sedang patah hati.
Harapan kami bagi Anda yang sedang patah hati, bersedia mencoba
melakukan apa yang sudah kami tuliskan. Proses pemulihan mulai
bekerja saat Anda mulai melakukannya. Tuhan memberkati. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Christian Fellowship Devotionals
Judul asli artikel: Healing a Broken Heart
Penulis : David
Alamat URL : http://www.cfdevotionals.org/devpg98/de981007.htm
========== TIPS ==========
BAGAIMANA MENGOBATI PATAH HATI?
Sulit dipercaya saat Anda harus berpisah dengan pria impian Anda
atau wanita yang sempurna. Tanpanya, Anda merasa tidak ada lagi
kebahagiaan dalam hidup Anda. Saat itu luka yang timbul nampaknya
hampir tak tertahankan. Sungguh tak tertahankan sampai-sampai ada
orang yang mengatakan seseorang bisa mati karena patah hati.
Saya bukanlah dokter, tapi saya sangat yakin bahwa hal ini tidak
mungkin terjadi (setidaknya 99,5%). Pada kenyataannya, saya tidak
tahu seberapa banyak orang yang meninggal karena penyakit jantung,
dan setiap orang yang saya kenal, termasuk diri saya sendiri,
setidaknya memunyai satu episode di mana dia merasakan rasa sakit
dalam menjalani hidupnya. Percaya atau tidak, mereka yang bisa
bertahan, bisa melakukan hal-hal yang lebih baik dari yang pernah
mereka pikirkan sebelumnya.
Jadi, sebenarnya apa kunci untuk mengobati patah hati dengan cepat?
Kuncinya adalah pil ajaib! Benar, pil ajaib. Pil ini melepaskan
hormon-hormon tertentu dalam otak Anda yang menimbulkan luka hati.
Apakah Anda ingin membelinya? Bila Anda ingin membelinya, saya rasa
Anda benar-benar perlu ditolong. Tetapi kadang-kadang kebenaran itu
memang menyakitkan -- tidak ada sesuatu apa pun yang dapat
menyembuhkan luka hati dengan cepat. Meski demikian, ada beberapa
hal yang bisa Anda gunakan untuk memulihkannya, yaitu waktu,
keluarga, teman-teman, dan di atas semuanya itu adalah Yesus (dan
juga sedikit coklat).
1. Waktu.
Pernahkan Anda mendengar ungkapan, "Waktu menyembuhkan semua
luka?" Percaya atau tidak, ungkapan ini benar. Waktu bisa
menyembuhkan luka, penyakit, penolakan, dan bahkan penyakit
jantung. Berikan waktu untuk diri Anda sendiri, maka luka akan
berkurang. Seiring dengan berjalannya hari, rasa tidak ada
harapan itu sedikit demi sedikit akan berkurang dan Anda akan
lebih optimis terhadap masa depan. Percayalah, saya sudah pernah
mengalami ini.
2. Keluarga.
Keluarga yang telah Tuhan berikan kepada Anda adalah suatu
anugerah (dan bagi beberapa orang, merupakan anugerah yang
tersamar). Mereka selalu ada di samping Anda dan saat seseorang
melukai Anda, sudah pasti orang itu menjadi musuh Anda! Keluarga
memang luar biasa, meskipun Anda tahu bahwa Andalah yang salah,
di mata keluarga Anda, "orang lain"lah yang selalu disalahkan.
Anda tidak akan menemukan dukungan yang seperti ini dari orang
lain, bahkan dari teman Anda, karena teman-teman cenderung
melihat segala sesuatunya secara objektif (siapa yang benar, itu
yang diikuti), sedangkan keluarga sangat mengasihi Anda, mereka
tidak melihat kesalahan yang telah Anda lakukan. Oleh sebab
itulah mereka selalu melindungi Anda. Bahkan kadang-kadang saat
Anda tidak mengharapkannya sekalipun.
3. Teman-teman.
Seorang sahabat baik adalah suatu aset yang sangat berarti,
khususnya di saat-saat yang sulit. Sahabat bisa membuat Anda
tertawa dan melupakan saat-saat yang membuat Anda terluka, bahkan
saat Anda merasa seperti berkubang dalam pengasihan diri sendiri.
Tuhan telah memberi Anda teman-teman sebagai anugerah dengan
tujuan untuk membuat Anda merasa ada yang memiliki, bahwa Anda
diperlukan. Sehingga Anda tidak dikurung oleh rasa putus asa yang
membatasi Anda untuk melakukan sesuatu. Anda bisa mendapatkan
penghiburan dan hal-hal yang jenaka dari teman-teman Anda, yang
kemudian bisa membalut hati Anda yang sedang terluka.
4. Yesus.
Dari semuanya itu, yang bisa menyembuhkan luka yang Anda alami
karena patah hati adalah doa. Yesus selalu ada meskipun Anda
tidak memiliki keluarga atau teman-teman yang bisa membuat Anda
tenang. Yesus adalah keluarga dan teman Anda. Dia yang
menenangkan Anda saat Anda menghadapi masalah dan Dia selalu ada
untuk Anda kapan saja. Doa yang terus dipanjatkan kepada-Nya
supaya Dia memimpin Anda melalui masa sulit ini akan menguatkan
Anda, tidak hanya secara emosi, tetapi juga rohani. Dengan terus
berdoa memohon kekuatan dan pengharapan, Anda juga akan
memperkuat hubungan Anda dengan Tuhan. Dan pada saatnya, dengan
hubungan yang lebih kuat, muncullah kedamaian dalam pikiran.
Sakit hati akan segera berganti dengan hari baru dengan
pengharapan yang mulia dan berbagai kemungkinan yang tiada henti.
Kadang-kadang Anda akan merasa hanya ingin bersembunyi di balik
selimut hangat, dengan semangkuk es krim, di depan cerita cinta yang
menyedihkan sehingga Anda hanya bisa berkubang dalam kesedihan
semalam-malaman. Tapi sekali lagi, Anda harus kembali ke dunia
nyata, dan saat Anda melakukannya, kekuatan yang Tuhan sediakan siap
untuk Anda gunakan saat Anda memerlukannya.
Jadi saat patah hati yang Anda rasakan itu menguasai rasio Anda,
lihatlah kekuatan yang Tuhan berikan kepada Anda. "Ia memberikan
Putra-Nya yang tunggal supaya setiap orang yang percaya
diselamatkan." Anda tidak hanya diselamatkan secara rohani, tetapi
juga dalam setiap kata. Allah memberikan Yesus supaya Ia bisa
mengangkat beban Anda dan selalu ada bagi Anda saat Anda
membutuhkan-Nya. Jelajahilah anugerah kasih yang sangat berharga ini
bersama dengan anugerah keluarga dan teman-teman, maka semuanya akan
kembali menjadi baik seiring dengan berjalannya waktu. (t/Ratri)
Diterjemahkan dari:
Nama situs : Paul Murphy Books.Com
Judul asli artikel: How Do You Mend A Broken Heart?
Penulis : Bianca Buenaventura
Alamat URL : http://www.paulmurphybooks.com/christian-articles/mending-broken-heart.htm
============================== e-KONSEL ==============================
PIMPINAN REDAKSI: Christiana Ratri Yuliani
STAF REDAKSI: Evie Wisnubroto
PENANGGUNG JAWAB ISI dan TEKNIS
Yayasan Lembaga SABDA
INFRASTRUKTUR dan DISTRIBUTOR
Sistem Network I-KAN
Copyright(c) 2008 oleh YLSA
http://www.sabda.org/ylsa/
http://katalog.sabda.org/
Rekening: BCA Pasar Legi Solo
No. 0790266579 / a.n. Yulia Oeniyati
======================================================================
Anda punya masalah/perlu konseling?
atau ingin mengirimkan Informasi/artikel/bahan/
sumber konseling/surat/saran/pertanyaan/dll.
silakan kirim ke: konsel(at)sabda.org
atau owner-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berlangganan: subscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
Berhenti : unsubscribe-i-kan-konsel(at)hub.xc.org
ARSIP : http://www.sabda.org/publikasi/e-konsel/
Situs C3I : http://c3i.sabda.org/
======================================================================
|